Cara Memperbaiki Rambut Rusak Karena Diwarnai

Ada ibuk-ibuk yang suka warnai rambutnya, enggak? Rambut jadi agak rusak, enggak? Ada cara memperbaiki rambut rusak andalan? Seumur-umur, saya belum pernah mewarnai rambut karena ada stigma negatif tentang perempuan yang rambutnya dicat. Maklum lah ya, namanya tinggal di kampung. Hihi. Tapi setelah saya menikah, PakSu minta saya untuk mewarnai rambut dan saya sih mau-mau saja, toh yang lihat cuma suami saja dan dia juga seneng lihat rambut saya ada warnanya, wkwk. 

Tapi ya begitu, ternyata rambut yang diwarnai enggak sesimpel itu perawatannya. Salah produk rambut, bikin warnanya jadi enggak keluar dan agak kusam. Selain itu ujung rambut jadi agak kering. Maka saya harus benar-benar teliti, jangan sampai rambut rusak karena salah langkah. 

cara memperbaiki rambut rusak

Cara Memperbaiki Rambut Rusak

Bukan hanya rusak karena diwarnai saja, ya? Ada kalanya rambut juga rusak karena penggunaan produk rambut yang kurang cocok, penggunaan alat styling yang berlebihan, dan masih banyak lagi. Beda penyebab kerusakan rambut, beda pula cara memperbaiki rambut rusak itu sendiri.

Di bawah ini adalah beberapa cara yang saya gunakan untuk mengembalikan kesehatan rambut, setelah diwarnai. Apa saja, sih? Cek yuk!

Keramas Pakai Air Dingin

Perawatan pertama adalah jangan keramas dengan air hangat, gunakan air dingin dan pakai shampo khusus. Sebab pakai air hangat itu malah membuat kelembapan rambut jadi berkurang. Selain itu air hangat bisa membuat warna rambut jadi cepat pudar. Beda halnya dengan menggunakan air dingin, vitamin dan nutrisi bisa terserap dengan baik, sehingga membuat rambut dan kulit kepala menjadi lebih sehat, warna rambut juga lebih awet. 

Pastikan juga pakai shampo dan kondisioner khusus rambut diwarnai. Jangan pakai shampo biasa, apalagi shampo untuk menghitamkan rambut, ya!

Gunakan Vitamin Rambut

Sebenarnya penggunaan vitamin rambut ini bukan hanya untuk rambut yang sudah diwarnai saja, rambut yang enggak diwarnai pun harus pakai supaya bisa tetap sehat. Tapi untuk rambut yang sudah diwarnai, bagusnya pakai vitamin khusus rambut dicat. Sebab diformulasikan khusus untuk mencukupi kebutuhan rambut dan menjaga warna rambut tetap bagus. 

Setelah keramas, saat rambut masih setengah kering adalah waktu yang paling tepat untuk mengaplikasikan itamin. Sehingga vitamin akan diserap maksimal oleh rambut, kemudian setelah kering betul barulah disisir. Jangan disisir saat masih basah, karena rambut jadi rapuh dan rontok.

Jangan Pakai Alat Styling

Saat rambut masih rusak, maka jangan pakai alat styling dulu, ya! Apalagi rambut yang diwarnai memang masih sangat rentan, sehingga sangat rapuh dan bisa dengan mudah rusak seperti kusam, bercabang, dan juga rontok. 

Kalau memang benar-benar butuh untuk menata rambut, baiknya pakai serum khusus supaya bisa menangkal panas di rambut kita. Serta jangan sering-sering melakukan tata rambut, biarkan rambut seadanya saja. 

Aplikasikan Masker Rambut

Di pasaran ada banyak seklai masker rambut yang bisa digunakan, dan ada pula yang khusus untuk rambut diwarnai. Bisa juga dengan memilih masker rambut alami seperti minyak zaitun dan madu, atau bisa juga dengan menggunakan minyak kelapa. 

Jika kita memakai minyak zaitun, maka rambut akan ternutrisi dengan baik. Caranya dengan mengaplikasikan minyak zaitun murni pada kulit kepala kita, juga pada kulit kepala. Lalu dipijat halus, supaya meresap dan biarkan selama setengah jam. Setelah itu dibilas sampai bersih menggunakan shampo seperti biasa. 

Perbanyak Minum Air Putih

Yang terakhir adalah memperbanyak minum air putih. Seperti yang kita ketahui, kalau banyak minum air putih akan memberikan manfaat yang luar biasa untuk tubuh kita. Bukan cuma menyegarkan, namun juga meningkatakan vitalitas alami kulit dan akar rambut. Catat ya, akar rambut merupakan salah satu sarana untuk rambut dapat menyerap air, jadi jika akar rambut kurang kuat dan rambut kurang lembap, maka hasilnya adalah rambut yang mudah patah.

Itulah dia beberapa cara memperbaiki rambut rusak versi saya, bagaimana dengan versi ibuk-ibuk di rumah? Share di komentar, ya!

Comments