Saturday, 24 October 2015

Cerber Romantis : Broken Hearted Chocolate (bagian 5)





Tanggal dua belas Februari berlalu begitu saja. Penuh kesunyian. Ibu sama sekali tidak berbicara padaku. Di kampus pun Andra tak menunjukkan bahwa ia akan membalas perlakuanku kepadanya kemarin siang.
Tanggal tiga belas aku mendapatkan surat tanpa nama lagi. Kali ini isinya resep kue coklat lengkap dengan fotonya yang sangat menggiurkan.
“Aku baru mencoba kue ini, valentine nanti aku akan membuatkannya lagi untukmu.. “ valentine nanti akan membuatkan kue ini lagi untukku? Lalu mengirimkan fotonya kepadaku? Huh. Bodoh sekali.
Siapa sih yang mengirimkan surat ini? orang yang menyinggung valentine di sekitarku hanya Kania dan Andra. Tak mungkin Kania mengirimiku surat seperti ini, setahuku dia gadis yang normal. Kalaupun Andra yang mengirimkan surat ini, untuk apa? Memangnya dia menyukaiku? Kalau ingin mempermalukanku di malam valentine sih mungkin iya.
“Dinda, ibu ingin bicara sama kamu..” ujar ibu yang tiba-tiba muncul di belakangku dengan wajah yang muram.
“Kalau tentang om Iwan lagi, silahkan saja kalau ibu mau menikah. Enggak usah minta persetujuan aku. Tokh ibu menikah lagi atau enggak aku tetap saja enggak bisa mendapatkan ibu lagi seperti dulu..” jawabku sambil berjalan melewati tubuh ibu. Namun ibu menarik tanganku dan memelukku dengan erat.
Ia menangis.
“Maafin ibu Dinda. Ibu egois. Ibu enggak sadar kalau ibu sudah terlalu jauh ninggalin kamu.. ibu enggak akan menikah Dinda. Ibu ingin kembali seperti sebelum semua masalah datang ke keluarga kita. Ibu janji ibu akan jadi ibu yang baik untuk Dinda! Beri ibu kesempatan sekali lagi Dinda!” kata-kata ibu sangat emosional, ia menangis tersedu-sedu dan menularkannya kepadaku. Aku pun menangis dengan hati yang seakan pecah.
“Ibu sungguh-sungguh? Ibu enggak marah?”
“Ibu enggak marah Dinda. Ibu terlalu egois. Ibu fikir dengan semua limpahan materi itu kamu akan bahagia.. tapi ternyata enggak. Ibu pun begitu Dinda.. maaf..” kubalas pelukan ibu dengan lebih erat.
“Aku juga minta maaf bu, aku.. aku udah ngomong keterlaluan sama ibu.. aku cuma pengen ibu kembali kayak dulu.. ” ibu tidak menjawab, ia tetap menangis sesegukan di bahuku, menciumi rambutku dan berkali-kali mengatakan maaf kepadaku.
Aku tak percaya dengan apa yang telah terjadi saat ini. Ibu akan kembali menjadi ibuku yang dulu?
Ini kado ulang tahun paling indah untukku. Sekalipun besok adalah tanggal resminya, tapi aku tak terlalu memikirkan itu. Setidaknya ulang tahunku menjadi sangat bermakna tahun ini.
Tahun-tahun setelah ini pasti akan menjadi tahun-tahun yang penuh warna!
Biarlah valentineku tetap kelabu. Yang penting aku punya ibu.
*** 

Bersambung.

Simak cerita sebelumnya : Bagian empat

No comments:

Post a Comment

Model dan Jenis Sepatu Boots Wanita Masa Kini

Model dan Jenis Sepatu Boots Wanita Masa Kini  Model dan Jenis Sepatu Boots Wanita Masa Kini - Boots yang dulunya identik dengan k...