Akhirnya Saya Bisa Bawa Motor Sendiri!

Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

Memprediksi serta menghitung masa subur wanita setelah menstruasi merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan momongan. Maka dari itu, kita harus merencanakan kehamilan dan memiliki catatan periode haid. Siklus menstruasi merupakan rentang hari sejak hari pertama haid, hingga hari pertama haid berikutnya.  

Menstruasi dimulai pada hari pertama ketika dinding rahim meluruh yang keluar bersama darah dari vagina. Pada masa menstruasi tersebut, maka sel telur akan berkembang di dalam ovarium. Nah, setelah sel telur sudah matang nantinya ovarium akan melepaskan sel telur, sehingga proses ini sering disebut dengan nama ovulasi. 

Lantas, kapan ovulasi itu terjadi? Pada umumnya, ovulasi akan terjadi sekitar 12 – 14 hari sebelum hari pertama haid sebelumnya. Sejatinya, hari ketika terjadinya ovulasi tersebut bergantung pada siklus haid kita. Ya, jika kita memiliki siklus yang pendek (misalnya 22 hari), maka ovulasi akan terjadi hanya beberapa hari setelah menstruasi berakhir. Dengan kata lain, waktu ovulasi pada setiap wanita itu bisa berbeda-beda. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui siklus haid agar bisa memperkirakan waktu ovulasi. 

 
Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

Cara Menghitung Sendiri Masa Subur

Perlu kalian ketahui, cara membuat anak tentu harus ketika sel telur harus dibuahi dalam waktu 12 – 14 jam setelah ovulasi. Sedari itu, penting untuk memantau di hari-hari apakah kita berada pada kondisi paling subur. Biasanya, masa subur tersebut akan dihitung berdasarkan catatan dan analisis siklus haid sekitar 8 bulan terakhir. Adapun mengenai perkiraan masa subur yang bisa dihitung dengan rumus berikut:

Mengetahui siklus terpendek, misalkan 21 hari yang dikurangi dengan angka 18. Sehingga, hasilnya adalah 9. Nah, angka 9 tersebutlah yang menjadi hari pertama ketika kita berada di tingkat paling subur. 

Mengetahui siklus terpanjnag, contohnya 30 hari yang dikurangi dengan angka 11. Maka, hasilnya adalah 19 yang menjadi hari terakhir ketika kita berada di posisi paling subur. 

Indikator Masa Subur Wanita Setelah Menstruasi

1. Terjadi Peningkatan Suhu Basal Tubuh

Suhu basah tubuh merupakan suhu tubuh ketika bangun di pagi hari. Umumnya, suhu normal tubuh kita itu adalah 35,5 – 36,6 derajat celcius. Apabila suhu tubuh kita naik sedikit lebih tinggi dari angka tersebut, maka hal itu menandakan bahwa kita sedang mengalami masa ovulasi. 

2. Terdapat Lendir Pada Mulut Rahim

Lendir yang keluar dari mulut rahim memiliki tekstur yang encer, hingga perubahan lendir tersebut telah menunjukkan adanya perubahan kadar hormon estrogen dalam tubuh, serta menjadi tanda apakah ovulasi akan segera terjadi. Selama masa subur, biasanya lendir ini memiliki warna bening, licin, dan elastic seperti cairan putih telur mentah. Nah, cairan tersebutlah yang bertugas untuk melancarkan serta melindungi jalannya sperma menuju rahim untuk bertemu sel telur. 

3. Rasa Nyeri Pada Bagian Perut Hingga Punggung

Ada sebagian wanita yang akan merasakan nyeri pada area perut hingga bagian punggungnya selama masa ovulasi. Ya, rasa sakit tersebut juga bisa jadi salah satu pertanda untuk membantu mendeteksi masa subur. Tingkat rasa nyeri yang dirasakannya pun berbeda-beda, mulai dari yang ringan hingga yang berat. 

4. Perasaan yang Lebih Bergairah

Seperti hal diatas tadi, dimana ada sebagian wanita juga yang akan mengalami perasaan lebih bergairah, lebih bersemangat, serta lebih mudah bersosialisasi ketika mengalami masa subur.


Comments