Friday, 16 October 2015

Jilbab : My Endless Beauty

"Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya ; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya.  Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya". QS.An Nur24:31"

Jilbab : My Endless Beauty
 Bukan sekali dua kali aku baca ayat atau hadits yang membahas tentang berjilbab, tapi bukan sekali dua kali juga aku mengingkari kewajiban untuk berjilbab dengan macam-macam alasan. Tahun 2010  itu belum musim jilbab dan hijaber, tahun-tahun 2010 adalah tahun dimana rebonding dan smoothing rambut adalah kewajiban.  Pakai jilbab dan enggak tunjukin rambut hasil diluruskan? huh enggak gaul!

Apalagi demam Korea sudah mulai meradang kan, kalau pakai jilbab mana bisa tampil stylish ala KPOP? Begitu pula aku, jadi korban mode ala Korea. Niatan hati sih pengen tampil gaya dengan rambut digerai dan poni samping plus outfit kece, tapi apa daya modal tak sampai. Disaat teman-teman K-Popper di kampus keluarkan modal sampai ratusan ribu buat permak style dan rambut, aku hanya bermodal lima ribu saja buat potong rambut di salon remang-remang. Bisa dibayangkan hasilnya seperti apa? ya...begitulah.

Frustasi? iya, aku sempat frustasi. Maklum waktu itu aku masih jomblo dan tak tahan ngenesnya saat lihat temen yang 'kurang cantik' dari aku sudah dibonceng pacarnya (walau motornya kreditan,  dan bapaknya yang bayar). Kenapa mereka yang biasa saja sudah punya pacar? aku kan enggak jelek-jelek amat walaupun dandanannya kurang modal, *pede banget. Tapi kalau dipikir-pikir ternyata aku memang enggak lebih baik dari mereka, penampilanku enggak stylish, hidungku pesek, rambutku ikal dan mengembang, tubuhku bantet dan melebar ke samping. Ah...enggak ada aset cantik di diriku. 

Hingga akhirnya aku menyerah untuk mengejar obsesi tampil kece layaknya Hyun-A atau Suzy Miss A. Lama aku merenung dan kuambil sehelai jilbab, iseng-iseng kupakai dan berkaca. Eh, penampilanku lumayan nih pakai jilbab, rambut mengembangku yang enggak banget dan pipi chubby berjerawatku enggak terlalu jelas terlihat! Girang tak terkira hatiku waktu itu, akhirnya aku bisa terlihat lebih cantik dan kuputuskan pakai jilbab kemana-mana.

Iya, iya aku ngaku! pertama kali aku pakai jilbab itu karena enggak pede dengan rambutku dan saat pakai jilbab aku merasa terlihat lebih cantik. Tapi jujur, semakin lama aku pakai jilbab, semakin berat hatiku saat harus keluar rumah enggak pakai tutup kepala. Makin risih saat sedikit saja rambutku nongol dari ujung jilbab yang kupakai, yaa walaupun saat itu aku masih termasuk golongan jilboobs, kaus panjang ketat dan jeans yang tak kalah ketat, tapi setidaknya aku enggak pernah pakai jilbab yang menerawang dan lebih pendek dari bahu panjangnya. 

Mulai gerah lihat teman-teman yang tak berjilbab, baju-baju pendek di atas lutut dengan bagian atas yang mempertontonkan dada dan tengkuk, mulai merasa jilbab paris yang sering kupakai sama sekali belum cukup untuk buat aku merasa tenang. Jilbab paris itu ringan, dan kadang menerawang kalau enggak didobel pakainya, risih saja kalau sampai tengkukku terlihat atau rambutku menusuk-nusuk pori jilbab. Dulu aku sempat tertarik pakai pashmina, apalagi banyak model pashmina yang dikreasikan jadi model jilbab yang unik dan stylish. Pernah latah menggeluti bidang tutorial pashmina juga loh aku ini, tapi enggak pernah ku-upload kemanapun alias mengendap saja di HP dan laptop bwahahah! Walaupun aku sering pakaikan pashmina buat adikku atau teman dan saudara-saudara yang lainnya, tapi aku enggak suka pakai pashmina yang dibelit-belit begitu. RIBET!

Jilbab syari itu tidak ribet dan tak butuh tutorial. Nah, setelah baca salah satu quotes di page muslimah gitu, aku jadi mikir sendiri. Iya juga ya, pakai jilbab itu kan enggak boleh menarik perhatian, jangan pakai warna dan motif yang mencolok dan utamakan kesederhanaan, yang penting aurat kita terjaga dengan sempurna. 

Akhirnya aku mikir lagi, ini aku sekarang pakai jilbab mulai serba salah. Sebelah hati pengen terlihat stylish dengan pakai pashmina atau kain paris yang ringan dan casual, tapi di sisi lain pakai jilbab itu enggak perlu ada kata stylish atau trendy, yang penting rambut dan tubuh bagian atas tertutup aman! Kuputar ulang memoriku sejak pertama kali aku pakai jilbab, niatku yang ingin tampil cantik dengan pakai jilbab ternyata sedikit demi sedikit tergeser rasa damai yang aku sendiri enggak tahu karena apa. Aku tak peduli apakah aku terlihat cantik atau tidak dengan jilbabku, yang kujadikan titik fokus sekarang itu, sudah syar'i-kah jilbabku?

Akhirnya aku memilih jilbab instan dan bergo, jenis-jenis jilbab dengan bahan kaos yang nyaman dan bahannya tebal, panjangnya pun melebihi dada. Memang aku belum sempurna pakai jilbab syar'i, koleksi bergo milikku hanya sebatas dada saja, setelan pakaian yang kupakai pun belum sepenuhnya longgar dan sesuai syariat. Aku kadang masih pakai celana panjang, namun aku pakai blus yang panjangnya hingga ke lutut, kadang jika atasan yang dipakai sedikit pas aku pakai outer yang menutupi tubuh. Belum sempurna, sungguh! tapi aku sedang berproses menuju ke sana! Insyaallah. Ini tekad hidupku yang harus aku wujudkan.


Hidung yang memuai *abaikan

Jangan dikira aku enggak dapat ganjalan dan halangan dengan niatku pakai jilbab yang syar'i. Sudah dua kali aku ikut wawancara kerja dan semuanya menolak mentah-mentah saat aku katakan menolak peraturan perusahaan yang mewajibkan aku melepas jilbab. Enggak ah, makasih. Allah yang wajibkan aku pakai jilbab, banyak benefit yang aku dapat dengan pakai jilbab. Masa demi gaji yang tak seberapa kulepaskan benefit plus-plus jangka panjang dari Allah?

Iya, keuntungan berlipat dan jangka panjang. Mengenakan jilbab membuat kita aman dari godaan laki-laki hidung belang. Itu kurasakan sendiri, setelah kuputuskan pakai jilbab yang enggak sok trendy dan enggak jadi generasi Jilboobs, cowok-cowok yang hidungnya belang-belang mulai melipir satu-satu dan enggak pernah muncul lagi. Hati jadi tenang dan seakan ada tali kencang yang menarik kita kembali saat hati tergoda untuk berlaku curang. Malu untuk menunda shalat, malu untuk cuekin Al-Qur'an, malu bersikap dan bertutur kasar. Aku belum sempurna, jauh sekali dari kata sempurna tapi aku sudah rasakan keuntungan pakai jilbab dan ketagihan! aku ingin dapat rasa damai yang lebih banyak, aku tahu dengan pakai jilbabku terus, perbaiki diriku terus, ikhlas hati dan perbanyak menyebar kebaikan, sedikit demi sedikit rasa damai itu akan memenuhi hatiku. Insyaallah, semoga Allah ridho. 

Yuk teman-teman muslimah yang belum pakai jilbab, atau yang masih jilboobs, kita sama-sama cari ridho Allah! asyik loh! Apalagi janji Allah itu wanita solehah akan jadi ratunya bidadari di surga kelak, siapa yang tak mau jadi ratu bidadari? janji itu nyata adanya loh bukan iming-iming saja. Ayo berlomba-lomba jadi wanita solehah biar dapat lelaki soleh juga *eh, nah kan ujung-ujungnya masalah cinta. Hihi. Karena muslimah yang pakai jilbab dan dibarengi dengan ahlak yang baik itu adalah perhiasan dunia, tercantik di dunia sampai di akhirat yang kekal abadi. Itulah kenapa kuberi judul Jilbab : My Endless Beauty. Semoga bisa temasuk ke dalam golongan muslimah solehah. Aamiin.

"Sederhanakan jilbabnya, sempurnakan ahlaknya."

Tapi teman, jangan anggap aku pamer atau apa ya, sama sekali enggak. Aku cuma ingin sharing pengalaman bathinku saat mengenakan jilbab dan semoga banyak teman yang ikut tergerak untuk pakai jilbab. Sungguh, aku belum sempurna tapi aku berusaha sampai kesana dan insyaallah enggak akan berhenti untuk berusaha jadi muslimah yang baik sampai akhir hayatku. Aamiin.

Ikutan GA Hijab Yang Nyaman juga yuk!

12 comments:

  1. Jilbab ala Angel Lelga dong tanteee

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak sanggup om, jilbabnya aja jeti jeti ala angel lelga mah, wkwk

      Delete
  2. Aku baru berhijab tahun ini. Masih harus banyak belajar juga. Banyak temanku yang protes karena pada akhirnya aku berhenti pakai rok pendek, moni dress, juga menggerai rambut pirangku yang kemerahan dan dulu sering bikin beberapa temanku gemas untuk ngepangin. Walaupun masih belum syar'i, tapi aku belajar untuk lebih baik dan sekarang merasa lebih nyaman dan aman kalau kemana-mana. Semoga kita bisa menjadi lebih baik setiap harinya ya Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin insyaallah, mendingan kecantikan kita dibikin eksklusif dengan dibalut jilbab, hehe

      Delete
  3. Semoga istiqomah, jangan lupa disempurnain ya teh~

    ReplyDelete
  4. tetap semangat mbak smoga makin lama makin baik, amin :)

    ReplyDelete
  5. Pengalaman luar biasa. Ternyata di negara kita wawancara kerja masih dikaitkan dengan jilbab atau bukan, ya? Semoga sukses GA-nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi wawancara kerja di kota besar..
      Iya mbak, makasih yah...hehe

      Delete