Kelebihan RealMe 5 Pro

THR untuk Ibu Rumah Tangga

THR untuk Ibu Rumah Tangga - THR, tunjangan hari raya. Identik dengan uang, seratus ribuan yang berlembar-lembar. Biasanya yang dapat THR itu orang yang bekerja di kantor, baik itu pegawai swasta ataupun pegawai negeri sipil. Terus gimana urusannya sama ibu rumah tangga yang notabene kerjanya di rumah sepanjang hari dan...tanpa gaji?

Jumlah THR lebaran

Curhat dikit, ya...saya sempat pengen banget jadi wanita karir. Yang kerja di kantor bonafid, pakai seragam kerja yang stylish, pakai stiletto yang sexi, makeup flawless dan gajian tiap bulan dengan nominal besar. Rata-rata pasti impian wanita karir tuh begitu sih yak, padahal kenyataannya lapangan kerja untuk perempuan enggak melulu kantoran yang adem dan nyaman, pekerjaan wanita itu bervariasi, sama seperti pekerjaan kaum pria. Begitulah, ekspektasi kan enggak sesuai realita. Pun demikian dengan yang terjadi dalam hidup saya.

Sedih? Enggak, tuh!

Impian saya jadi wanita karir tercapai, sih. Tapi saya enggak berkarir di kantor, melainkan di rumah...

Saya bukan IRT biasa, saya juga bikin novel, nulis artikel, ngeblog. Enggak pakai seragam kece dan stiletto cantik, pakainya celana kolor dan kaos longgar, telanjang kaki dan bisa leyeh-leyeh kerja sambil tiduran. Alhamdulillah banget bisa gajian terus tiap bulan walau nominalnya beda-beda dan tanggalnya enggak tetap. Yang penting bisa tambah-tambah uang belanja yekaaan. Hihi.

Tentang THR

Saya cuma satu kali saja nyobain dapat THR, pas jadi tenaga honorer di SMP. Alhamdulillah nyobain juga megang amplop THR. Tapi cuma sekali saja, soalnya saya enggak lanjut kerja disana. Entahlah, panggilan jiwa saya tuh di rumah aja deh kerjanya. Mueheheh.

Setiap tahun pun saya dapat Tunjangan Hari Raya, dari diri saya sendiri. Penghasilan menulis saya cukupkan untuk kebutuhan anak lebaran, kalau ada sisa ya saya juga beli-beli. Baju kek, sendal kek...atau skinker.

Terus dari mana lagi IRT dapat THR? dari PakSyu dong. Walaupun kemudian uangnya dibagi-bagi untuk keperluan keluarga juga. Mau dipake sendiri kok rasanya agak sayang...Maklum lah ya, menteri keuangan mah emang begini orientasinya.

Saya pengen juga, sih...lebaran tuh bagi-bagi amplop buat sepupu-sepupu, tapi apa daya keuangan belum mencukupi. Jadinya saya beli snack-snack aja, terus dikemas kecil-kecil dan dibagi ke sepupu. Alhamdulillah mereka kayaknya seneng aja tuh. Hehe.

Semoga lebaran tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, walaupun THR pas-pasan, khusyuk dan syahdu lebaran tak akan berkurang.

Tantangan Menulis 30 Hari Blogger Perempuan

Comments

  1. Memang lebih seru kerja di rumah ya mbak. Mau kayak apa aja nggak ada yang marah, nggak ada yang ngatur. Hhi

    ReplyDelete

Post a Comment