Koperasi Zaman Now untuk Emak Kekinian

Koperasi Digital - Sejak zaman baheula, saya sudah sering banget denger yang namanya koperasi. Koperasi guru, koperasi Dharma Wanita, koperasi siswa, juga koperasi unit desa alias KUD. Tapi terus terang, saya enggak terlalu berminat mengenalnya lebih dalam, walaupun konon bergabung di koperasi bisa membantu meningkatkan perekonomian warga. Sama sekali enggak tertarik.

Sekarang, setelah jadi emak-emak dan harus pandai mengatur siasat untuk perekonomian keluarga, saya lebih melek terhadap hal-hal yang beginian nih, dan akhirnya jadi ingin mengenal koperasi lebih lengkap dan jelas.

Jadi, menurut paham saya nih ya sebagai emak-emak...koperasi ini sebuah badan usaha yang dibentuk bersama-sama, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya itu sendiri. Koperasi ini bisa didirikan oleh perorangan, tapi bisa juga didirikan badan hukum koperasi.

Nah, nantinya akan diambil dana iuran dari para anggota koperasi dengan nominal yang sudah ditentukan, dan nantinya akan dijadikan modal untuk menjalankan usaha yang sudah disepakati bersama. Nantinya keuntungan dibagi rata.

Macam-Macam Koperasi 

Biar lebih jelas, jadi koperasi itu ada beberapa macam, yaitu :

1. Koperasi Produksi

Koperasi yang anggotanya adalah produsen barang dan jasa, jadi mereka menyediakan berbagai bahan baku dan barang produksi anggotanya.

2. Koperasi Konsumsi

Koperasi yang dibentuk, serta diperuntukkan bagi para konsumen barang maupun jasa. Jadi di dalam koperasi ini dijual macam-macam kebutuhan sehari-hari layaknya toko kelontong biasa. Pembelinya juga anggota sendiri, dan harganya lebih murah.

3. Koperasi Jasa

Koperasi yang berfokus pada layanan jasa untuk para anggota dan masyarakat.

4. Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi kredit, jadi para anggota bisa meminjam uang dengan jangka pendek dan syaratnya juga mudah, sehingga tidak merepotkan.

5. Koperasi Serba Usaha (KSU)

Koperasi yang menyediakan macam-macam layanan untuk para anggota, misalnya ada jasa simpan pinjam, juga sekaligus menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Koperasi Zaman Now

Dulu, koperasi itu berbentuk bangunan fisik dan apa-apa tuh harus repot karena serba manual. Yang paling malesin itu adalah rapat anggota yang kadang makan waktu lama, bagi yang banyak waktu oke lah ya...tapi untuk yang sibuk? Utamanya emak-emak dengan anak-anak yang enggak bisa diajak duduk lama di dalam ruangan?

Amsyiong deh.

Tapi itu dulu, sekarang kondisi sudah beda dan ada koperasi zaman now, alias koperasi digital!

Kalo dulu anggota koperasi itu masih satu wilayah, misalnya satu desa, satu kantor, atau paling banter satu kota, sekarang anggota koperasi bisa tersebar di seluruh Indonesia, dan tetap terkontrol dengan baik.

Sistem operasinya pun sudah serba digital, komunikasi dilakukan dengan efektif melalui grup Whatsapp atau Telegram, jadi para anggota tak perlu capek-panas-bosan menghadiri rapat anggota, cukup menyimak pembicaraan di grup, bisa sambil leyeh-leyeh, ngasuh anak, sambil masak, tapi informasi penting tak terlewatkan. Hihi.

Terus kalo mau setor setoran wajib (pokok) atau penyertaan modal? ya tinggal transfer aja, sudah deh beres. Laporan keuangan juga bisa dipantau dengan terbuka dan transparan lewat website koperasi digital. Mantap, Mak!

Jadi emak-emak jangan cuma pandai mainkan wajan dan sutil aja, Mak! pandai pula memanfaatkan teknologi untuk kemajuan diri sendiri dan keluarga, salah satunya ya dengan bergabung di koperasi digital ini.

Di luaran sana ada banyak lho aplikasi koperasi berbasis smartphone, tinggal unduh, install dan pakai deh. Contohnya saja produk coopRASI dari perusahaan Multi Inti Sarana.

Layaknya koperasi konvensional, dalam aplikasi ini juga ada simpanan, SHU atau catatan transaksi dalam genggaman ponsel saja. Menariknya, koperasi lainnya di Indonesia yang ingin go digital, tinggal pakai produk coopRASI aja, tak perlu susah-susah bikin aplikasi sendiri dan hanya tinggal  plug and play saja. Beres!

Jadi, Mak...mau gabung koperasi digital, gak? Share yaa.

Comments

  1. Baru tau saya ada koperasi digital

    ReplyDelete
  2. sayangnya kalau emak-emak enggak paham digital malah pakai pinjaman online yang berdalih koperasi mbak nunik. Miris banget deh. kayaknya emak-emak harus dapat edukasi yang tepat nih agar tidak terkena modus ya

    ReplyDelete

Post a Comment