Friday, 9 September 2016

Akhirnya Surveyor Leasing Itu Menikah Juga

Jadi begini, aku ini bukan termasuk cewek yang bikin cowok jatuh cinta pada pandangan pertama. Perlu dipandang berkali-kali supaya jatuh cinta beneran *apasih*. Enggak, memang aku ini bukan golongan cewek kece jelita yang bikin cowok klepek-klepek. Kan kalau cewek cantik lewat mah, cowok-cowok pada suit-suitin kan ya? nah kalau aku yang lewat, mereka malah istigfar dan baca ayat Kursi bareng-bareng. Ya kaleeee aku ini dedemit. Sedih.

Jadi, sekalinya ada cowok yang tetiba kirim SMS dan ngajak kenalan, rasanya itu...ruaaarrr biasahhh!

Dia adalah surveyor leasing dimana aku memutuskan untuk akad kredit laptop, orangnya tinggi besar dan brewokan tipis. Kita panggil saja namanya IHIR. Nah, si Ihir ini mengaku kalau sejak tanda tangan akad kredit, sudah perhatiin aku, cuma ya itu akunya cuek-cuek saja. Bukannya sok cool gitu yaa, cuma aku mau ngapain coba sok jaim sok imut? enggak pernah ada cowok yang perhatiin aku kok!
Sorry Mr.Ex

Sejak saat itu rasa percaya diriku makin bertambah, wah ada juga nih yang naksir pada pandangan pertama. Berarti aku cakep juga...ahiw!! Aku jadi sering berkaca, rajin bedakan dan pakai gincu supaya tetap 'cantik'. Pokoknya aku jadi centil!
Kemudian Ihir dan aku resmi jadian, dalam seminggu saja sudah banyak hal yang kami diskusikan termasuk pernikahan. Ihir yang tulang punggung keluarga dengan tanggungan ayah ibu dan adik yang masih kuliah, menawarkan pernikahan sederhana yang tanpa kirim-kirim undangan, apalagi pakai dangdutan. Aku yang memang kurang suka keramaian, tanpa banyak bicara langsung mengiyakan usulan si akang Ihir tersebut. 

Urusan rumah, kami juga sudah rencanakan. Niatnya ambil kredit rumah dengan sistem patungan. Bayar DP patungan, cicil rumah juga gantian per bulannya. Masalah? enggak sama sekali. Aku malah senang diajak terbuka soal ekonomi antara kami, secara gitu yaa mau nikah berumah tangga, komunikasi ekonomi jadi hal yang penting banget untuk dibicarakan. Selama pacaran, tak ada traktir-traktiran, tak ada hadiah-hadiahan, semua serba masing-masing. Yes, kami berdua tipikal pacaran mandiri. Huhu.

Hingga satu waktu, Ihir susah dihubungi sejak pagi. Setelah dicecar telpon dan SMS, akhirnya jelang Magrib ia membalas, "Lagi di ulang tahun temen." singkat padat jelas dan menohok. Apa? seharian tanpa kabar lagi di ultah temen? Temen macam apa pesta ulang tahun seharian?

Aku yang merasa memiliki Ihir, mulai menunjukkan dominasi. Aku calon istrinya, berhak untuk dapat kabar 24/7 dari Ihir, berhak dapat perhatian penuh dari dia. Aku yang biasanya sabar dan enggak neko-neko, tetiba manja dan over acting. SMS dan telpon ratusan kali bersarang di nomernya, hingga dia menjawab pesanku dengan "Jangan telpon melulu, aa lagi sama saudara. Malu."

Kesal, aku merajuk sampai subuh, kupikir Ihir akan menyesal sudah cuekin aku seharian. 

Ternyata meleset, sampai dua hari kemudian tak ada kabar. Aku yang menyesal sudah over acting lalu minta maaf, aku sadar betul yang sudah aku lakukan itu sangat norak dan alay. Tapi Ihir ternyata tetap enggak peduli, dia tetap diam. Berhari-hari, tiap pagi dan sore aku SMS, tanya kabar dan sebagainya, barangkali dia luluh...nihil.

Sekalinya balas SMS, isinya bikin dada nyesek. "Kamu boleh hubungin aku, asal jangan ganggu aja." Emak...hancur hati Neng bacanya!! Aku ganggu, aku mengganggu, AKU MENGGANGGU!

Rasa percaya diri mulai hancur, rasa minder kembali menguasai relung hati Neng yang paling dalam. Neng kembali menyadari siapa Neng, Neng yang sama cowok suka dibacain ayat Kursi, Neng yang enggak pernah dapet teman SMSan ganteng, Neng yang kena kontroversi hati *Zaskia Gotik kali aaah*

Akhirnya setelah calling a friend dan ask audience *lah*, aku ambil keputusan. Aku memilih putus dengan Ihir, daripada dibilang ganggu? walaupun memang caraku minta perhatian itu salah, tapi nyuekin terus-terusan dan bilang aku ganggu rasanya kurang tepat juga. Sialnya, Ihir juga mengiyakan mauku dengan segera, kayaknya sih dia memang sudah ngarep pengen putus. Huh, dasar lelaki.


Sejak saat itu, aku kembal jadi diriku yang dulu. Bukan perempuan sok kecantikan lagi, yang merasa tampang cukup oke untuk dicintai pada pandangan pertama, yang merasa jadi pacar berarti memiliki seseorang seutuhnya, yang merasa rencana pernikahan itu ikatan final untuk menunjukkan ketergantungan antara satu dengan yang lain. Aku taubat, kembali jadi diriku dan melupakan patah hatiku yang terasa ngilu.

Sekarang aku sudah makin besar, aku makin bisa menilai hidup dengan cara pandang yang lebih dewasa. Aku sudah move on dari si surveyor leasing yang mengataiku 'tukang ganggu'. Bahkan sudah banyak kejadian pedih lain dengan makhluk jakunan setelah aku bubar jalan dengan si surveyor. Kayaknya sih aku ini memang ada masalah dengan hubungan pribadi dengan lawan jenis. Capek deeh!

Tetapi Tuhan tampaknya ingin aku kembali mengingat Ihir, sebagai suatu tanda untuk mengingatkan aku supaya selalu rendah hati, jangan kepedean dan lupa daratan saat mulai merasa dicintai.

Surveyor leasing pelit itu akhirnya menikah, setelah empat atau lima tahun putus dariku. Bahkan tanggal menikahnya bertepatan dengan tanggal lahirku. Gimana ya? Syedih-syedih gimanaaa gitu. Dia yang dulu menawarkan pernikahan super sederhana dengan budget irit, sekarang menggelar pernikahan megah di gedung. Menyewa WO dan foto prewedd-nya juga underwater. Canggih.

Istrinya cantik, entah wanita karir entah calon ibu rumah tangga biasa. Sembari memandang foto-foto pernikahan yang Ihir upload di Facebooknya, aku jadi ngenes sendiri. Saat kami jadian, belum sekaipun dia mengupload foto kami berdua, tak ada pengakuan aku ini pernah jadi pacarnya. Bertemu ayah ibunya saja aku belum...berarti bisa dikatakan, waktu itu hubungan kami hanya sebatas aku dan Ihir, pernikahan yang kami bicarakan juga masih melayang di awang-awang.

Semakin aku scroll down timeline Facebooknya, semakin aku tersadar...kalau dulu itu aku enggak pernah dia anggap siapapun. Ihir bangga sekali dengan istrinya yang sekarang, setiap momen pacaran bersama dia diunggah ke media sosial. Dari mulai tiket nonton sampai bon restoran, dari mulai jepretan candid pacarnya yang lagi makan seblak ceker, sampai foto couple dengan tangan membentuk love. Dia terlihat bahagia sekali...


Aku yang enggak dia anggap siapapun, aku yang enggak memenuhi kriteria pacar idamannya, aku yang hanya pantas ditawari pernikahan tanpa dangdutan apalagi prewedd underwater yang budgetnya mahal, aku yang sampai saat ini masih suka dibacakan ayat Kursi saat lewat depan banyak cowok...kenapa dulu begitu over percaya diri? Meminta perhatian yang enggak mungkin dia berikan dengan cara yang super duper alay.

Nyesel, sumpah!

Tapi yaaa sudahlah, rasa malu karena sudah kepedean dan yakin bahwa Ihir benar-benar berniat menikahi aku, harus dilupakan. Seenggaknya sekarang aku tau seperti apa tipe perempuan yang Ihir suka, tipe perempuan seperti apa yang akan dia perjuangkan mati-matian untuk bikin si cewek tersenyum bahagia. Berhutang ke bank demi wedding megah pun tak masalah keleuz, yang penting happy. Ups, sudah dibuang, nyinyir pulak wkkk!

Sekarang ya harus benar-benar move on, sekarang ya sekarang. Jadi diriku sendiri yang enggak perlu mikirin perhatian dari orang lain, enggak perlu pusing ngarep kapan bisa menikah, apalagi di gedung dan pakai jasa WO supaya kekinian. Sekarang tugasku hanya tinggal menunggu lelaki yang mau memperjuangkan kebahagiaanku, seperti Ihir yang mati-matian berjuang untuk istrinya yang sekarang. Aku juga pengen diperalakukan seperti itu.

Diam-diam berdoa, diam-diam berharap...suatu saat pasti ada deh yang bakalan jadi my missing puzzle pieces. Suatu saat aku akan bertemu lelaki yang saat aku dan dia ketemu bakalan ada bunyi KLIK, tanda kami klop. Hhahah.

Kapan? Enggak tau sih ya...Tunggu saja! Selama menunggu, ya perbaiki diri, perbaiki hati, jadi wanita sholehah dulu biar yang datang cuma lelaki-lelaki soleh. Nikmati hidup, sebab hidup terlalu berharga untuk sekadar memikirkan cinta doang. Mendingan bahagia dengan apa yang aku miliki sekarang. Aku berhak bahagia, kamu juga!

16 comments:

  1. Ini sebenernya sedih banget tapi kok aku ngakak ya bacanya hahaha , stay strong mbak, youre not alone *nunjuk diri sendiri* :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahah, masa-masa yang udah kelewat itu kadang bikin sedih, tapi bikin ketawa juga kalo diinget-inget bodohnya kita di masa lalu.

      Delete
  2. Kalo kata orang bijak, mati satu tumbuh seribu. Walaopun nyesek, pura-pura kuat aja mbak. Huhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah, yang penting kelihatannya setrong yak..urusan hati mah diem-diem aja. wkwk

      Delete
  3. Walaupun cinta bikin kita patah hati, tapi dari sana kita bisa jadi orang yang lebih dewasa. Setuju sama kalimat yang "Nikmati hidup, sebab hidup terlalu berharga untuk sekadar memikirkan cinta doang", dua jempol deh sama kisah ini. Aku jadi ketawa sendiri sekaligus terharu juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, Betuuuul. Terima kasih doong sama cinta :D

      Delete
  4. Waduh, patah hatinya nggak jadi nikah ternyata. Ini bener-bener nyesek, sih. (anak SMA tau apa soal batal nikah.)

    Semoga menang giveaway-nya Bang Tirta!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kelak enggak nyicipin batal nikah ya, sakit...sakit hicks

      aamiiin lumayan lima orang yang bisa menang, hihi

      Delete
  5. Aamiin...

    akhirnya aku bisa lihat header cantiknya *yeeeay!* bikin mupeng itu header..

    yaelah ini komen malah ga bahas postingan. maafkan ya Neng.. eh Teh.. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp mbak, wkwk
      yang panting mbak main ke istana dunia maya aku ini...eaaakkk

      Delete
  6. Keep strong kk mungkin allah telah menyelipkan jodoh untuk kk yg lebih baik dari ihir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiiin, calonnya barangkali lagi Allah sembunyiin dulu. hihi

      Delete
  7. Keep strong kk mungkin allah telah menyelipkan jodoh untuk kk yg lebih baik dari ihir

    ReplyDelete
  8. keren tulisannya. keren pengalamannya, apalagi pas diajak kawin yg super sederhana itu :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman bikin orang makin bijak. Bijak milih calon buat pendamping hidup. eak!

      Delete
  9. Aku mengganggunya bikin baper :(

    ReplyDelete

Walau Berbeda Beda Tapi Satu Cinta Jua

Saya memiliki dua adik, tapi yang paling deket itu sama adik yang pertama. Usia kami terpaut dua tahun, dan kata orang-orang sih kami ini k...