Thursday, 4 February 2016

Kepada Hujan yang Turun Pukul Lima

Kepada Hujan.




Salam,


Hujan yang baik, apa kabar? Lelah ya seharian bergelantungan di awan mendung? sejak pagi kulihat awan-awan berwarna kelabu di langit, berarak lambat menghalangi matahari. Kamu bergelelayut di awan yang mana, hujan?

Benar-benar deh siang tadi, cuacanya enggak enak! Tak ada sinar matahari, tapi gerah dan membuat kulitku gatal-gatal karena biang keringat. Uh, aku sampai mandi dua kali siang tadi!

Hujan, sejak lama aku suka kamu. Bahkan sejak aku masih berumur lima tahun. Waktu itu kutunjukkan rasa sukaku dengan bertelanjang kaki lari ke lapangan, mandi air hujan dan berguling-guling di atas rumput yang basah. Asyik banget!

Sekarang aku masih suka kamu, tapi kusayangi kamu dengan menatap satu per satu rintik yang turun melalui jendela. Jendela yang kacanya berembun, yang bisa kujadikan papan tulis dengan ibu jari. Biasanya kutulis nama lelaki yang kutaksir, atau sekedar smiley. Tapi kalau aku sedang galau, hujan bisa membuat hatiku makin biru. Menangislah aku, air mata di pipiku berlomba seperti curah hujan di luar sana, iya kamu.

Tapi hujan, kenapa kamu turun pukul lima sore? kenapa tidak tunggu barang lima atau sepuluh menit lagi? Tahukah kenapa aku kurang suka kamu turun pukul lima? mau tahu?

Karena pukul lima sore anakku pulang mengaji, mengendarai sepeda BMX-nya dan perutnya lapar. Bayangkan kalau kamu turun dengan derasnya, dia tak bisa pulang cepat-cepat dan aku tak bisa menjemputnya segera (satu-satunya payung yang kupunya rusak, hicks).

Ya sudah hujan, aku mau pinjam payung dulu ke tetangga. Daripada anakku menunggu sendirian di madrasah, kedinginan dan lapar menunggu kamu reda, lebih baik segera kujemput walau pinjam punya tetangga.

See you, Hujan.




ps. Nanti malam turun ya? nikmat kalau tidur sambil diNinabobokan oleh kamu. Hehe.




Salam,



Ummu Fathir

4 comments:

Walau Berbeda Beda Tapi Satu Cinta Jua

Saya memiliki dua adik, tapi yang paling deket itu sama adik yang pertama. Usia kami terpaut dua tahun, dan kata orang-orang sih kami ini k...