Thursday, 11 February 2016

Berita Untuk Tapasha Takur

Kepada : Tapasha Takur




Selamat sore Tapasha, calon 'ibu'.

Kamu tahu mengapa kuberi tanda petik dalam kata ibu untukmu? karena statusmu sebagai calon ibu, saat ini merupakan sebuah kebohongan keji, demi merebut kembali Veer dari tangan Icha. Kamu tak suka ucapanku yang sedemikian frontal? Huh, aku tak perlu berbaik-baik dan beramah tamah padamu Tapasha. 

Sejak episode pertama kutonton serial drama hidupmu di teve, saat kamu dan Icha masih gadis-gadis kecil yang tanpa dosa, tanpa iri dan dengki. Kalian berdua menjadi sahabat yang tak bisa lepas satu sama lain, kamu bahkan menganggap Icha yang seorang anak miskin sebagai adikmu, adik perempuan seorang puteri Takur. Orang paling kaya dan disegani. 

Saat itu aku salut padamu Tapasha, kamu anak yang tak pandang bulu saat berkawan. Hasutan nenekmu pun tak didengar, karena kamu lebih percaya Icha teman bermainmu. Aku ingat saat hari ulang tahunmu, ketika hadiah dari nenek yang berupa perhiasan bagus kamu lemparkan begitu saja, karena ada hadiah dari Icha, yang berupa sebuah gelang berbalut kain perca. Waktu itu aku sampai terharu melihatnya, waktu itu kamu manis sekali.


Seiring waktu, sejak Damini menyelamatkan nyawa ibumu yang koma dan butuh transfusi darah, keluarga Takur menganggap Icha jadi anaknya sendiri, adikmu. Damini menjadi asisten kesayangan dan nenekmu yang poninya palsu itu makin menjadi rasa bencinya. Aku mulai tak suka kamu sejak saat itu Tapasha, saat rasa iri melihat keakraban tuan Takur dan Icha membuatmu jadi anak yang penuh dengki. 

Gara-gara si nenek berhidung besar itu! Dia yang membuat kisah hidupmu jadi picisan. Kesal sekali aku! Dia bahkan memaksa Icha untuk melepaskan gaun pengantinnya di hari pernikahan, untuk memenuhi rasa irimu menjadi pengantin! Kesal, aku kesal sekali! Aku sampai memaki-maki layar televisi gara-gara itu! Sejak saat itu aku malas-malasan menyaksikan kamu, habisnya bikin kesal. Bikin emosiku naik dan moodku ikut-ikutan jelek.

Lihat Tapasha, suratku banyak tanda seru karena aku begitu emosi!

Sudah bersekongkol membunuh suami Icha, eh sekarang malah kembali ke rumah dengan berlagak hamil. Ya Tuhan, kamu itu hatinya sudah mengeras ya? jadi fosil? Padahal sudah ditempa hidup susah beberapa hari di jalanan, di kampung. Tapi bebal ya bebal. Malah semakin menjadi. Apa kamu tak malu, hah?!

Oke, baiklah. Ini semua arahan sutradara dan penulis skenario, aku tahu. Kalau tidak diotak-atik maka kisah hidupmu akan flat dan tak asyik disimak. Baiklah, sekarang berita penting lainnya untukmu dari aku dan banyak pemirsa di Indonesia. Gara-gara kamu dan seluruh antekmu di serial Uttaran itu, teve di tiap rumah dikuasai kaum ibu. Bapak-bapak yang ingin mencari acara berita harus menyingkir, bocah-bocah yang ingin menonton serial anak ikut melipir dan kegiatan rumah tangga terganggu selama berjam-jam karena kaum mama duduk manis di depan layar kaca!

Untuk apa? tentu saja menyaksikan kamu dan drama lebaymu itu. Iya lebay, tapi banyak yang menonton, mau menangis darah saja rasanya aku. 

3 jam. Gila saja! Marathon nonton drama bolak-balik, jahat, ketahuan, minta maaf, dibaikin, jahat lagi dan begitu terus sampai Vin Diesel numbuh rambut. 3 jam hanya digunakan untuk duduk menyaksikan teve, bersumpah serapah memaki adegan demi adegan yang tak ada tamatnya dan membuat keluarga kelaparan karena makan malam terlambat disajikan. Bahkan ada kabar muncul surat edaran dari pemerintah yang melarang pegawai pemerintahan menyaksikan Uttaran saat jam kantor, bikin tak fokus! Nah lho!

Jadi Tapasha, satu pintaku. Bisakah serialmu ini cepat tamat? walau aku tahu di negara asalmu bertahan sampai 5 tahun (edan, berapa ribu episode?!), tapi jangan berlama-lama di Indonesia. Soalnya bikin kaum ibu tak produktif nih, malah menghabiskan waktu untuk acara yang bikin emosi dan darah tinggi. Kamu mau tanggung jawab kalau banyak ibu di Indonesia kena darah tinggi dan stroke?

Wah, panjang juga suratku ya? Kamu baca semua kan, Tapasha? Awas saja kalau hanya salam pembuka dan penutup saja yang dibaca, awas juga kalau kamu menukar surat ini dengan tulisan rekaanmu sendiri. Seperti tempo hari, sebelum Icha menikah. Cih, jangan pikir aku lupa ya?

Baiklah, susah sampai disini dulu ya? Aku mau menjemput anakku pulang mengaji nih. Kehujanan.




Salam,




Salah satu ibu-ibu yang tak produktif gara-gara menonton Uttaran

10 comments:

  1. Kebetulan saya belum liat serial itu Mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mendingan enggak nonton deh, nanti ketergantungan, hehe

      Delete
  2. Ternyata berita buat salah satu tokoh di serial film ya -_- ampun deh mbak :D wkwkkw

    ReplyDelete
  3. Hahahhah maaaak keren ini surat aku nonton di youtube aja mak gak sabar nunggu ending๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
  4. Hahahhah maaaak keren ini surat aku nonton di youtube aja mak gak sabar nunggu ending๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
  5. Gara-gara ibuku aku jadi ikut nonton, buat kesel emang ya kak huh !

    ReplyDelete
  6. Ya Allah mbak hahaha. Mamakku juga suka banget ngikutin serial ini. Aku milih menyingkir aja dah

    ReplyDelete
  7. wkwkwkwk. uttaran tuh jadi trending topic Mbak_Mak_Mbah dikomplekku lho Mbak..
    Taip aku jalan sore sama Hasna, mereka ngomongin itu, tapi aku sama sekali nggak tertarik apalagi pernah ada ulasannya.. yg intinya ga jauh lah dari sinetron indonesia. hihi

    ReplyDelete
  8. Hahaha..jadi seru sendiri bacanya.
    Sempet denger sih soal pelarangan tayangan film ini, tapi saya sendiri ga pernah nonton meski banyak yg bilang bagus katanya

    @siethi_nurjanah

    ReplyDelete

Walau Berbeda Beda Tapi Satu Cinta Jua

Saya memiliki dua adik, tapi yang paling deket itu sama adik yang pertama. Usia kami terpaut dua tahun, dan kata orang-orang sih kami ini k...