Friday, 6 May 2016

Patah Hati Oleh si Pacar Pertama

Dulu pernah jadi ABG yang labil banget antara idealisme "High Quality Jomblo" dan pengen pacaran. Di satu sisi aku berusaha terlihat happy dan bangga dengan statusku yang sendirian wae, tapi di sisi lain ngiri berat lihat teman-teman sudah mojok tiap jam istirahat tiba. Dulu aku juga punya mimpi pengen curhat ke teman tentang pacar, iya...mimpi sederhana yang agak menyedihkan.

Masa-masa pengen ditaksir dan menaksir layaknya remaja puber mulai muncul saat SD kelas 6. Waktu itu, aku yang bongsor bukan golongan cewek 'godaineable' ya iyalah lha wong badannya saja bulat memanjang persis tas golf dan waktu itu bisa iseng jahil-jahilan sama anak cowok yang cakep sudah bersyukur alhamdulillah. Sungguh, bahagia di masa kecil itu sederhana banget...batal-batalan wudhu sama anak cowok ganteng saja rasanya sudah dapat fee artikel dua bulan. Uhuk!


Kesendirianku bertahan sampai kelas tiga SMP, waktu itu aku terkenal sebagai Master of Curhatan Pacar oleh teman-teman. Aku yang masih jomblo sering jadi kantong curhat yang terpercaya, lengkap dengan seabrek kisah pahit manis pacaran SMP mereka. Saat aku dengar salah satu teman sudah first kiss, huah! antara ngiri dan enggak percaya banyakan ngirinya sih aku pun menasehati supaya pacaran jangan berlebihan, bukan muhrim *halah*

Keinginan memiliki pacar semakin menggebu, harapan laku dan tak lagi menjomblo pun makin getol kupanjatkan dalam tiap doa. Hingga masa-masa itu tiba, saat aku mulai merasa ada perhatian berlebih dari teman di kelas sebelah. Cowok kurus berkulit sawo matang, enggak ganteng-ganteng amat sih cuma hidungnya mancung dan disitulah letak kegantengannya *menurutku waktu itu*

Dulu dia sekelas dengaku pas kelas 2 dan terpisah saat kenaikan kelas. Dia sekelas dengan teman satu gengku (waktu itu gengku ada 5 orang, yang dua di kelas sebelah sisanya denganku di kelas yang sama), dan say 'hello' saat tiba di sekolah jadi ritual wajib bagi kami berdua. Tiap pagi aku yang malu-malu malu-maluin salting sendiri tiap lewat depan kelas dia, pas dia melirik JEDER! hati ini rasanya kembang kempis, hidung megar dan dengkul gemetar. Apalagi pagi-pagi kan masih seger tuh, dia terlihat ganteng dengan rambut basah, tampilan urakan dan sepatu kets warna biru-nya bikin aku melting.

Iya, iya. Lihat cowok bandel pakai sepatu kets warna mencolok saja bikin aku kesengsem, selera cowok gantengku memang agak gesrek sih. Entah ya, tapi bad boy itu punya sesuatu yang enggak dimiliki cowok 'jalan lurus'. Banyak negatifnya, tapi aku enggak kapok naksir sama cowok bad boy (walaupun persentase gayung bersambutnya hanya 0,001 % saja)

Sekitar dua minggu kemudian, hari Sabtu saat latihan untuk upacara bendera, teman satu gengku berbisik, 

"Nik, si tiiiit nunggu depan lab. Penting!"
"Ngapain?"
"Ada deh, rahasia. Tapi kayaknya mau nembak."

Well, rahasia tapi dibocorin. 

Lututku langsung gemeteran, perut mulas dan tangan berkeringat dingin. Setelah latihan upacara selesai aku segera menaiki tangga, menuju lantai dua dimana labolatorium biologi berada. Aku ingat betul, waktu itu musim kemarau dan langit biru indah dilihat dari lantai dua. Lingkungan sekolah yang mulai sepi, matahari terik, angin sepoi-sepoi, pucuk-pucuk kelapa dekat lapangan upacara. Sigh! I miss that moment so bad!

Waktu itu, dia menunggu dengan raut wajah tegang, main gitar pelan-pelan dan kegantengannya meningkat sekian puluh persen. Waktu berlalu begitu cepat, habis diisi perut yang tegang dan tangan yang gemetar. Hingga akhirnya ia bertanya, 

"Jadi, apa jawabannya?"

Bengong dan kaget. Persis saat kegep ngobrol pas pelajaran Math dan disuruh ke depan kelas untuk kerjain soal. Aku enggak ingat apa saja yang dia bilang, apa saja kalimat yang menunjukkan 'penembakan', yang jelas waktu itu aku malah main domino pakai kartu remi, yang entah darimana munculnya tiba-tiba ada di dekat kami.

Daripada tengsin, akhirnya aku berimprovisasi dan bikin kesimpulan, karena dia sedang 'menembak' jadi apa lagi yang harus aku lakukan? ya kasih dia jawaban! Otakku berputar cepat, ingin kuberikan jawaban dengan cara yang romantis, tapi bagaimana?

"Hey, sini pinjam telinganya..." pintaku malu-malu, dengan suara bergetar serak seperti batuk berdahak. Si cowok bersepatu biru itu senyum mesem dan memiringkan kepalanya, meminjamkan telinga untung bukan secara harfiah : dipcopotin kupingnya

"Iya, mau." bisikku.

BLUSH.

Kami berdua malu-malu dan sejak saat itu kami resmi jadian. Aku girang banget, kejombloanku selama 14 tahun berakhir sudah! Kesendirianku didobelin sama cowok yang 'lumayan'. Sekarang aku bisa curhat sama teman tentang pacar! Yes!

Tapi sayangnya kisah cintaku itu enggak berjalan semanis yang aku mau, harapan-harapan kisah cinta manis ala-ala Jason dan Nadia tak bisa aku lakukan bersama si dia. Kenapa? karena waktu itu aku kelewat malu untuk tunjukin perasaanku dan saking malunya sampai bisa tega enggak menyapa dia.

Jealous lihat dia lebih akrab dengan teman cewek yang lain dibanding aku, sedih saat dia lebih suka menghindar daripada papasan denganku dan akhirnya nasibku jauh lebih ngenes saat pacaran dibanding dulu saat jomblo.

Akhirnya aku punya masalah untuk kucurhatin ke teman tapi aku tak bisa, iya...aku tak punya bakat buat curhat. Jadilah semua aku abadikan di dalam diary, semuanya tanpa terkecuali termasuk momen dimana teman gengku, yang sekelas dengannya bilang, bahwa si pacar pertama merasa keputusannya jadian denganku itu kesalahan.

HANCUR HATI HAYATI BANG!

Sejak saat itu hatiku yang ngenes dan terhina berbalik benci padanya, sejak detik itu hidung bangirnya tak lagi ganteng, sepatu birunya tak lagi cool, permainan gitarnya juga biasa-biasa saja, terus apa yang kulakukan waktu itu? minta pinjam telinga untuk berbisik tentang kesediaanku jadi pacarnya? HIH NORAK!

Kebencianku berlipat ganda saat kabar lain sampai padaku, dia pergi dari sisiku karena anak baru di kelas lain, dia malah mainstream ikut mengejar hati di gadis ayu seperti cowok yang lain. Memangnya apa beda dia denganku? kami sama-sama perempuan kok! Yang beda hanya dia punya kulit putih, bibir merah nan ranum, suara lembut dan rambut keriting menggantung seperti boneka. Aku? Hmm, masih seperti tas golf usang.

Hicks, iya...iya...pantas saja aku ditinggalkan. Padahal baru dua minggu kami jadian. *kejer*

Aku bertekad dalam hati, akan kubalas dendamku ini dengan jadian dalam tempo secepatnya. Aku tak mau single lama-lama sementara dia jadian lagi dengan yang lain. Tapi angan tinggal angan, harapan jadian lagi tak kunjung kuraih. Sepertinya semua siswa di sekolahku memiliki satu pakem yang sama tentang cinta, yaitu : Jangan jatuh cinta pada Nuniek KR kelas 3B

Jadilah aku kembali pada diriku yang dulu, yang sok tegar dan sok bahagia dengan status jomblo. Walau sesungguhnya aku ini jomblo ngenes. Hicks.

Kisah patah hati perdana ini memang enggak memberikan efek dahsyat dalam diriku, no drama no tears, tapi perihnya tetap terasa sampai sekarang. Bayangkan saja, pacaran yang cuma dua minggu itu disebut "KESALAHAN". Sebegitu hinanya-kah jadian denganku dulu? Gara-gara patah hati ini aku jadi dendam pada si 'pacar pertama' dan ingin jadi cewek populer yang ditaksir banyak cowok tapi sayang enggak kesampaian demi balas dendam.

Kelas 3 SMA aku baru punya pacar lagi dan dari sana petualangan cintaku dimulai. Patah hati oleh si pacar pertama-yang-nyesel-sudah-jadian-dengan-buntelan-seperti-aku itu jadi pemicu untuk dapatkan cinta yang sesungguhnya. 

Hingga bertahun kemudian, berganti-ganti kekasih dan menambah ex-list yang panjang, ada satu hal yang kusesali. Benar-benar kusesali.

Aku menyesal pengen pacaran. Banyak rugi daripada untung. Rugi waktu (nungguin dia, ngarepin dia bales SMS padahal lagi selingkuh), rugi materi (pulsa boros banget!) dan rugi hati, ada cemburu, kesal, marah, enggak mood dan masih banyak lagi. Masa produktifku di usia remaja habis buat pacaran. Worthless banget!

Tapi belum terlambat untuk berubah, sekarang aku tumbuh jadi perempuan yang lebih kuat kuat patah hati. Aku jadi lebih rasional saat jatuh cinta dan bukan sekedar penampilan menarik yang jadi poin penting untuk jatuh cinta, tapi hati dan pembawaan seseorang. Itulah yang akan menuntun kita menuju cinta yang sejati.

*EAAAKKKKKK*KWAOKWAOKWAOK*

24 comments:

  1. penyesalan datangnya belakangan emang teh. Ya masaaa menyesal dari hal yang belum terjadi hehee.. Gudlak ya teh... teteh nulis ini pake baper gak? wkwkwk

    ReplyDelete
  2. oke fix abang mau belajar maen gitar juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadilah apa adanya abang, itu yang bikin aku betah :D

      Delete
  3. Eng... dua minggu pacaran, eh putus ._. aku pernah digituin juga mbak -_- pernah jadian sama cewek, baru jalan beberapa hari, eh si cewek itu minta putus -_- dan ternyata, temen-temennya si cewek itu juga nggak setuju aku pacaran sama si cewek itu -_- lah, apa urusannya sama si temen-temennya itu -_-

    Aaaah, pacaran itu banyak patah hatinya :' maleees wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana rasanya? kesel kan? kesel kan?
      apa coba temennya ikut campur juga
      hicks

      Delete
  4. Nyebelin ya teh, huhu kalau salah kenapa ngajak jadian T_T aku juga nyesel pernah punya ex list yang cukup panjang dan pas udah 19 tahun aku nyesel huaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang kerjaan maen nembak-nembakan anak orang. Hicks
      mendingan tetep jomblo kali ah kalo gini caranya mah ya

      Delete
  5. Wih keren uga nih ceritanya haha agak ngakak gitu sih :)) Baca versi gue juga ya

    -jevonlevin.com

    ReplyDelete
  6. adddduuuuhhhh....
    ceritanya bikin baper deh teh...

    kalau sekarang ketemu sama si mantan pertama mau diapain dia teh?
    dikepruk gitar? apa digaruk pake garpu taman? #eehh

    gudlak buat GA-nya....
    aku masih nyari wangsit buat ikutan...
    hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya mau diajak ngopi bareng madep-madepan, sambil bilang "Yang kamu lakuin ke aku itu...JAHAT."

      Delete
  7. Hahaha, jd inget masa2 smp dan smu yg masih alay2nya dulu ;p.. eh tapi kita ada kesamaan mbak, sukanya ama bad boys ;p hampir semua mantan2ku co begitu, yg nakal2 gimana tp lumayan ngetop di sekolah :D.. pernah penasarn pgn tau rasanya pacaran ama cowo kalem yg baik, dan jujur aja, bosen setengah mati wkwkwkwk .. tapi ttep sih, prinsip dipegang teguh, bad boys itu asyik bgt utk pacaran, tapi cowo yg baik utk dinikahin ;p hihihihi.. syukurnya beneran dpt yg baik pas nikah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh loh loh, kok prinsip kita sama yak?
      huhu

      tapi alhamdulillah, aku sekarang dapet mantan bad boy yang udah insyaf, jadinya dua-duanya dalam satu orang, Hihi

      Delete
  8. hahaha..menarik sekali...tulisan kawula muda.

    sukses selalu mba.
    salam hangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, aku ini orang tua yang ingin selalu muda

      salam kenal ya mas

      Delete
  9. wah seru juga ya... ko saya waktu SMP sampe SMA gak punya pacar-pacar ya

    ReplyDelete
  10. i know how you feel ktka gag bisa tegur sapa kyk orng lai .
    Dan sekarang gw masih jomblo meski banyak gebetan ahhaha 😂

    ReplyDelete
  11. Jadiannya kesalahan. Bisa gitu, ya... Sedih bacanya.

    ReplyDelete
  12. Aduhhh sedikit mirip sama pengalaman aku hehe. Jadi ikutan sakit hati baca ceritanya hiks. Itu doi nyakitin banget setelah dapet kabar kalo pacaran sama mbak adalah kesalahan, aihhh rasa rasa pengen aku bebek biar jadi rujak rasanya. hiks :')

    willynana.blogspot.com

    ReplyDelete
  13. Hhhaa batal-batalan wudhu saya juga pernah ngalamin tuh dulu mb pas masih sekolah agama :D Yaa walaupun cuma begitu asiknya bukan main yah gak seperti sekarang ini main nya udah pada beda :p

    ReplyDelete

Model dan Jenis Sepatu Boots Wanita Masa Kini

Model dan Jenis Sepatu Boots Wanita Masa Kini  Model dan Jenis Sepatu Boots Wanita Masa Kini - Boots yang dulunya identik dengan k...