Thursday, 6 October 2016

Rasa Iba dan Prasangka Baik (Hampir) Enggak Berlaku Lagi Sekarang

Rasa Iba dan Prasangka Baik (Hampir) Enggak Berlaku Lagi Sekarang - Ada yang enggak bisa bawa motor sendiri? kalau ada, ayo tos sama aku. Soalnya aku juga enggak bisa bawa motor sendiri. Gimana ya, aku sih mikirnya selama masih bisa dibonceng ngapain bawa motor sendiri? hehe. Prinsip males ribet banget gitu yaaa.

Tapi susahnya enggak bisa bawa motor sendiri bakalan kerasa kalau ada perlu, tapi enggak ada yang bisa boncengin. Jangankan tukang ojek ganteng yang wangi dan suka traktir beli bakso di warungnya Mang Hamid sambil ngemodus minta nomer HP, tukang ojek rese dan suka naikin ongkos pas lewat jalan nanjak aja enggak ada. Satu-satunya pilihan yang paling mungkin ya naik angkutan umum, kalau di daerahku pakai angkot alias angkutan kota. Ongkosnya cuma 3.000-5.000 doang.

Jadi inget deh ada satu kejadian yang bikin dongkol pas aku naik angkot, kalau sekadar supir yang minta tambahan ongkos atau ibu-ibu bodi big yang demen duduk deket pintu dan ngalangin jalan sih syudah biasa. Kejadian yang satu ini bikin aku banyak-banyak istigfar dan heran sendiri, rasa iba dan prasangka baik kayaknya udah mulai enggak berlaku lagi sekarang.



Waktu itu, dua tahun yang lalu kayaknya sih, soalnya waktu itu aku masih pakai celana jeans kemana-mana dan belum pakai rok atau gamis macam sekarang ini akibat badan yang semakin melar tak tertahankan. Niat hati mau beli sesuatu bareng si semata wayang, jadilah aku dan dia pergi berdua naik angkot 01 jurusan Cisaga-Banjar. Pas pertama naik masih kosong, belum ada penumpang lain dan bisa milih duduk dimana aja, aku milih duduk di bangku pendek dekat pintu.

Sekitar dua ratus meteran naik lagi ibu-ibu, dua orang dan mereka duduk di seberangku. Penampilan normal layaknya ibu-ibu kebanyakan, gamis kaos dan jilbab, lengkap dengan gelang gedong-gedong di kedua pergelangan tangan. Tau deh itu asli apa sepuhan doang, ra urus. Wkwk. Sampai saat itu masih fine-fine aja dan aku masih asyik ngobrol sama anakku, naaah di depan kantor kecamatan ada yang naik lagi, usianya sekitar 35 tahun ada kali ya, lelaki muda menjelang om-om. Rambutnya keriting klimis sebahu dan pakai batik. Oh, mungkin dia habis dari kondangan. Batinku, secara di belakang kantor kecamatan itu memang ada gedung serbaguna yang bisa disewa buat resepsi.

Sekilas kulihat kedua tangannya-maaf-hanya sampai pertengahan tangan doang, jadi dia enggak punya pergelangan tangan dan jari-jari. Entah enggak pede atau gimana dia duduk dekat pintu keluar yang otomatis sebelahan sama aku. Setelah angkot kembali jalan, aku pun balik lagi asyik sama bocah, ngobrol ngalor ngidul sambil ngalihin perhatian si kecil dari orang yang duduk di sebelahku itu. Secara bocah, kalau lihat sesuatu yang not as usual itu suka penasaran pengen dilihatin terus, dicari tau dan itulah penyebab awal kenapa banyak bocah resek yang suka melong (ngeliatin tanpa kedip) sama kita. Kesel kan? kesel? Makanya aku suka kasih pengertian ke anakku, kalau lihat emak-emak dengan style yang labil atau orang yang difabel, jangan suka dipelong. Selain enggak sopan, lihatin orang begitu bisa bikin sakit hati atau tersinggung. Keep your attitude, son!

Makin jauh si angkot berjalan, tapi ini si lelaki kok duduknya makin mepet yaaa? apa pantatnya licin sampai duduknya geser sana geser sini? Enggak suudzon, aku geser duduk aja deh jadi makin dekat jendela belakang angkot, posisi tanganku sendiri meluk anak dan otomatis sebagian area pinggangku enggak terhalang apapun jadi tangan si lelaki itu sesekali nyenggol-nyenggol punggung dan pinggang. Ngerasa enggak nyaman, aku makin mepet ke pojokan dan sialnya kenapa malah makin dipepet begini?

Oke, aku belum bisa suudzon. Bisa jadi pantat si lelaki itu beneran licin dan kursi yang dia duduki itu miring abis. Aku sama sekali enggak tega kalau harus nyangka dia mau macem-macem, secara dalam pikiranku-maaf maaf-orang yang difabel itu enggak akan ngelakuin hal-hal yang bikin dia ada dalam masalah besar, yang bikin dia jadi pusat perhatian. 

sumber gambar tertera


Tapi, hey! Apa ini? Kenapa sekarang tangannya bukan cuma nyenggol doang? Sikunya mulai ditekuk-tekuk (yang otomatis menyenggol bagian depan tubuhku) dan tangannya mulai nekan-nekan paha. Jelas banget kurasa kalau tekanannya mulai mengarah ke-maaf lagi-organ pribadiku. Wah, wah! enggak beres nih. Enggak beres!

Tanpa banyak mikir lagi aku segera pindah ke seberang sambil bawa anakku, kupeluk erat sambil jantung deg-degan luar biasa. Apa-apaan itu barusan?!

Setelah agak tenang aku jadi balik punya keberanian dan kutatap tajam lelaki itu, jelas sekarang dia jadi salah tingkah sendiri dan duduknya udah kembali ke dekat pintu lagi. Kursinya juga rata, enggak miring. Damn it!

Si lelaki itu lalu turun di area yang enggak lazim, yang bukan tempat pemberhentian penumpang. Kayaknya sih karena salah tingkah karena ketauan dan takut aku teriak. Setelah dia turun, aku banyak-banyak istigfar dan ngerasa badan kotor banget. Lelaki itu difabel, dan aku memperlakukan dia sama kayak orang normal kebanyakan, aku enggak norak ngeliatin tangannya atau bertanya-tanya kenapa gerangan tangannya jadi begitu atau apalah-apalah karena itu yang mereka inginkan, kan? Karena difabel juga manusia, mereka ingin diperlakukan wajar dan enggak dianggap aneh. Enggak mau jadi ditatap dengan curiga atau beragam prasangka buruk lain karena penampilan mereka berbeda. 

Tapi yang satu ini. Kamvreto! Memanfaatkan kekurangan yang dia miliki buat mesum? Terus pas si korban nyadar dan mulai bereaksi, dia bakalan playing victim dan bilang kalau si korban udah mitnah. Shame on you!

Sejak saat itu aku jadi lebih waspada lagi, bepergian pakai angkutan umum enggak boleh biarkan siapapun nyentuh badan walau secuil. Setelah itu jadi parnoan kalau kepaksa duduk mepet-mepet sama lawan jenis saat angkutannya penuh, takut tiba-tiba ada tangan menjalar. Hiii. Terlalu berprasangka baik dan selalu iba sama kekurangan orang sekarang bisa jadi masalah buat kita. Gara-gara ada oknum yang ngemodus manfaatin rasa iba dan prasangka baik dari orang lain. Salah satunya ya si lelaki difabel dengan rambut kelimis itu.

Karena oknum-oknum macam begini sudah makin banyak, ada baiknya waspada dan coba terapin tips-tips aman dari pelecehan seksual dalam kendaraan umum ala aku ini :

- Jaga area pribadi (dada, pinggang dan organ pribadi), pakai tas untuk menghalangi area-area itu dijamah orang, baik sengaja atau enggak. Walaupun enggak sengaja tapi ya jijik aja kan kalau kesenggol.
- Jangan mudah iba. Kalau tiba-tiba ada yang sakit perut atau kejang atau muntah-muntah di dalam kendaraan umum dan tangannya bergerak-gerak enggak beraturan kesana-sini, dan misalnya enggak sengaja nyentuh atau nyenggol area pribadi. Singkirkan dulu tangannya dan jangan dibiarin atas dasar 'emeregency'. Kalau memang orang itu butuh bantuan, bantulah sebisanya.
- Jangan tampil mencolok. Jangan pakai pakaian terlalu ketat, pakai jilbab pun jangan jilbo*b karena banyak pervert di luaran sana yang fetish-nya jilbo*b. Jadi walaupun kamu enggak niat buat menarik perhatian siapapun, dan enggak niat nonjolin apapun, waspada itu tetap perlu. Cara antisipasinya adalah pakai pakaian yang agak longgar dan tertutup. 
- Anak dan saudara juga harus dikasih tau tentang macam-macam modus pelecehan seksual dalam kendaraan umum, ajari juga cara membela diri dari pelecehan seksual yang 'halus', misalnya segera mencari tempat duduk yang lain atau pergi bareng dengan teman supaya lebih aman. Apalagi sekarang bukan cuma perempuan yang jadi korban, anak-anak lelaki dan perempuan juga jadi incaran. Seram!

Yang paling penting, harus berani teriak kalau merasa ada yang enggak beres. Kalaupun nanti si pelaku sok-sok enggak bersalah, no problem, yang penting kita udah berhasil gagalin niat mesumnya dia. Kalau semua perempuan berani, mesumers dengan berbagai modus operandi juga bakalan mikir dua kali buat being a pervert di depan umum. 


11 comments:

  1. Sekarang ini memang suka gitu, memanfaatkan kesempatan dan kesempitan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memanfaatkan kekurangan dalam kesempatan, hicks

      Delete
  2. Aku juga pernah ngalamin mba waktu naik bis kan bangkunya 2 itu jadi aku posisi didekat jendela bagian depanku ditutpi tas karena aku dlu kebiasaan tidur jadilah aku tidur tapi kebangun gara-gara kurang ajar laki2 sebelahku ga tau malu pegang pahaku untung ga pegang area sensitif. aku langsung reflek teriak "woy" sambil melotot dan dia langsung berdiri turun. Aku pelototin dia nunduk terus, kebangetan emang mba kesyel luar biasa saat itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu orang yang gatau malu begitu pikirannya sih kayak gimana ya? kok berani-beraninya gitu lho, kalau sampai digebukin orang sih gimana?

      Delete
  3. ngeri juga yah Mba :(
    saya ikutan emosi loh membacanya :(

    btw saya juga sedang ngadain giveaway di blogku loh, ikuta yuk :)

    ReplyDelete
  4. Duh... mangkanya aku ga mau klo lagi naik angkot sndirian duduk di belakang sndiri mbak. kcuali aja sepi baru juga udah mending cari angkot lainnya. Karena, mski ada penumpang ga trlalu banyak, aku coba pilih duduk di depan dekat pak supir, tapi ya gitu, tetep awas. hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eeeh gataunya malah pak supirnya yang 'jail' hicks.
      musti hati-hati banget kita..

      Delete
  5. jadi perempuan memang harus dan wajib selalu waspada ya. soalnya dalam beberapa kasus, perempuannya yang disalahin.

    padahal kalo lihat reaksi si mesumer yang ga berani menatap dan buru-buru turun itu jelas menunjukkan dia yang bersalah, bukan perempuannya.

    meski gitu, bener kata mbak nuniek, kita seyogyanya pakai baju yang bisa menjaga keselamatan.

    ReplyDelete
  6. Terima kasih sudah ikut mini giveaway kekerasan seksual ya Mbak.

    ReplyDelete

Review Pemakaian Softlens N8 Ice Grey

Review Pemakaian Softlens N8 Ice Grey - Beberapa tahun belakangan saya sudah hampir enggak pernah pakai lensa kontak lagi, karena merasa s...