Mengenal Sejarah Yamaha Mio


Yamaha Mio merupakan nama yang sudah tidak terdengar asing lagi di di telinga masyarakat Indonesia. Motor ini kerap terlihat di seluruh jalanan Nusantara dan menjadi salah satu pelopor skuter matik tanah air. Keberadaanya yang sudah lebih dari 15 tahun terbukti masih menjadi favorit dihati masyarakat Indonesia.

Awalnya Yamaha Mio didesain untuk dipakai oleh kaum hawa. Namun, pada kenyataannya banyak kaum lelaki yang menyukai Mio hal ini karena desainnya yang dinamis, ramping serta pengoperasiannya yang sangat mudah dengan sistem transmisi otomatis yang praktis. Kalau mau berbicara tentang sejarah Mio, ada beberapa model matic yang perlu disebut di sini.

2003: Generasi Pertama Yamaha Mio

Generasi pertama diproduksi pertama kali pada tahun 2003. Didesain dengan bodi ramping, ringan dan sederhana. Tipe ini dibekali dengan mesin berkapasitas 113cc SOHC dengan sistem pengaturan bahan bakar konvensional. Generasi pertama ini dikenal handal dan juga sangat hemat bahan bakar.

2007: Mio Soul Dirilis

Pada tahun 2007, Yamaha mengeluarkan Mio Soul yang mempunyai desain lebih macho dengan lampu ada di bagian depan. Desain bodi yang lebar semakin menambah peminat  skuter matik di Indonesia. Kehadiran Mio Soul juga mematahkan stereotip jika skuter matik hanyalah motor untuk kaum hawa, mengingat motor ini digunakan oleh banyak kaum adam untuk motor pemakaian harian.

2008: Munculnya ‘Mio Smile’

Setahun setelahnya, Yamaha Mio melakukan perubahan di bagian headlamp sehingga sepeda motor ini mempunyai panggilan 'Mio Smile' ini karena memang terlihat seperti sedang tersenyum. Mesinnya yang tidak berubah, masih 113cc, mampu menghasilkan torsi puncak 8,5 Nm pada 5.000 rpm dan tenaga maksimal 7,75 PS pada 8.500 rpm.

2012: Inovasi untuk Mio J

Di tahun 2012, Yamaha berinovasi dengan menyematkan teknologi injeksi Blue Core pada seri Mio J. Selain itu, Mio J menggunakan teknologi DiAsil Cylinder serta Forged Piston sehingga membuat tipe ini mempunyai kinerja mesin yang optimal.

2013: Kelahiran Mio GT

Tidak lama kemudian, pada tahun 2013 Yamaha kembali meluncurkan Mio Series untuk masyarakat Indonesia yaitu Yamaha Mio GT. Istimewanya tipe ini adalah pada desainnya yang dikerjakan langsung oleh insinyur Yamaha Indonesia. Pada generasi ini, sistem karburator sudah ditinggalkan dan digantikan sistem injeksi terprogram atau yang sering disebut Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI). Sepeda motor ini diklaim mampu meningkatkan performa dan juga hemat bahan bakar sampai dengan 30% jika dibanding dengan generasi sebelumnya.

Pengembangan varian Yamaha Mio di Indonesia

Hanya selang selama setahun, Yamaha memberikan opsi di keluarga Mio series, yakni Yamaha Mio M3. Tipe ini mengusung mesin baru dengan kapasitas silinder 125 cc. Setelah kemunculan Mio M3, Yamaha tidak berhenti untuk mengembangkan varian ini. Tepat pada tahun 2016, Yamaha kembali meluncurkan tipe baru berjuluk Mio Z. Secara garis desain, tipe ini masih mengandalkan garis bodi yang mirip dengan Mio M3.

Salah satu perbedaannya terdapat di bagian kaki-kaku. Ukuran pelek dan ban dibuat lebih lebar yaitu dengan pelek depan 1,60x70-40 dibalut ban berukuran 80/80-14. Di bagian belakang, digunakan velg ukuran 2,50x14 dengan ban berukuran 100/70-14.

Pada 2017, bisa dibilang jadi tahun yang spesial dari motor Yamaha Mio series. Kali ini, lagi-lagi Yamaha memasarkan dua tipe matic untuk pasar Indonesia:

Yamaha Mio M3 125 AKS SSS yang telah dilengkapi dengan Advance Key System (AKS) serta Stop Start System (SSS).
Yamaha Mio S yang didesain dengan bodi yang lebih kompak.

Desain kedua tipe Yamaha Mio yang disebut di atas terlihat cukup berbeda dengan bentuk Mio series sebelumnya. Bentuk sayap dan tebeng depan Yamaha Mio S terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan tipe Mio Z sedangkan tipe M3 terlihat lebih kekar dengan garis bodi tajam. Pada tipe yang lebih baru ini juga dibekali lampu depan tipe LED atau Light Emitting Diode untuk membuat perjalanan pada malam hari semakin nyaman.

Yamaha Mio M3 dan S terbaru dibekali dengan mesin 125cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 9,4 dk di 8.000 rpm dan Torsi 9,6 nm di 5.500 rpm. Karakter mesin semacam ini tergolong cocok untuk dipakai di jalan perkotaan.

Dengan nama besar dan sejarah panjang dikelas skuter matik, Yamaha Mio sangat populer sebagai produk skuter matik pilihan keluarga Indonesia. Jadi, Anda memiliki varian Mio yang mana?


Comments

  1. Motor kekinian. Cocok untuk dalam kota yang sering macet

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Downy Parfum Collection Mystique : Wanginya Awet Sampai 2 Minggu

Pengalaman Pakai Masker Kefir Selama 1 Bulan

Review Ellips Hair Vitamin Shiny Black : Beneran Hitam dan Berkilau