Akhirnya Saya Bisa Bawa Motor Sendiri!

Artikel Seputar Sakit Kepala

Apa itu sakit kepala? Sakit kepala atau nyeri kepala adalah suatu kondisi dimana timbulnya rasa sakit dan tidak nyaman di kepala, kulit kepala, atau leher. Penyakit ini sering terjadi dan diperkirakan 7 dari 10 orang mengalaminya sedikitnya satu kali setiap tahun. 

Pada umumnya sakit kepala ini tidak parah dan bisa diobati sendiri seperti dengan minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup dan mengonsumsi obat-obatan pereda rasa nyeri yang dijual bebas.

Akan tetapi, ada beberapa sakit kepala yang disebabkan oleh suatu penyakit berbahaya yang bisa mengancam jiwa sehingga dibutuhkan penanganan medis lebih lanjut. 



Penyebab dan Faktor Risiko Sakit Kepala

Lalu apa penyebab sakit kepala ini? Perlu diketahui bahwa berdasarkan penyebabnya, nyeri kepala ini bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni sakit kepala yang tidak terkait dengan suatu penyakit atau yang disebut sakit kepala primer, dan sakit kepala yang disebabkan adanya suatu penyakit lainnya atau yang disebut sakit kepala sekunder. Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya.

1. Sakit Kepala Primer

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sakit kepala primer ini adalah sakit kepala yang tidak disebabkan oleh penyakit lainnya, melainkan murni adanya masalah pada struktur di kepala yang sensitif terhadap rasa nyeri. Kondisi ini bisa melibatkan saraf kepala, pembuluh darah, otot, serta leher. Berikut ini beberapa contoh sakit kepala primer yang sering terjadi, diantaranya :

- Migraine

- Sakit kepala tegang

- Sakit kepala cluster

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sakit primer adalah sebagai berikut :

- Adanya gangguan pada leher dan kepala

- Aktivitas kimia di otak

- Pembuluh darah atau saraf 

2. Sakit Kepala Sekunder

Pada umumnya sakit kepala sekunder ini disebabkan oleh aktifnya saraf rasa sakit di bagian kepala yang akibat suatu penyakit. Adapun penyebab umum nyeri kepala sekunder ini diantaranya :

- Flu

- Infeksi telinga

- Sinusitis

- Sakit gigi

- Konsumsi MSG yang berlebihan

- Mengonsumsi makanan atau minuman terlalu dingin secara tiba-tiba

- Timbulnya perubahan hormon pada wanita pasca mengonsumsi pil KB

- Menggunakan penutup kepala yang terlalu ketat

Penyebab nyeri kepala sekunder lainnya yang jarang terjadi, diantaranya :

- Aneurisma otak

- Gegar otak

- Penyumbatan pembuluh darah di otak

- Radang pada otak

- Neuralgia trigeminal

- Keracunan karbon monoksida

- Serangan panik

- Meningitis

Gejala Sakit Kepala

Gejala umum yang terjadi pada penderita sakit kepala adalah timbulnya rasa nyeri di sekitar kepala. Akan tetapi, anda harus waspada jika sakit kepala ini disertai dengan gejala-gejala lainnya, diantaranya :

- Gangguan pada penglihatan

- Kesulitan berbicara

- Leher terasa kaku

- Hilang kesadaran/pingsan

- Salah satu sisi bagian tubuh menjadi lemah atau bahkan lumpuh

- Demam yang tinggi

- Sulit berjalan   

Diagnosa Sakit Kepala

Perlu diketahui bahwa sakit kepala ini terkadang bisa menjadi gejala dari penyakit tertentu. Maka dari itu, dokter akan meninjau riwayat medis serta melakukan pemeriksaan fisik pada penderita, guna mendiagnosa penyebab yang memicu timbulnya sakit kepala tersebut. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter ini mencakup evaluasi neurologis yang lengkap. 

Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan tes diagnostik apabila diindikasikan adanya kondisi medis tertentu yang mengakibatkan saki kepala. Adapun tes diagnostik tersebut meliputi :

- Tes darah lengkap yang bisa menunjukkan tanda-tanda infeksi

- Sinar X tengkorak, tes pencitraaan ini dilakukan untuk memberikan gambar dari tulang tengkorak secara mendetail

- Sinar X sinus, tes pencitraan ini dilakukan jika dicurigai adanya sinus

- CT scan kepala dan MRI, tes ini dilakukan pada kasus-kasus ketika adanya indikasi stroke, trauma, atau pembekuan darah di otak. 

Pengobatan dan Pencegahan Sakit Kepala

Sebagian besar sakit kepala ini bisa diatasi dengan mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol.

Sedangkan untuk pencegahan ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti mengurangi kafein dan istrirahat yang cukup.  


Comments