Saturday, 14 November 2015

Hujan-Hujanan Dulu dan Sekarang

Hujan-Hujanan Dulu dan Sekarang
Menunggu hujan


Hujan-Hujanan Dulu dan Sekarang - Aku suka hujan, aku suka suara hujan deras dan momen-momen santai yang bisa kunikmati saat hujan turun. Duduk manis dekat jendela, main embun di kaca dan perhatikan langit yang terus menerus mencucurkan air, aromanya begitu nikmat dan jelas beda dengan air tanah, aroma hujan seperti susu cokelat panas dan daun mint yang bercampur satu. Satu hal lagi yang aku suka dari hujan, yaitu hujan-hujanan. 

Saat bocah aku suka hujan-hujanan di lapangan voli, menari-nari dan berkhayal tiap tetes air yang turun itu mutiara ragam warna. Saat hujan makin deras, tetesannya sakit kena kulit tapi tetap asyik! Tiga belas tahun kemudian, aku harus beri tahu putraku bahwa hujan-hujanan itu sangat menyenangkan! 


November tahun lalu, jadi hujan-hujanan pertamanya bersamaku. Wajahnya gugup, tapi sangat antusias, lalu kuajak dia keluar saat hujan turun dan dengan cepat ia menikmati tiap tetes air yang datang. Main di pancuran atap, melompat-lompat, menggoyangkan pohon ceri dan membuat daunnya berjatuhan, menempel di kulit.

Ah, hujan-hujanan dulu dan sekarang itu berbeda. Sekarang lebih menyenangkan karena aku lakukan bersama dia, jagoan kecil kebanggaanku. 


presented by :




12 comments:

  1. teh mau koreksi sedikit. abang sebagai pakar telekata-kata melihat celah kekhilafan dalam gaya berbahasa teteh di akhir penutup pada postingan kali ini, yaitu pada kalimat "...karena aku lakukan bersama dia, jagoan keci kebangganku." nah kan harusnya bukan "kebanggan" akan tetapi melainkan "kebanggaan" berarti teteh salah besar kurang cermat menyikapi typo. teteh kalah telak. abang menang tipis. yeah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. apaan sih abang juga ada tuh kurang tulisannya...kecil keleus kecil bukan keci -____-

      Delete
    2. jangan bersembunyi dibalik kesalahan orang lain ya...

      Delete
    3. abang tuuh mencari-cari kesalahan yang tak patut dicari-cari, wlek

      Delete
  2. waduh dek saya kalo ujan langsung makan indomie hehehe. jadi kangen masa2 main ujan2an pas bocah =D

    ReplyDelete
  3. Emak gaul. Anaknya diajak hujan-hujanan. Hehehe Aku pas kecil suka dilarang malah. Kecuali kehujanan tanpa di sengaja. Pas pulang gak bawa payung :D

    ReplyDelete
  4. Asikkk! Sekarang hujan-hujanannya sudah berdua ya mbak.
    Oh ya, semoga menang kontesnya :)

    ReplyDelete
  5. Aah say juga suka hujan, jadi teringat masa kecil.

    ReplyDelete
  6. Main hujan memang seru. Pantesan, film India ada adegan hujan-hujanannya.
    Semoga menang GA-nya ya, Mbak :)))

    ReplyDelete
  7. Aku suka hujan2an hbs tu tidur nyenyakkkk

    ReplyDelete
  8. november ini hujan pertama di derahku sangat menyeramkan, tetanggaku rumahnya kenapetir langsung listrik mati ,untung punyaku enggak

    ReplyDelete
  9. Masa kecilku dulu hobi banget hujan2an, kenapa sekarang setelah punya anak malah ngelarang anakku hujan2an ya hehehee..gak fair banget nih aku ;)

    ReplyDelete

Prive Uri-Cran Itu Solusi Anyang-Anyangan yang Betul. Bukan Minum Air Soda!

Prive Uri-Cran Itu Solusi Anyang-Anyangan yang Betul. Bukan Minum Air Soda! - Pernah dengar enggak sih kalau lagi sakit anyang-anyangan i...