Thursday, 23 November 2017

Review Pemakaian Softlens N8 Ice Grey

Review Pemakaian Softlens N8 Ice Grey - Beberapa tahun belakangan saya sudah hampir enggak pernah pakai lensa kontak lagi, karena merasa sudah tua dan takut dibilang centil apalah-apalah. Tapi setelah saya sering dibuat bingung gegara model jilbab yang imut dan cantik malahan jadi culun setelah saya selipin kacamata, juga rasa bete dan galau yang berkepanjangan saat orang yang lebih tua dari saya manggil 'Bu'. Akhirnya benteng pertahanan saya runtuh, saya mau pakai softlens lagi.

Walaupun seseorang yang saya sayangi dan gemesin bilang bahwa sebutan 'Pak' dan 'Bu' itu adalah the new trend, alias kekinian, tapi saya tetap kurang happy saat ada orang yang panggil saya dengan sebutan ibu. Karena saya merasa bahwa saya ini masih muda, walaupun usia menjelang kepala tiga, sih. Iya deh, kelakuan saya masih kayak bocah, jadi boleh dong menolak dipanggil ibu? Haha.

Baiklah, muqadimahnya terlalu panjang dan enggak jelas. Maka karena itu alangkah lebih baiknya jika saya segera membahas softlens apa yang saya pilih untuk menyamarkan raut muka 'terlalu dewasa' yang saya miliki ini. 

Review Pemakaian Softlens N8 Ice Grey
Review Pemakaian Softlens N8 Ice Grey

Jeng-jeng-jeng!!! Saya memilih Ice N8 Nude Lens warna abu-abu alias grey. Kenapa saya pilih warna abu-abu? Karena dulu saya pernah punya dengan diameter dan warna yang sama, yaitu grey 16 mm, hasilnya bagus dan enggak lebay. Sebenarnya saya sempat khawatir juga sih kalau nanti hasilnya malahan bikin mata saya kelihatan bolong. Anu, saya sering lihat foto-foto penganten yang pakai softlens abu-abu terang banget dan matanya kelihatan melotot, bolong. Maaf buat yang suka pakai softlens abu-abu terang dan bulu mata tebel banget, huhu. Selera kita beda, kita tak sejalan.

Saya sampai cari referensi di Google, lho! Saya cari-cari testimoni pemakai softlens yang sama dengan warna yang sama juga buat lihat seberapa terang warna abu-abu dari si softlens itu sendiri. Hasilnya ternyata menenangkan hati, abu-abunya masih terlihat tapi tidak ngejreng dan bikin mata kelihatan bolong, selain itu diameternya yang besar bikin mata terlihat lebih bulat. Oke baeklah.



Jadilah setelah paket softlens datang, saya langsung pakai. Eits sebelumnya, harus ganti air bawaan dari softlensnya, ya! Begini lho caranya :

- Cuci tangan sampai bersih, lalu keringkan
- Siapkan softlens, siapkan juga wadah softlens yang sudah dibersihkan terlebih dahulu
- Buka softlens dari kemasan satuannya dan letakkan di permukaan tangan kemudian teteskan beberapa tetes cairan softlens ke atas softlens lalu gunakan ujung telunjuk untuk membersihkan permukaan soflens. Gerakan jari memutar dan hati-hati
- Angkat soflens perlahan, buang airnya lalu bilas dengan cairan softlens. Setelah itu masukkan ke dalam wadah softlens yang sudah diisi cairan khusus softlens, tutup rapat. 

Setiap mau pakai softlens juga bisa melakukan rangkaian anjuran di atas, ya! supaya matanya enggak perih dan softlens lebih awet. Setelah pakai softlens juga wajib dicuci, caranya sama seperti yang saya sebutkan di atas.

Pertanyaannya. Apakah saya cuci softlens dulu sebelum saya pakai untuk pertama kali? Jawabannya adalah ain't got time for that! Enggak tahan buat buru-buru melihat hasilnya di mata. Bwahahahah! Jangan ditiru yaaa, ini spesial buat yang satu ini, kok. Biasa-biasanya saya juga cuci dulu softlensnya. Hihi.

Lalu bagaimana review saya setelah pakai softlens Ice N8 Grey? Nyaman di mata, karena tipis banget jadi enggak terasa mengganjal (saya punya Picollo black 14mm, agak tebal dan kokoh, beda dengan Ice N8), bikin mata terlihat belo dan bulat menggemaskan, warnanya cocok untuk kulit sawo matang dan enggak norak kelihatannya. Saya juga enggak perlu repot pakai kacamata karena softlensnya saya pilih yang minus.

Selain itu enggak perih pula di mata walau dipakai lebih dari 4 jam (asal sering-sering teteskan tetes mata supaya enggak kering). Saya bawa tidur juga oke-oke saja, tapi durasi pendek ya cuma sekitar 10-15 menitan saja. Kalau lebih dari itu not recommended, karena kering nanti matanya karena enggak bisa bernapas dan berujung bikin si softlens nyangkut di bola mata. Hii.

Akhirnya saya bisa tampil lebih percaya diri, pakai jilbab model apapun tak rusak karena bingkai kacamata yang segede gaban. Lalu apakah saya kemudian dipanggil teteh atau neng saat pergi-pergi pakai softlens? Ternyata enggak. Saya tetap dipanggil ibu karena ada anak bocah yang ngintil kemana-mana dan panggil saya Ummi. 

Iya, saya sudah punya anak. Haha

Yasudahlah yaa...dipanggil ibu pun jadilah. Karena memang saya sudah ibu-ibu dan baiknya inget-inget umur juga sih. Tapi enggak apa dong ya kalau saya jadi senang pakai softlens lagi? saya bukan cuma mau gaya-gayaan doang kok, saya juga pakai softlens supaya kerja atau pergi-pergi enggak ribet dengan kacamata, jadi pake softlens hallah halesan

Overall puas pakainya dan rencananya mau cari lagi yang cokelat, warna hitam juga dengan diameter yang sama, 16mm. Saya juga pengen coba pakai softlens warna pink, kayaknya lucu. Tapi buat di rumah saja ya, saya enggak mau jadi gunjingan orang karena pakai softlens ngejreng macam pesta tahun baru saja.

Itulah Review Pemakaian Softlens N8 Ice Grey, jangan lupa baca artikel lainnya di blog saya ya. Misalnya Review Shampo Wardah Hair Fall.

1 comment:

  1. saya masih lebih memilih pakai kaca mata sampai sekarang
    dan memang sudah melekat menjadi ciri khas dan identitas saya
    pernah ada yg saranin pake softlens aja biar gak repot kalo musim ujan atau masak indomie yg kadang suka burem

    ReplyDelete

Waspada Difteri. Begini Bentuk Cinta Saya Sama si Semata Wayang

Difteri. Belakangan ini ramai banget dibincangkan, apa sih yang dimaksud dengan difteri? Difteri tak lain adalah infeksi bakteri yang p...