Wednesday, 5 September 2018

Review Film The Nun (2018) Ala Nuniekkr.com

Review Film The Nun (2018) Ala Nuniekkr.com - Sering saya lihat review film ala-ala di blog yang saya bewe-in, ada yang oke dan ada yang sok oke, niat bikin review film yang berbobot, pakai bahasa-bahasa yang berat dan pilihan diksi yang sangat ribet (sampai-sampai enggak paham maksudnya apa). Saya pun berniat untuk jadi penikmat film dalam diam saja, enggak usah deh ikut-ikutan review film karena saya enggak menguasai belakang layar dan segala tektek bengek film. Eh enggak taunya setelah saya nonton The Nun, saya jadi pengen ikutan review. Bukan karena sekarang saya sudah pinter perihal film, tapi cuma karena pengen saja...hahah. Random banget.


No spoiler ya bosque, walau saya ini pecinta spoiler dan bakalan girang kalau ada yang spoiler serial, film, atau bahkan komik yang saya suka. Tapi saya enggak mau spoiler film yang satu ini, kalau mau spoiler mah japri saya saja. Hihi. 

Jadi The Nun ini adalah sebuah sejarah darimana si Valak ini 'netas', jauh sebelum Anabelle dkk muncul meramaikan jagad perhantuan dunia. Setting di tahun 1952, di sebuah biara terpencil dan tertutup di Rumania. Saat filmnya baru mulai, kita sudah disuguhi adegan yang bikin jantung kembang-kempis, dimana dua orang biarawati berjalan di sebuah lorong gelap, salib berbagai ukuran di kanan dan kiri lorong, seakan jadi benteng terakhir penjagaan dari sesyuatu yang menyeramkan disana. 

thefineartdiner

Bener aja, di ukung lorong ada sebuah pintu dengan tulisan "Finit hic, Deo" yang kurang lebih artinya "Tuhan berakhir disini". Hmm...ada apakah di dalam? Salah satu biarawati masuk dan tewas, sementara biarawati yang satunya (yang mirip Nikita Mirzani) harus melarikan diri dengan membawa sebuah kunci, yang kelak bakal jadi 'kunci' untuk mbak/mas Valak ini. Biarawati yang melarikan diri ini enggak lari ke hutan, enggak. Melainkan memilih untuk bunuh diri dengan menggantung diri, semua itu dia lakukan dengan maksud supaya iblis yang disegel (kyubii kali ah disegel) di dalam biara tersebut enggak mencuri rohnya dan pakai jasadnya untuk beraksi di luaran sana. 

Nah, nah...Vatikan pun dengar perihal biarawati yang bunuh diri ini dan mencurigai ada sesuatu yang enggak beres. Secara ya, bunuh diri adalah sebuah dosa besar dan masa iya seseorang yang sudah mengabdikan dirinya untuk melayani Tuhan malah melakukan dosa besar? Maka diutuslah seorang pastor spesialis kejadian ganjil di gereja (kalo saya enggak salah ngerti) yang namanya Pastor Burke. Plus seorang partner yakni suster Irene, yang istimewa karena memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal 'spesial'. You know lah...indera keenam. 


Untuk sampai ke biara, dibantu oleh seorang penduduk lokal ganteng keturunan Perancis-Kanada yang senang dipanggil Frenchie. Bukan cuma karena dia doang yang mau nganterin supply makanan buat suster-suster yang ada di biara terpencil itu per triwulan selama bertahun-tahun, tapi juga karena dia itu yang menemukan suster Victoria tewas tergantung dengan jasad yang sudah rusak. 

Setelah ketiganya kembali ke biara, kejadian-kejadian yang bikin merinding dan kaget-kagetan pun dimulai. Frenchie dengan penampakan-penampakan dari suster Victoria, pastor Burke dengan masa lalunya yang paling dia sesali (pengusiran setan terhadap seorang anak laki-laki yang ujungnya menewaskan si anak) dan suster Irene dengan penglihatan-penglihatan spesialnya. 

Belum, Valak belum nongol disini dan kalau saya boleh jujur...saya enggak serem sama sekali lihat Valak walaupun dia jadi bintangnya disini. Yang bikin saya merinding terus ikut keringetan justru kondisi biara yang horor abis dan biarawati yang ada disana kok dingin-dingin banget. Misterius dan diajak bicara pun semacam ada hal yang harus disembunyikan. Sempat terlintas di benak saya, apa ini penampakan aja? Jangan-jangan mereka sebenarnya adalah arwah atau apalah...kalau kita sebut arwah, mereka nyata banget dan komunikasi sama suster Irene (bahkan nyeritain sejarah biara yang tadinya bekas kastil pemuja iblis dan sihir gitu deh). Tapi tenang, semuanya terjawab di ending film, kok.



Setelah itu enggak udah saya ceritain lagi, ya? Malah jadi spoiler nanti kan enggak asyik. Hihi. Jangan berharap Valak bakal tewas lebur disini, sebab kan ini kan film yang menceritakan latar belakang Valak, iblis jahat dengan tudung yang katanya 'panglimanya para ular'. Ah ya, nanti juga ada cerita yang tersirat mengenai kapan si iblis Valak bisa keluar diam-diam dari segelannya dia, lho!

Film ini disutradarai Corin Hardy, yang merupakan sutradara The Hallow yang rilis 2015 silam dan sukses di pasaran. Sementara sutradara seri-seri The Conjuring sebelumnya yaitu James Wan lebih memilih untuk duduk di kursi produser plus bikin skenario bareng Gary Dauberman (penulis skenario IT). James Wan enggak sendiri, namun juga bareng-bareng Peter Safran yang jadi produser di The Conjuring dan Anabelle. Widih, tjakep. 

Lalu apakah The Nun alias Valak masih diperankan oleh Bonnie Aarons? Tentu saja! Auranya memang dapet banget sih. Hehe. 

Nah, itulah dia Review Film The Nun (2018) Ala Nuniekkr.com. Emang seadanya banget, ya? Saya enggak mau bahas bla-blanya mengenai film, akting, kostum, atau apalah-apalah karena bukan bidang yang saya ngerti. Daripada salah ngomong yekan? Ya saya cuma retelling aja gitu dan menyatakan kepuasan saya nonton film ini. Begitju. Satu hal yang saya dapet dari sini, jangan pernah berhenti berdoa pada Tuhan, karena sejahat dan sekuat apapun iblis dan hawa nafsu, Tuhan selalu yang memiliki kuasa. 

Jadi, sudah nonton The Nun?

2 comments:

  1. Saya justru melewatkan banyak waktu untuk mencari info dan review dari film ini, terimakasih untuk ulasanya

    ReplyDelete
  2. Liat di TV beberapa bioskop menyediakan kejutan hadirinya Valak di tengah2 penonton

    ReplyDelete

Mengulas Seputar Puma, Store Perlengkapan Olahraga Terlengkap

Mengulas Seputar Puma, Store Perlengkapan Olahraga Terlengkap - Siapa yang tak kenal dengan brand sepatu yang satu ini? Brand yang telah b...