Pengalaman Pakai Veet Hair Removal Cream : Beneran Enggak Perih dan Lecet Saat Shaving

Veet Hair Removal Cream - Pernah merasa risih dengan rambut halus di tangan dan kaki? Saya pernah. Apalagi rambut halus yang tumbuh di tangan dan kaki ini cukup tebal,  pekat pula warnanya. Sejak SD saya sudah beberapa kali mencukur bulu-bulu tersebut, karena minder. Untuk sementara saya senang karena tangan dan kaki bebas bulu, walaupun kulit jadi kering dan lecet. Ternyata keesokan harinya rambut halus yang bekas dicukur itu tumbuh kembali, kasar dan gatal-gatal. Tersiksa sekali rasanya.

Saat dewasa, bertambah pula kekhawatiran saya terhadap rambut-rambut halus itu. Tak hanya di tangan dan kaki, rambut halus yang tumbuh di ketiak membuat saya makin minder, karena ketiak jadi terasa gerah dan tak nyaman. Tak terhitung berapa kali saya mencukur dengan menggunakan alat cukur biasa, tapi hasilnya hanya bertahan satu atau dua hari saja, itu pun dibarengi dengan rasa gatal dan kasar, ditambah dengan area ketiak yang menghitam karena shaving terus menerus.

Saya jadi galau total, shaving apa jangan, ya? Kalo enggak shaving, bulu-bulu itu bikin saya enggak nyaman. Tapi kalo saya shaving, efek paska shavingnya itu loh bikin saya milih buat berhenti shaving aja!

Pic beautyblogbymstoi.com

Kenapa Saya Berhenti Shaving?


1. Gatal-Gatal

Hal pertama yang bikin saya risih setelah melakukan shaving adalah gatal-gatal yang tak tertahankan, karena rambut bekas shaving tersisa pendek dan kasar, saat terkena pakaian dan digunakan untuk beraktivitas jadi enggak nyaman. Ujung rambutnya nyangkut di pori-pori kain, kegesek-gesek dan jadi gatal di permukaan kulit. Gak digaruk, gatalnya luar biasa, digaruk, lecet! Karena alasan ini, saya suka bingung saat waktunya shaving tiba, cukur apa jangan, ya?

2. Alat Cukur yang Cepat Berkarat

Siapa yang satu kasus sama saya? alat cukur selalu cepat berkarat! Gimana ya...saya selalu simpan alat cukur di wastafel kamar mandi, supaya bisa langsung ambil saat mau shaving dulu sebelum mandi. Tapi ya gitu risikonya, cepat banget berkarat walaupun sudah dibersihkan, dikeringkan dan ditutup pakai tutupnya itu, lho! Hal ini bikin saya berhenti shaving karena sering lupa kalau alat cukur yang ada di rumah sudah karatan, baru keinget tiap mau shaving dan lihat alat cukurnya berkarat...hii, ngeri banget mak!

3. Kulit Kering Parah

Ini nih dilemanya pakai alat cukur, sudah karatan bikin ngeri terluka dan pisaunya patah saat digunakan shaving. Pisau cukurnya masih tajam dan baru, bikin permukaan kulit jadi kering! Saya sering banget shaving rambut halus di kaki dan tangan, sering saya cukur sambil agak menekan pisaunya supaya rambut yang tercukur lebih maksimal. Cuma hasilnya malah lapisan kulit ari yang terkikis, hasilnya kulit tangan dan kaki saya kering, busik sampai meninggalkan jejak putih. Huhu.

4. Perih

Setelah berjuang dengan gatal-gatal dan kulit yang kering, masalah lainnya karena shaving adalah lecet dan iritasi. Tak jarang permukaan kulit merah, dan darah keluar dari pori-pori kulit. Seram? Iya. Memang enggak banyak sih darah yang keluar, tapi tetap saja bikin saya agak jiper juga.

5. Item!

Kulit ketiak jadi item! Walaupun saya enggak pakai baju yang terbuka sampai keliatan ketiak di luar rumah, tapi yang terpenting adalah pakSyu bisa liat ketiak saya dan rasanya malu bangetttt. Secara, sebagai istri tentunya pengen terlihat secantik mungkin di depan suami, walaupun sekadar ketiak bersih dan cerah, betul?

6. Veet Hair Removal Cream

Kenapa saya harus berhenti shaving dengan menggunakan alat cukur konvensional? karena ada Veet! Sebenarnya saya sudah tau produk yang satu ini sejak zaman baheula, sih. Cuma baru belakangan ini coba pakai, karena apa? Karena sudah capek shaving pake alat cukur biasa. Apalagi Veet ada tiga varian yang sesuai dengan kondisi kulit.

Varian Veet Hair Removal Cream 

Seperti yang sudah saya sebut sebelumnya, Veet memiliki tiga varian yang disesuaikan dengan kondisi kulit kita. Jadi bebas khawatir efek samping karena formula krim Veet enggak cocok untuk kulit kita.

1. Veet Silk & Fresh Kulit Sensitif


Jika kondisi kulit sensitif, maka dianjurkan untuk pakai varian dalam kemasan pink-biru ini. Dilengkapi dengan aloe vera dan vitamin E untuk perlindungan ekstra pada kulit yang sensitif.

2. Veet Silk & Fresh Kulit Kering


Kulit yang kering biasanya ditandai dengan beberapa bagian yang pecah-pecah, terasa perih juga. Nah, varian Veet yang satu ini dilengkapi dengan Shea Butter dan Lily yang bukan hanya melembapkan kulit tapi juga memberikan aroma yang segar. Kemasannya pink dan hijau.

3. Veet Silk & Fresh Kulit Normal



Untuk yang kulitnya normal, maka gunakan Veet varian yang satu ini dalam kemasan pink. Diperkaya dengan kandungan Lotus Milk dan Jasmine. Aromanya wangi dan lembut, seperti susu dengan aroma bunga.

Dalam satu dus berisi satu tube Veet Hair Removal Cream dan satu spatula khusus berwarna pink.



Review Veet Silk & Fresh untuk Kulit Normal

Sebenarnya saya agak bingung dengan kondisi kulit saya sendiri, kulit bagian muka berminyak sementara kaki kering dan bagian tubuh lainnya terbilang normal. Namun karena saya menggunakan krim penghilang bulu ini di area ketiak dan bikini line yang termasuk kulit normal, maka saya memilih varian Veet dalam kemasan pink-pink, alias varian kulit normal.

Ada dua ukuran Veet, yang besar ukuran  60 gram dan yang kecil ukuran 25 gram. Harga Veet ukuran besar berkisar 30-35 ribu Rupiah, sementara yang kecil harganya kurang lebih 15 ribu Rupiah. Harganya berbeda tergantung tokonya masing-masing ya, tapi kisarannya kurang lebih seperti yang saya bahas.

Kesan pertama yang saya dapatkan saat memegang produk ini adalah : Gemes banget! Karena warnanya pink pastel dan kemasannya juga kokoh, tubenya enggak mleyot-mleyot dan bikin produk ini terlihat mahal. Apalagi pemilihan warna dan desainnya juga simpel, enggak norak. Cantik banget.

Tekstur dari krim ini cukup kental, tapi mudah diaplikasikan menggunakan spatula ke bagian yang akan dihilangkan bulunya. Warna krimnya putih dan aromanya segar, jauh banget daripada aroma krim penghilang bulu lain yang notabene menyengat parah.

Cara menggunakan Veet Hair Removal Cream : 

1. Bersihkan area tubuh yang akan dihilangkan bulunya menggunakan air (dan sabun jika perlu), misal ketiak, tangan, kaki maupun bikini line, lap dengan handuk hingga kering
2. Keluarkan krim sesuai kebutuhan, tuangkan di bagian punggung spatula (yang cembung ke atas) dan oleskan secara merata. Untuk area ketiak biasanya cukup mengeluarkan krim sepanjang 1 centi saja, bisa disesuaikan dengan panjang bulu dan luas areanya, ya
3. Tunggu sekitar tiga menit supaya formula krimnya bekerja, bisa ditunggu sampai enam menit jika dirasa masih kurang mantul. Tapi jangan lebih dari 6 menit lho!
4. Menggunakan spatula yang tersedia, bersihkan krim berlawanan dengan arah tumbuhnya rambut. Oddly satisfying banget deh pas bagian ini. Hihi. Gunakan tisu untuk mengelap spatula yang dipenuhi krim dan rambut, supaya lebih mudah membuang sisanya nanti
5. Bersihkan sisa krim dengan air, lalu lap dengan handuk lembut

Super easy, ya? Apalagi Veet Hair Removal Cream ini enggak berantakan, rambut-rambut halus itu menempel di krim dan tinggal membersihkannya dengan tisu saja. Enggak memakan waktu lama, kurang dari 10 menit area berbulu di tubuh bisa bersih sampai ke akarnya.

Penasaran enggak sih. kenapa Veet bisa menghilangkan rambut halus di permukaan kulit kita dengan mudah dan tanpa ribet? Jadi, krim ini akan memecah struktur rambut dan menghancurkan keratinnya dalam jangka waktu tiga menitan aja (bisa lebih jika rambutnya lebih tebal), jadi rambut halus atau bulu-bulu itu jadi terlepas dari folikel dan bisa dengan mudah dibersihkan menggunakan spatula yang tersedia dalam kemasan Veet.

Kenapa Saya Suka Veet Hair Removal Cream?



Ada beberapa alasan yang bikin saya akhirnya banting setir ke Veet, beberapa diantaranya adalah :

- Nyaman. Beda dengan pisau cukur biasa, krim Veet merontokkan bulu dengan nyaman

- Adem. Dulu saya sempat khawatir untuk pakai Veet karena takut panas, apalagi diaplikasikan di bagian yang sensitif seperti ketiak, ternyata? enggak panas sama sekali, adem banget.

- Enggak gatal. Formula Veet enggak gatal di kulit, cocok untuk semua jenis kulit karena ada tiga varian Veet untuk kulit normal, kulit kering dan kulit sensitif sekalipun!

- Bersih. Aplikasikan krim Veet sekali, rambut halus tercukur sampai bersih karena krim ini menghilangkan rambut halus sampai ke bawah permukaan kulit

- Tumbuhnya lebih lama. Karena hasilnya sangat bersih, otomatis si rambut halus pun tumbuhnya lebih lama, sampai 7 hari lho. Asyiknya lagi, ujung rambut yang tumbuh enggak kasar seperti hasil shaving pakai alat cukur biasa, lembut banget gengs
Kenapa Veet Hair Removal Cream terasa lembut dan nyaman banget di kulit? Karena ada Silk & Fresh Technology di dalam produk yang satu ini. Jadi, teknologi mutakhir ini yang bikin Veet berbeda dengan krim penghilang bulu lainnya karena aromanya yang wangi. Veet Silk & Fresh dilengkapi dengan aloe vera dan vitamin E yang membuat krim ini nyaman digunakan dan menghaluskan kulit, juga bebas bau tak sedap saat produk digunakan.
Nah, sekarang saya sudah ketemu solusi untuk menghilangkan rambut halus tanpa drama gatal-gatal dan lecet. Bonusnya lagi, saya bisa mendapatkan kulit ketiak yang makin cerah alias enggak item lagi karena sudah berhenti shaving. Ditambah ada vitamin E salam Veet yang bisa mencerahkan kulit dari dalam. Bisa lebih pede di depan pakSyu, hihi.

Dengan menggunakan Veet Hair Removal Cream ini, teman-teman bisa jadi #BeAConfidentYou karena bisa menunjukkan kulit bersih bebas bulu tanpa drama.

Comments

Popular posts from this blog

Review Downy Parfum Collection Mystique : Wanginya Awet Sampai 2 Minggu

Pengalaman Pakai Masker Kefir Selama 1 Bulan

Review Ellips Hair Vitamin Shiny Black : Beneran Hitam dan Berkilau