Saturday, 16 January 2016

Cerpen : CIta-Cita Punya Suami Tajir



kumpulan cerpen terbaru



Scroll.
Scroll.

Bibirku mengerucut, latah mengikuti salah satu foto yang muncul di berandaku. Akun si gitong itu meng-upload foto nampak samping, dengan kebaya mahal dan tas merek kremes (dari fisiknya mungkin KW super Singapura, bukan KW olshop 'yuk order sist'). Tak ada yang salah dengan foto nampak sampingnya, yang salah adalah bibirnya yang dibulatkan seperti meniup lilin, membuat kedua lubang hidungnya memanjang ke bawah.

"Orang kaya," gumamku sambil nyengir.

Kutatap lekat-lekat foto perempuan yang baru melahirkan itu, mukanya sekarang bersih, mulus licin seperti paha artis J-A-Pideo dan penampilannya terlihat lebih classy.

Wajar, dia sedikit-sedikit nge-mall, belanja belenji di butik hartes dan perawatan di skincare langganan selebritis. Suami dia juga sepertinya sayang istri, demen belikan hadiah-hadiah (yang tentunya mahal) dan diajak jalan-jalan ke tempat yang asyik.

Melihat senyumnya yang semakin lebar layaknya lubang ozon di puncak kota industri, aku makin yakin jika ia adalah seorang yang berbangga hati dengan semua kemurah-hatian Tuhan padanya. Diberi suami kaya raya yang masih muda, disayangi mamah mertua, dan dikelilingi orang-orang yang mengagungkan dia.Aku jadi ingat masa-masa dia masih 'miskin', memang tidak seberapa miskin sih, tapi kalau dilihat style dia dulu memang sangat low end. Sok classy tapi budget tak sampai, tahu kan?

Aku turut senang perempuan ini berhasil menjadi apa yang ia inginkan, menjadi seorang wanita kelas atas. Wanita yang pakai barang-barang dengan harga bikin dengkul gemetar. Wanita yang bikin sesama pemilik rahim menggunjingkannya di belakang, karena iri dan dengki. Apa aku termasuk? ah, aku kan cuma berbagi saja. Jadi bukan menggunjing kan? Haha.

Sejak dulu dia ini selalu menyiratkan harapan punya suami kaya raya dan royal. Kekasih-kekasihnya minimal punya mobil, terserah itu mobil carry sekalipun (yang penting mobil). Sudah begitu gaulnya pun selalu bersama dengan orang gedean, biar ada yang kepincut gitu salah satu bujangannya. Eh ternyata kerja kerasnya untuk dapat suami tajir terkabul. Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?

Apa dia matre? Kurasa tidak. Karena selama kutahu dia tak pernah punya pacar kere, pacarnya kaya semua dan bisa belikan apa yang dia mau. Karena hanya lelaki kere yang mengatakan wanita matre. Kalau lelaki kaya, ya belikan saja apa yang wanitanya mau. Betul? Dia hanya realistis. Dia punya gara hidup selangit dan butuh suplai dana tetap untuk membuatnya tetap bahagia. Jadi wajar kalau dia seleranya kalangan dompet tebal selalu.

"Wih, upload lagi."

Satu lagi foto dibanggakan di akunnya, sekarang ia tengah berdiri bersama beberapa perempuan cantik yang mengenakan kebaya. Latar belakang gubuk-gubuk santapan ala resepsi mewah. Hmm, kondangan rupanya dia.

Rasanya pengen mengusap dada, menenangkan gejolak yang tiba-tiba muncul di dalamnya. Aku teringat sesuatu, usiaku sudah 26 dan belum punya gandengan yang bisa kubanggakan di media sosial, tanpa nyinyiran "Pacaran Haram", "Belum sah kok mesra-mesraan." dan sejenisnya.

Flashback ke masa lampau, saat aku seumur si OKB ini. Aku juga menyusun kriteria suami idaman dan tak ada kalimat 'harus kaya raya dan bermobil'. Sejak dulu kriteria suami idamanku itu yang bertanggung jawab dan rajin shalat. Tak pernah berubah sejak pertama kali aku puber, bahkan.

Tapi kok sampai usiaku lebih dari seperempat abad, tak kunjung kutemui lelaki yang seperti itu?

Hmm, nampaknya lebih mudah menemukan suami tajir daripada suami yang soleh. Yaa bisa jadi.
Apa harus kuganti kriteria suami idamanku jadi lelaki kaya raya yang royal dan pandai bisnis, daripada lelaki soleh yang bekerja itu mencari yang halal-halal dan peluang berkahnya besar?

Aduh, repotnya jadi perempuan abad 21.

8 comments:

  1. Saya doakan dapet suami tajir yang gak suka nyengir-nyengir klo liat cewe lagi jaga parkir....#JustKidding

    Semoga kesampean cita-citanya...Amin

    ReplyDelete
  2. Jangan cari yang tajir, carilah yang cinta. Sebab jika dia cinta, jangankan harta-benda, seisi dunia pun diberikan.

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Yap!
      kalo udah selalu merasa cukup, pasti selalu bahagia

      Delete
  4. Hihiiiii cerpennya mendekati realitas :) Semoga dapat yang pas ya mbaa :)

    ReplyDelete

Rekomendasi Tempat Kerja yang Cocok Buat Kamu yang Kreatif Tapi Bosenan

Rekomendasi Tempat Kerja yang Cocok Buat Kamu yang Kreatif Tapi Bosenan  - Kamu freshgraduate? Atau baru keluar dari perusahaan karena ribu...