Monday, 1 February 2016

Kepada Partner Kerja yang Setia

Kepada Partner Kerjaku yang Setia

Hari pertama di bulan Februari, 2016.


Halo partner!

Kita bertemu sekitar tiga tahun yang lalu, waktu itu aku pergi ke toko komputer untuk mencari laptop baru, karena laptop lamaku mati total dan tak bisa digunakan. Saat itu aku belum melihatmu, karena kamu ada di dalam, sementara aku di luar toko berbincang dengan SPB salah satu merk laptop ternama.

Laptop yang SPB itu tawarkan sangat bagus, sebuah komputer portabel yang jadi andalan gamer. Aku suka dengan daya kerja laptop itu, apalagi aku suka begadang menulis naskah sambil mendengarkan musik streming dari Youtube, multitasking, belum lagi kalau lagi suntuk aku bisa memainkan macam-macam game (ya walau bukan game dengan spek tinggi). Laptop gamer itu tentunya bisa dengan gagah menemani hariku. Tapi harganya tak terjangkau dompetku, hicks. Batal kuambil.

Beberapa tipe laptop dari berbagai merk juga dikenalkan padaku, tapi semua ada kekurangan kelebihannya yang tak bisa disangkal. Semua laptop itu kurang sreg dengan hatiku. 


Di tengah keputusasaanku, kamu datang dan menyapaku dengan ramah. Penampilanmu sederhana, tapi sangat enak dilihat. Kamu juga cukup cerdas, cara bicara dan cara kerjamu masih bisa kupahami. Aku suka padamu, tapi kamu gimana? aku bukan orang yang punya IQ tinggi dan suka bicara dengan berbagai istilah ilmiah yang bikin puyeng, penampilanku juga tak modis (cenderung ketinggalan zaman). Kamu tak malu kalau jadi partner kerjaku? 

Ehh tak tahunya kamu mau! senangnya hatiku!

Sejak saat itu tiap hari kita bekerja bersama, membuat berbagai naskah novel dan kukirimkan ke penerbit. Beberapa diterima dan beberapa lagi ditolak, masih mengendap di folder kerja kita. Selain naskah, kita juga banyak membuat artikel ya selama beberapa tahun ini? dikejar deadline, lupa jadwal pengiriman naskah dan macam-macam writer's block juga kita alami bersama. 

Terima kasih ya partnerku, sudah bersedia mencatatkan semua imajinasiku, bersedia memberikan hiburan untukku yang mumet (mengajakku main game, nonton macam-macam video, jalan-jalan ke luar negeri via internet dan masih banyak lagi). Kamu sudah begitu baik padaku, tapi aku sepertinya terlalu memaksamu bekerja deh. Terlalu sering bekerja sepanjang siang dan malam, sampai-sampai kamu harus diopname setiap kali kerja denganku. Maaf ya partner :'(

Partnerku yang baik, tetaplah bertahan. Kita ini rekan kerja yang hebat dan aku janji, jika naskahku kembali diterima penerbit, kamu akan kubawa berobat biar tak perlu diopname terus tiap kali bekerja. Ok?

Maafkan kelalaianku ya? tapi sungguh, kamu itu satu-satunya teman terbaik yang bisa kuandalkan. Entah apa yang bisa kulakukan jika tanpa kamu. Kalau tak ada kamu, aku tak bisa menafkahi anakku dan membeli barang-barang keperluanku selama ini. Tanpa kamu, aku akan jadi perempuan pengangguran dengan satu anak. Jadi sampah masyarakat. 

Tetap sehat partner, ayo kita bikin naskah lagi, kirim lagi, ACC lagi. Biar bisa berobat dan kembali sehat seperti sediakala! 



Salam,


Nuniek KR


8 comments:

  1. Wah bangganya jadi laptop sampai menjadi partner hehhe, memang si kadang kita harus berterima kasih terhadapa benda tak bernyawa, apalagi kepada sesama.;, Seperti saya mengucapkan banyak terima kasih kepda mbak, salam kenal kembali, ane juga udah follow blog mbak ya..hehe

    ReplyDelete
  2. ngomongin soal partner. dia sudah lama mati. hiks haha

    ReplyDelete
  3. hmmm partner kerjaku dulunya juga sudah meninggal. Trus aku dapat penggantinya. :)
    Kalau diingat2 yaaa dia selalu bekerja keras bersama tugas kuliah, skripsi, desain, dan nulis yang tiada bisa diungkapkan kata2 jasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. rata-rata parter kerja angkatan pertama udah pada meninggal yak, sedih

      Delete
  4. sehat-sehat ya partner :) Ternyata hp juga mereknya hihihi *toss :D

    ReplyDelete