Saturday, 31 October 2015

Trend di Tahun 90an VS Sekarang



90an adalah masa-masa emas yang enggak akan pernah tersaingi, Jajanan khasnya, permainannya, acara TVnya, artisnya dan juga semua-muanya di tahun 90an itu the best! sebagai makhluk yang hidup di zaman Golden Age itu aku juga ikut kangen lah sama masa-masa indah itu, tanpa disadari seiring dengan perkembangan zaman dan trend yang berganti ajaibnya tahun 90an ikut tersisih. Terus apa saja sih yang hilang dari kebiasaan kita di tahun 90-an?

- Bangun pagi pakai jam weker

90an = TET-TET-TET-TEEETTT-TEEET! TET-TET-TET-TEEET-TEEET! bangun pagi dengan kepala pening karena alarm bunyi kuenceng banget deket kuping. Bunyi alarmnya semua model begitu dan rata-rata weker yang dipakai itu weker plastik dengan bentuk kotak, atau bulat. Yang puteran alarmnya ada di belakang dan kita musti struggle buat matiin itu alarm karena tombol untuk matiin alarm itu sendiri kecil banget!Tapi banyak juga yang pakai jam weker yang unik-unik, kayak kepala Miki tikus atau yang lainnya, cuma ya memang enggak sebanyak yang bulet atau kotak ini.

Jam alarm 90an umumnya yang begini


Sekarang = Goodbye alarm tetetet, karena ada alarm di hape yang lebih modern dengan bunyi alarm yang bisa kita atur seenak hati. Boleh pakai MP3 PAJnya Cita Citata atau pakai yang agak english kayak Alamat Palsu versi English :3 Tapi ternyata matiin alarm pakai hp itu jauh lebih struggle, karena tiap hape beda-beda cara matiinnya. Tapi biasanya sih ada dua opsi, matiin alarm atau dijeda lima menit, habis lima menit ya nyala lagi itu alarm. Kamvret momen when mata masih kreyep-kreyep dan kepencet yang jeda alarm, lima menit kemudian itu alarm nyala lagi dan kepencet lagi jeda. Gitu aja terus sampai Porche Macan bisa dijual eceran. Yakaleee Porche shampo bisa diecer.

- Pita kaset kusut

90an = Kaset. Satu-satunya hiburan yang merakyat tapi gaul abis. Perjuangan saat tape enggak lagi jernih suaranya, pasti langsung dibasahi headnya pakai ludah dan biasanya sih...biasanyaaa suaranya oke lagi, tapi enggak seberapa lama ya jelek lagi. Buahahah. Terus sialnya kadang kaset pitanya kusut! kan kamvret banget. Lagi asyik-asyiknya dengerin M2M, eh enggak bunyi lagi. Pas dicek, pitanya sudah terburai berhamburan dari jalur yang seharusnya. Kusut dan enggak maksimal lagi suaranya saat diputar. Sedih :'(

Diputer-puter pakai pensil atau pakai jari


Sekarang = cukup download mp3 dengan kualitas audio tinggi, mau legal atau ilegal tak apa lah yang penting playlist full lagu terbaru. Strugglenya saat salah pencet ikon donlot, bukannya ngedownload MP3, ternyata malah download browser baru atau aplikasi yang entah dan penuhin memori. Enggak jarang juga yang didonlot itu ternyata aplikasi ilegal yang bikin gadget ngehang. Super kamvreto banget. Tipsnya biar enggak terjerumus ke hal-hal yang merugikan seperti itu adalah DOWNLOAD MUSIK LEGAL. Katanya tajir, hapenya aja Iphone6 tapi donlotnya pengen yang gratis-gratis aja...jangan-jangan Iphonenya supercopy ya gabisa pake Itunes :3

- Walkman the ultimate gaul

90an = Sony pertama keluarkan Walkman tahun 80-an sih, tapi membudaya di Indonesia dan banyak KWannya ya 90an. Aku juga pernah jadi anak gaul lho, soalnya punya walkman. Mueheheh. Nih yang begini nih..

Persis begini, cuma merknya bahasa mandarin. Iya, 'walkman'ku made in China -_-
Sekarang = Mp3 Player, Mp4 Player dan Ipod serta Ipod mini. Tapi semua itu enggak berarti lagi saat HP pun sudah bisa dijejali aplikasi pemutar musik canggih dengan speaker yahud. Mau dengerin musik? cukup colokin hedset ke hape, voila! music everywhere. Tapi jangan kayak anak alay juga ya, kemana-mana pakai headset/earphone. Bawa motor atau jalan kaki di jalanan rame saja itu telinga dijejelin earphone, sepenting itukah dengerin musik sambil jalan? kalau ketabrak sih gimana? bahaya lho dengerin musik kenceng-kenceng di jalanan, apalagi pakai earphone, kalau ada bahaya kita enggak akan denger peringatan orang-orang, celaka deh :'(

Nah, itu dia sebagian yang gaul-gaul dan ngetrend di tahun 90an VS sekarang. Masih banyak banget deh hal lain yang terkenang-kenang dari tahun 90an. Lain kali kubahas lagi jajanan 90an sama artis ngetop di tahun-tahun itu. Hihi.

Baca postinganku yang lain ya~  CERPEN SILENT LOVER

Jangan lupa ya teman, tonton trailer novel terbaruku di Youtube



Wednesday, 28 October 2015

Ini Dia Hal Yang Dilakukan Cewek Saat Iseng

Ini dia yang dilakukan cewek saat iseng


Cewek kalau lagi iseng suka ngapain saja sih? aku sendiri nih ya, kalau lagi iseng dan sendirian kadang suka bertingkah yang agak aneh, janggal dan weird. Misalnya saja sok-sok jadi selebritis yang rumahnya lagi di-shoot sama tim EKSIS atau sejenisnya. Enggak masalah, namanya juga lagi iseng dan sendirian, yang jadi masalah itu kalau weird saat banyak orang, bisa-bisa dianggap 'sesuatu'. Berekspresi sih boleh, tapi lihat situasi dan kondisinya juga. Hehe

Nah, terus apa saja yang suka dilakukan cewek saat iseng? nah, postingan ini terinspirasi dari video BuzzFeed di Youtube, judulnya kurang lebih sama tapi dengan bahasa Inggris. Ternyata bukan cuma aku yang suka ngelakuin hal-hal aneh dan sedikit sengklek kalau lagi iseng, di belahan bumi yang lain kaum perempuan pun melakukan hal yang sama. Penasaran? 

- Memuji tubuh sendiri

Biasanya sambil ngaca, dari mulai rambut, wajah, boobs, pinggang dan bahkan kaki. Jangan mengelak deh kalau kadang kita suka bergaya sok seksi di depan cermin, berlagak layaknya model papan atas, berasa cantik dan memuji diri sendiri. Oke sih, seenggaknya kita jadi lebih pede dengan memuji diri sendiri, asal jangan kepedean juga. Hehe

- Pura-pura hamil

Pernah? aku pernah dan rasanya aneh. Ahahah. Jadi masukkan banyak kain, atau kaos atau bantal atau apalah ke dalam baju. Kemudian bercermin dan lihat penampilan dengan perut yang menggembung. 

- Selfie sampai puyeng

Ini IYA banget. Sebodo amat muka masih lecek, muka berminyak dan background foto di dekat jemuran pakaian dalam pun! Kalau sudah kambuh selffie addict ya foto-foto. Dari mulai pose wajar yang sok cantik sampai pose paling gila yang pernah ada. Pas cek hasil selfie, jadi mual sendiri. Jelek banget ini muka :'( Kalau ada yang agak mendingan biasanya sih langsung upload medsos, itu pun setelah diedit sana sini dan biasanya cuma 1 dari 30-an foto. True?


- Eksperimen dengan makeup

Awal mulanya dengan niat yang terpuji, latihan pakai makeup biar bisa aplikasikan smokey eyes dengan sempurna atau setidaknya wing eyeliner dengan cantik. Tapi karena frustasi jadinya antar iseng dan putus asa jadi seenaknya aplikasikan semua alat kosmetik di muka. Hasilnya? horrible! but fun, mueheheh

- Pura-pura jadi selebritis

Nah ini, aku sudah bilang kan tadi? kalau aku kadang suka kelilingi rumah sambil menunjukkan satu per satu bagian rumah, lengkap dengan gaya centil atau sok hartes. "Jadi pemirsa, ini nih kamar aku...enggak mewah sih, tapi nyaman banget," sambil buka pintu kamar, nampaklah kondisi kamar yang tak lebih baik dari tempat pembuangan sampah terakhir. Baju kotor di setiap sudut, lemari yang sudah keropos, ranjang kayu yang berdecit dan keset buluk dekat ranjang. "Ini ranjang klasik ya, warisan turun temurun, dan ini keset dari Paris dengan desain ekslusif dan disulam emas, jangan diinjak! ini barang mahal lho!". Kalau enggak pura-pura dapat award, say thanks to semua orang. Hater, lover dan biasanya khayalan itu baru kelar kalau sudah jijik dengan kelakuan sendiri. 

- Ngestalk medsos cowok ganteng sampai lupa waktu (juga anak dan suami)

Kala era Lee Min Ho dkk meraja, mereka yang paling sering menghiasi history internet kita, foto ganteng Lee Min Ho terbaru, foto topless Lee Min Ho terbaru dan sejenisnya. Kemudian kala era Hindustan menyebar lewat Mahabrata dan Jodha Akbar, Shaheer Sheikh dan Ravi Bhatia sexy shirtless jadi yang segar-segar di kala capek urus rumah. Sekarang? ganti lagi jadi Engin Akyurek dan Ilker Gursoy yang memenuhi history. Kala suami pulang, delete all history, jangan lupa! Nanti perang dunia ketiga lho. (Pssst, suka zoom in-zoom out fotonya juga kan? ngaku deh, ngaku)

- Masak dengan drama

Belum pernah masak sambil pura-pura jadi chef? hidup lo belum asik my sistah! 

- Ngecek macam-macam tutorial

Tutorial hairdo, tutorial makeup, tutorial pakai jilbab terbaru, tutorial pakai jilbab segi empat trendy terbaru dan masih banyak lagi. Semuanya berakhir dengan dengerin dangdut koplo karena frustasi tak ada tutorial yang bisa sempurna dieksekusi *ehm, ini sih aku ya...enggak tahu kalau yang lain, ahahah

Itulah hal-hal yang dilakukan cewek saat iseng. Seberapa banyak yang pas dengan keisengan kamu saat sendirian? mau tambahin? boleh, masukkan di komentar ya? Baca juga YANG TREND DI TAHUN 90AN. Hihi.

Jangan lupa tonton trailer novel terbaruku di Youtube :


Ada hadiah pulsa untuk yang review lho~

Tuesday, 27 October 2015

Cerpen Terbaru : SILENT LOVER

Cerpen Terbaru Oktober 2015


***
Hujan turun lagi. Cukup deras, berangin pula. Sampai-sampai kaca jendela kamarku pun ikut basah terkena cipratan air hujan. Berbulir-bulir dan berembun seperti permukaan gelas berisi air es yang kubiarkan meleleh.
Hari ini Sabtu. Tanggal 16. Hujan pun turun dengan sama derasnya seperti beberapa tahun yang lalu.
Tahun dimana Raka tak lagi datang mengunjungiku. Sudah hampir tiga tahun tapi aku masih bisa mengingat wajahnya dengan baik. Juga semua kebiasaannya.
Raka yang memiliki mata coklat terang dengan bulu mata yang lentik itu selalu datang pukul setengah tujuh malam. Ia akan menungguku di depan pagar dengan kedua tangan yang selalu dimasukkan ke dalam saku celana. Kecuali jika ia membawakan sesuatu untukku. Ah, Raka. Aku tak pernah menemukan cokelat yang memiliki rasa sama seperti yang pernah kamu berikan padaku! Aku sangat rindu rasanya, terutama dengan kehadiranmu. Aku sangat rindu.
Kami bertemu pertama kali di sebuah mall yang cukup jauh dari rumahku. Aku tersasar dan terpisah dari ibu. Itu kali pertama aku ke mall dan tak tahu dimana jalan keluar. Aku ketakutan dan orang-orang pun tak ada yang membantuku. Padahal aku sdah berusaha bertanya pada mereka, namun tak ada yang peduli. Entah, mungkin mereka tak mengerti apa yang aku tanyakan.
Lalu Raka datang! Dia menenangkanku dan membantuku bertemu dengan ibu. Sejak saat itulah aku suka padanya. Hebatnya lagi, Raka pun menunjukkan rasa tertariknya padaku dengan meminta nomor handphoneku. Kami semakin dekat hingga akhirnya Raka memintaku jadi kekasihnya.
Itu adalah moment terindah sekaligus paling mustahil di dalam hidupku! Ada seorang pemuda tampan yang menyukaiku! Bayangkan saja, aku yang selalu dijauhi teman sebaya, bukan siswi yang populer atau siswi yang pintar sekalipun, juga tak cantik, tapi bisa disukai oleh seorang Raka yang bertubuh tinggi dengan mata seindah Zayn Malik! Gadis-gadis yang jauh lebih cantik dariku pun pasti banyak yang berlomba mendapatkan hatinya.
Tapi dewi Amor berpihak kepadaku. Sekalipun kami bertemu lewat momen yang memalukan, tapi itu tak berpengaruh pada simpati Raka. Bayangkan saja aku menyasar di mall dan menangis tersedu-sedu karena kehilangan ibu. Jika aku masih berusia empat tahun, itu bukan kejadian yang memalukan, namun saat itu aku sudah berusia 16 tahun! Syukurlah, Raka pemuda yang benar-benar baik, juga sangat menyayangiku apa adanya. Sekalipun aku kurang pergaulan dan tak bisa melakukan apa-apa dengan benar.
Hujan masih turun dengan deras, bulir-bulir air hujan pun masih menetes di kaca jendela kamarku. Kurogoh sesuatu dari kolong tempat tidur, sebuah kotak bekas sepatu yang kubungkus dengan kertas kado motif hati berwarna pink. Isinya semua benda kenanganku bersama Raka.
Jantungku selalu berdegup kencang saat membukanya, dengan perut yang melilit dan keringat dingin yang membasahi tengkukku. Persis seperti pertama kali mendapatkan benda-benda itu darinya. Yang berbeda hanya rasa yang muncul dari dalam hatiku saja, saat menerimanya dari tangan Raka hatiku dipenuhi rasa hangat yang indah. Aku bahagia.
Berbanding terbalik dengan rasa yang aku rasakan saat ini. Dingin, juga sepi. Sudah tiga tahun dan aku tak bisa melihat senyumnya lagi untukku.
Benda yang pertama kulihat adalah secarik kertas bergaris dengan tepian bekas robekan, saat itu Raka menyobek buku tulisnya dan menulis ‘I always loving you’ dengan sangat rapi di atasnya. Aku sangat tersanjung membacanya. Berkali-kali kubaca kertas itu untuk meyakinkan diri bahwa apa yang telah aku baca itu benar. Hatiku berbunga-bunga sangat sadar bahwa tulisan itu memang benar adanya, Raka mengatakan bahwa ia selalu mencintaiku.
Pandanganku beralih pada beberapa kartu ucapan berwarna-warni di bawah kertas itu,  isinya juga ungkapan sayang Raka, pujiannya padaku dan harapannya denganku di masa depan.
Kapan masa depan itu? Apakah tiga tahun dari saat itu sudah termasuk masa depan? Kenapa tak ada satu pun harapannya yang menjadi kenyataan?
Kuambil kartu berwarna ungu dan kubuka lipatannya.
Aku akan selalu bersamamu, juga mencintaimu. Hingga masa yang akan datang..” bibirku menyunggingkan senyum. Membaca tulisan Raka membuatku teringat ekspresi wajahnya saat memberikan kartu-kartu ini. Ia terlihat tenang, juga mempesona. Senyumannya sangat indah, tak ada yang memiliki senyuman seperti itu selain dia.
Lalu dua tangkai bunga mawar yang sudah kering dengan sempurna. Mawar yang ia berikan di suatu malam. Ia tersenyum dan mengulurkan kedua tangkai bunga berwarna merah itu padaku, membiarkan aku untuk menghirup aromanya dan berterima kasih. Raka pun pernah memberikan cokelat yang rasanya sangat enak, bungkusnya masih aku simpan hingga saat ini. Lihat! Terlipat dengan rapi dan tak kusut sedikit pun. Jika kucium, masih ada wangi manis cokelat dari bungkusnya.
Ah, Raka! Seandainya aku bisa melihatmu tersenyum lagi untukku. Terasa jauh lebih manis dari cokelat yang kamu berikan..
Tubuhku menggigil. Rambut halus di tanganku meremang. Hujan yang begitu deras membuat suhu semakin menurun dan membuat tubuhku yang hanya mengenakan daster lengan pendek kedinginan. Kuraih cardigan yang tersampir di kursi meja belajar dan segera kukenakan, sekarang sudah lebih baik. Aku bisa bernostalgia lagi dengan Raka, kekasih pertamaku.
Hubungan kami singkat, tak lebih dari tiga bulan. Tapi kenangan di antara kami begitu banyak dan hampir tak muat di memoriku. Jika aku tak sering-sering menyusun kembali kenangan kami, bisa-bisa ada kenangan yang hilang.
Semua pesan singkatnya masih ada di dalam handphone. Kusimpan di dalam folder yang khusus. Dari mulai pesan “Hai!” yang pertama kali memulai hubungan kami hingga pesan yang mengakhiri hubungan kami.
Hubungan yang terpaksa diakhiri. Bahkan tanpa ucapan selamat tinggal yang layak.
“Raka kecelakaan. Ini temannya pakai handphone Raka.” Jantungku seakan mati saat membaca pesan itu. Pesan terakhir yang aku dapat dari kekasihku, Raka.
Aku mencoba mencari tahu keadaannya, mencoba mencari tahu dimana dia dirawat? kenapa kecelakaan itu bisa terjadi? kenapa Raka tak pernah sembuh untuk membalas pesanku?
Aku masih sangat penasaran dengan keadaannya hingga saat ini. Karena aku peduli. Karena aku mencintainya sepenuh hati!
Esoknya nomor Raka mati. Tak aktif. Setiap hari kukirimi ia pesan dan berharap satu saat akan ada keajaiban. Pesan itu terkirim dan Raka membalasnya.
Tapi semuanya hanya harapanku saja. Harapan yang tak pernah menjadi kenyataan. Sudah tiga tahun dan tak ada satu pun pesanku yang berhasil terkirim.
Menangis? Tentu! Aku sangat mencintai Raka dan kudengar ia kecelakaan, ia tak lagi membalas pesanku serta nomornya pun mati. Aku takut hal yang sama pun terjadi padanya!
Setiap hari aku merasakan khawatir yang menggila di dalam hati, setiap hari aku pun merasakan kecewa yang mendalam karena harus kehilangan seseorang yang telah memberikan warna indah di dalam hariku yang kelabu.
Aku ingin mencarinya. Tapi kemana? Aku tak tahu Raka tinggal dimana, bahkan sekolahnya pun aku tak tahu! Tak banyak cerita tentang kehidupan pribadi masing-masing diantara kami. Itulah salahnya. Aku kehilangan kabar Raka karena ketidak tahuan akan sesuatu sepele yang berakibat sangat fatal.
Sudah tiga tahun dalam penantian tanpa harapan, namun tak menyerah. Lelah dan bosan menunggu, tapi aku tetap melakkan hal itu. Untuk menunggu Raka, atau apapun itu yang membuatku tahu kabarnya saat ini!
Tuhan baik sekali padaku. Akhirnya Ia menjawab semua doa yang kupanjatkan. Tadi pagi aku bertemu dengan Raka.
Tapi bukan Raka yang aku kenal.
Tadi pagi aku juga melihat senyumannya yang indah.
Tapi tidak seindah senyuman yang ia berikan padaku tiga tahun yang lalu.
Tadi pagi aku melihat Raka membawa kartu berwarna lembut.
Tapi bukan kartu berisi ucapan cintanya padaku. Karena ia memberikannya pada seorang gadis yang berjalan di sampingnya.
Sesaat hatiku penuh dengan rasa bahagia karena melihatnya lagi, rasa rindu yang menumpuk selama tiga tahun membuncah. Melihatnya di depan mata, tetap tampan seperti dulu, namun ada gadis lain di sebelahnya.
Sesaat kemudian hatiku meledak hingga rasa kecewa yang aku rasakan berceceran kemana-mana. Kuharap sepotong hatiku yang berisi harapan dan rasa kecewa yang akhirnya kurasakan sampai di tangan Raka yang terbuka. Tapi nampaknya ia tak mendapatkan potongan hatiku, bahkan tak melihatku. Padahal jarak kami tak lebih dari tiga meter. Ia di depanku, memeluk pinggang gadis itu dengan mesra. Ia membisikkan sesuatu di telinganya dan membuat gadis itu tersipu malu.
Aku sangat iri.
Raka melakukan hal yang tak pernah ia lakukan padaku. Memelukku dan berbisik di telingaku.
Bagaimana rasanya jika lengan Raka memeluk tubuhku? Pasti sangat nyaman.
Bagaimana rasanya jika Raka membisikkan sesuatu di telingaku? Pasti sangat.. namun aku segera tersadar. Aku tak akan bisa mendengar bisikan apapun, orang yang berteriak-teriak di telingaku pun tak akan membuatku mendengar apa yang mereka katakan!
Aku jadi geli sendiri dengan khayalanku.
Sudah kubilang kan Tuhan sayang padaku? Ia tak mau aku terus menunggu seseorang yang telah mengkhianatiku.
Hujan sudah berhenti dan sebaiknya aku segera mengakhiri semua nostalgiaku dengan Raka. Hubungan kami sudah berakhir. Aku tak perlu bersusah hati lagi untuk mengkhawatirkan Raka. Ia baik-baik saja, bahkan jauh lebih baik tanpaku.
Kurasakan tepukan di bahuku. Aku menoleh dan melihat ibu tersenyum. Beliau menggunakan tangannya untuk membuat isyarat yang mengajakku makan, Kujawab ajakan ibu dengan isyarat tangan pula. Kukatakan bahwa aku akan segera makan setelah selesai beres-beres. Membereskan kenanganku bersama Raka. Ibu mengangguk dan keluar kamar.
Kuhela nafas dan kututup kotak sepatu yang berisi semua kenanganku dengan Raka. Aku mencintainya dengan sepenuh hati, tapi sepertinya ia tidak. Ia menjauhiku dengan cara yang sangat kekanakan. Membuatku khawatir setengah mati sementara ia bahagia dengan gadis lain.
Apa sulitnya mengatakan putus? aku yang kurang pergaulan ini mengerti maksud kata itu.
Ya, mungkin karena bersamaku hanya penuh kesunyian. Tak ada satu pun ucapan yang keluar dari mulutku selain lenguhan tak jelas yang pasti membat siapapun merasa hilang rasa. Aku ingin mengatakan sesuatu padanya, tapi aku tak mampu. Aku tak bisa.
Kukira Raka mengerti dan merasakan, kesunyianku adalah satu-satunya hal yang bisa aku tunjukkan padanya sebagai pengganti ucapan I Love You.
Tapi sudahlah. Kini aku sudah tahu semuanya.
Sebaiknya aku mencari seseorang yang benar-benar memahami kesunyian yang selalu mengelilingi hidupku. Mungkin jika ia adalah seseorang yang juga hidup di dalam kesunyian, ia akan memahami perasaanku yang tak bisa bicara ini.
Aku tunawicara, juga tunarungu.
Tapi aku ingin dicintai dengan seluruh kekurangan juga kelebihanku. Kuharap suatu saat ada yang bermurah hati memberikan ruangan di hatinya untuk kutempati. Entah kapan. Tapi semoga..
***
 Sebenarnya ini bukan cerpen yang baru kubuat, cerpen ini dibuat tahun 2013 untuk event Kisah Sang Mantan dari Diva Press dan aku enggak lolos.  Kemarin buka-buka email lama dan nemu ini, nostalgia banget. Hehe. Semoga suka ya...

Ah iya, jangan lupa tonton book trailer novel terbaruku disini:
Ada pulsa untuk teman-teman yang mereview novelnya lho!

Menu Variasi Sarapan : Telur Dadar Bayam

Menu sarapan simpel


Bosan sarapan pakai nasi goreng melulu? atau mungkin bosan makan rendang dan iga penyet versi sachet alias mi instan terus tiap pagi? anak kost ujung bulan kali ah, menunya sachetan. Pengen makan yang agak bervariasi tapi enggak ada waktu untuk bikin yang unik dan enak?

Cobain bikin Telur Dadar Bayam deh, gampang bikinnya, cepat masaknya dan rasanya juga enggak bosenin. Enak buat jadi variasi sarapan biar enggak nasi goreng terus, enggak harus untuk sarapan sih, soalnya dimakan di makan siang sama makan malem pun jadi lah! Kenapa aku punya ide bikin telur dadar bayam? sebenarnya resep ini bukan murni ideku, karena aku baca ini di salah satu majalah resep masakan gitu, dan mudah banget buat ditiru.

Jadi, ini kan rencananya aku sambil ngakalin anak yang enggak doyan makan sayur, berdasar artikel yang pernah kubaca nih ya, kalau mau bikin anak doyan sayur, harus divariasikan atau disamarkan biar dia mau makan. Katanya sih ya kalau sayurannya dibikin bentuk-bentuk bunga, hewan atau apalah, si anak bakalan doyan karena bentuknya lucu. Dusta. Capek iya bikin sayuran dimodel-model begitu, eh anaknya tetep saja enggak suka. Soalnya rasanya itu lho yang dia enggak suka, bukannya bentuknya. Yang bikin artikel cuma berdasarkan teori "Kali Aja" doang, enggak praktek lapangan langsung sama anak yang enggak doyan sayuran.

Dibikin telur dadar begini juga bukan berarti si anak jadi langsung mau makan, enggak! tetap musti pakai sedikit pemaksaan juga biar dia mau santap habis telur bayamnya. Anak susah makan sayur berarti orangtuanya yang harus bener-bener berusaha agar si sayur itu dimakan, gimanapun caranya. Kalau aku sih biasanya didampingi terus pas dia makan sayur, tiap kali sayurnya enggak disentuh pasti aku bilangin, "Makan dek sayurnya! Kalau makan sayuran nanti matanya bisa nyala dalem gelap!" sedikit bohong memang, tapi efektif.

Kalau sudah magol banget dia enggak mau makan, biasanya aku pakai jurus pamungkas. Kayak begini, "Dek, makan sayurnya! Kalau enggak Umi laporin presiden nih kalo sayurnya enggak dimakan!" and he just like...seriously Umi? terus perlahan  makan sayurnya. Bukan karena takut dilaporin ke presiden, tapi karena kasihan lihat uminya berhalusinasi. *hening

Oke deh, itu sedikit drama entah antara aku dan anakku saat makan. Ayo kita beralih ke babak resep Telur Dadar Bayam. Bahannya gampang didapat dan rasanya juga enak. Silahkan disimak :

Bahan Telur Dadar Bayam :

3 butir telur 
satu ikat bayam
garam dan kaldu bubuk secukupnya
merica secukupnya
boleh pakai keju kalau suka
tomat dan mentimun untuk tambahan 

Cara Membuat :

Masukkan bayam rebus ke dalam kocokan telur

- Telur dikocok sementara bayam yang sudah disiangi direbus sampai layu, setelah bayam layu diangkat dan diperas biar enggak basah. Diiris-iris tipis dan campur ke dalam telur kocok. Masukkan setengah sendok teh garam, kaldu bubuk dan seujung sendok teh merica. Aduk rata
- Goreng dengan api kecil, jangan dulu dibalik sebelum bagian tepiannya sedikit kecokelatan. 
- Setelah bagian tepinya kecokelatan dibalik pelan-pelan, terus tekan-tekan pakai sudip biar adonannya merata matangnya.
- Nah, belah tengahnya jadi dua. Tekan-tekan lagi dan bolak balik dengan hati-hati sampai matang merata. Angkat dan sajikan.

Telur Dadar Bayam


Telur Dadar Bayam siap disantap! dimakan pakai nasi hangat dengan kecap dan saos tomat enak deh. Kenyang dan bayamnya empuk banget, berserat halus kurang lebih teksturnya mirip ayam rebus. Enggak percaya? ayo bikin!

Makasih sudah mampir yah, jangan lupa baca artikel lainnya di blogku. Misalnya saja Cerber Broken Hearted Chocolate (Tamat).
Eh terus numpang nupang ya tolong di like, share, subscribe book trailer novel BELAHAN JIWA:

Monday, 26 October 2015

Giveaway Penerbit Haru Berhadiah Novel "So I Married The Anti-Fan"

Giveaway novel Oktober 2015


Penggemar cerita Korea pasti sudah tahu kan novel yang satu ini? 
Belum sempat terbeli? Hicks, sama.

Nah, karena itu ikutan Giveaway Penerbit Haru Berhadiah Novel "So I Married The Anti-Fan" yuk! simak ketentuannya di bawah ini :

Giveaway! Kali ini dari Penerbit Haru akan memberikan 2 novel "So, I Married the Anti-fan". Cara ikut GA? Simak aturan ini dulu, lalu isi Rafflecopter di bawah.


    Peserta berdomisili di wilayah Indonesia.
    Buku hadiah akan dikirimkan oleh Penerbit Haru
    Silakan mengisi kolom Rafflecopter di bawah ini.
    Giveaway berlangsung dari 26 Oktober 2015 - 9 November 2015
    Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat.
    Bila dalam 48 jam tidak ada respon dari pemenang, maka akan dipilih seorang pemenang baru.
    Harap sertakan akun twitter saat konfirmasi pemenang.
    Jika ada pemenang ganda dengan host yang berbeda, host berhak untuk mengundi ulang jika merasa perlu.
    Jika tidak ada undian ulang, pemenang HANYA akan mendapatkan 1 buku  meskipun mereka menang beberapa kali.
Lho kok persyaratannya enggak lengkap sih? hihi. 
Tahan fans! jangan dulu bakar ban dan boikot blogku karena emosi. Mendingan langsung cuss saja ke sumber aslinya nih :


Jadi mau tunggu apa lagi? ayo ikutan!!

Sunday, 25 October 2015

Kejar Sampel Gratis Lagi Yuk?

Sampel Kosmetik Gratis


Siapa yang enggak suka sampel gratis? dulu aku rajin ikutan sampel gratis di Everydayme.com. Tapi belakangan ini belum ada sampel gratis lagi, jadi sebagai pecinta gratisan aku merambah yang lainnya. Ada banyak kok info sampel gratis di internet, baik itu sampel gratis kosmetik, sampel gratis produk makanan, susu bayi dan lain-lainnya.

Tapi ya itu dia, harus cepat-cepatan karena yang ikutan program sampel gratis itu enggak sedikit. Jumlahnya bisa ratusan sampai ribuan! jadi, saat ada info baru produk yang bagikan sample gratis, buruan diserbu! lumayan kan bisa nyobain tester? disaat di pasaran belum turun produknya, eh kita sudah coba dan bisa bikin review. Asyik deh.

Yang demen berburu sample gratis mana suaranya? hayuk atuh dicek dulu daftar sampel gratisnya :


Buat teman-teman yang suka pakai makeup, pastinya butuh cleanser yang enggak cuma angkat sisa makeup kan? tapi juga yang bisa ikut merawat kulit wajah. Nah, ikutan deh free sample Bioderma Make Up Cleanser.  


Nah, kalau FitBar sudah enggak asing ya? snack enak yang bikin kenyang tapi enggak bikin gemuk ini bikin angket gitu, cuma tinggal isi dan submit. Kalau beruntung bisa dapat produk GRATIS!


Kalau yang satu ini mewajibkan teman-teman untuk jadi anggotanya lebih dulu, kemudian pilih produk yang tersedia untuk dites di rumah (alias dikirim produk gratis dan tinggal coba, enggak perlu bayar, hehe). Nah, tipsnya untuk dapat sampel gratisnya itu adalah dengan mengundang banyak-banyak teman dari semua media sosial. Yang paing banyak share, itulah yang terpilih untuk dapat tester.


Siapa yang enggak kenal Madurasa? sejak zaman aku masih esde, produk Madurasa sudah terkenal sebagai produk madu dalam kemasan. Bersih dan enak banget rasanya. Sekarang ada kontes cerita Madurasa yang berhadiah 10 bingkisan produk, FREE yaa enggak pakai syarat-syarat beli produk atau apalah gitu...Tapi harus Like FB, Follow Twitter, dan Follow Instagram MADURASA. Not too difficult, huh? Habis gitu tinggal ikutin deh persyaratan kontesnya disana. 

Sudah dulu deh segitu dulu yaa~
Selamat mencoba dan semoga dapet deh sampel gratisnya. Kan lumayan kalau dapet, bisa sedikit berhemat anggaran. Hihi.
Eh terus numpang nupang ya tolong di like, share, subscribe book trailer novel BELAHAN JIWA:

Cerber Romantis : Broken Hearted Chocolate (TAMAT)





Sekarang sudah tanggal empat belas. Kania sudah sibuk dengan berbagai persiapannya untuk makan malamnya bersama sang editor bulletin kampus.
Semua acara bertemakan cinta. Acara di TV, film-film di bioskop, peluncuran novel bertemakan cinta dan berbagai dekorasinya. Dari mulai pintu masuk mall hingga pintu masuk toilet pun dihiasi dengan balon bentuk hati ataupun bunga mawar. Cokelat-cokelat di supermarket didiskon hingga 70% untuk ikut menyemarakkn suasana. Agar semua gadis-gadis yang mendewakan valentine bisa menghemat anggaran untuk membeli coklat yang biasanya lumayan mahal dan memberikannya pada pacar masing-masing. Tapi aku sudah memiliki valentineku sendiri, ibu.
Aku memiliki hadiah valentine dan hadiah ulang tahun paling berharga seumur hidupku tahun ini. Aku memiliki ibu.
Rencananya malam ini aku dan ibu akan makan malam berdua. Menikmati malam yang penuh kasih sayang dan kembali merajut kehangatan yang sempat hilang diantara kami selama ini.
Tapi sudah satu jam berlalu ibu belum juga sampai di restoran. Bokongku sudah terasa pegal dan membengkak menunggunya seperti ini. Kenapa ibu lama sekali? perutku sudah kembung dengan minuman yang aku pesan. Aku jadi keburu kenyang deh, padahal tadi aku berencana untuk makan sepuasnya di restoran ini.
Menyesal aku tidak ikut ke salon dulu bersama ibu, katanya ibu ingin berdandan dengan cantik di malam ini, agar semakin spesial. Kukira tak akan selama ini.
“Tluk.” Coklat di dalam kotak mika diletakkan di depanku. Aku langsung mengenali bentuk coklat itu sebagai bentuk coklat yang pernah kuberikan pada Andra.
Bentuk kepala beruang dengan dasi kupu-kupu berwarna merah.
Dipikir-pikir coklat dengan bentuk seperti itu sama sekali tidak romantis ya? Malah mungkin mengerikan. Pantas saja Andra langsung membuangnya.
Aku mendongak menatap orang yang memberikan coklat itu. Andra. Persis seperti dugaanku. Ia mengenakan kemeja yang rapi dan celana pantaloon. Tinggal menambahkan dasi kupu-kupu berwarna merah dan ia akan terlihat seperti beruang di cetakan coklat itu.
“Habis dari kondangan?” tanyaku iseng. Senyuman sinis tersungging di bibirku. Padahal dalam hati aku mengakui bahwa ia sebenarnya terlihat tampan dalam balutan setelan resmi ini.
Andra memamerkan senyuman. Yang tak berbeda dengan senyuman yang kulihat saat kelas satu SMA dulu. Namun bedanya dulu dia berjerawat dan gemuk. Aku menyukainya karena ia sama-sama dijauhi seperti aku. Kami sempat bicara banyak dan dia asyik diajak ngobrol. Kuberanikan diri memberikan coklat dan untuk kesekian kalinya aku katakan kalau dia membuangnya. Yang membuatku semakin sakit hati adalah karena ia mengembel-embeli kelakuannya itu dengan kata-kata bahwa aku ini adalah satu-satunya gadis keturunan alien dengan kulit yang hijau dan paling aneh yang pernah ia ajak bicara.
“Enggak. Ini special untuk malam ini… aku ada date!”
“Oh, mana ceweknya?” tanyaku penasaran, iri juga. Padahal kan kemarin dia mengajakku keluar di malam valentine. Eh tak tahunya dia langsung mendapatkan pengganti. Kulirik coklat di hadapanku, beruang itu masih tersenyum.
“Kenapa kamu ngasih coklat ini? Ngejek?”
“Enggak, ini buat kamu kok.”
“Aku enggak mau cokelat. Kasih saja sama date kamu.”
“Buat date aku sih ada ini..” timpal Andra sambil meletakkan sekotak kue coklat yang sama persis dengan kue coklat dalam foto. Aku menelan ludah. Aku takut pengirim surat itu ternyata memang Andra.
“Kamu sudah baca surat dari aku?” Glek!
“Surat apa? Kayak zaman penjajahan saja pakai surat-suratan..”
“Ya surat yang bilang kalau aku mau bikin kue buat kamu valentine malam ini..” glek! Glek lagi! Ternyata memang Andra!
Kuedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan, mencari benda-benda mencurigakan yang berisi kamera pengintai dari salah satu acara jahil di televisi swasta. Kutatap satu per satu tas tangan milik para gadis yang tengah makan malam bersama pacar masing-masing di sekelilingku. Semuanya kecil-kecil dan tak mungkin bisa diisi kamera. Ah, mungkin di buket bunga? Atau di tempat lain.
“Kamu nyari apa sih?” tanya Andra penasaran, ia duduk tanpa dipersilahkan di seberangku.
“Nyari kamera. Siapa tahu kamu lagi isengin aku..” jawabku jujur dan membuat Andra tertawa renyah. Tiba-tiba saja ia menggenggam tangan kananku, membuatku refleks menarik tanganku namun Andra menggenggamnya dengan erat. Kupelototi dia dan kuminta melepaskan tanganku, akan tetapi dia malah menatap wajahku sambil tersenyum.
“Aku minta maaf Dinda. Izinkan aku buat valentine kamu penuh warna.”
“Enggak usah! aku punya ibu dan mulai saat ini hidupku sudah berwarna. Kamu enggak perlu repot-repot!”
“Tapi valentine kamu masih abu-abu. Belum ada warnanya. Beneran kamu enggak mau buat valentine kamu jadi lebih indah? Dua orang alien juga bisa membuat valentine yang berwarna lho!”
“Iya, jadi hijau! Valentinenya jadi go green! Sudahlah! Kamu bikin aku kesal. Cari saja cewek lain yang belum pernah kamu kata-katain aneh!”
“Enggak! Aku maunya sama kamu!” Andra ngotot. Aku melotot.
“Kenapa? Kamu enggak laku gitu?” Andra menggeleng dengan wajah yang dipoles-poloskan, entah memang polos beneran.
“Sebenarnya sejak aku berubah jadi cakep begini banyak cewek yang nembak.. tapi aku terus kepikiran kamu Dinda..” akunya membuatku mencibir dengan keras.
“Izinkan aku untuk lanjutin kata-kataku dulu ya Dind?”
“Ckk. Apa lagi sih? aku kan enggak nyela kalimat kamu! Silahkan saja ngomong sampai berbusa!” bentakku kesal. Aku tak mau menunjukkan bahwa aku mulai terbawa suasana dan penasaran dengan apa yang sesungguhnya ingin Andra katakan padaku.
“Maksudku dulu itu.. dulu pas kita SMA..” sebodo amat. Dengusku.
“Kamu adalah satu-satunya cewek aneh dan antisosial yang pernah aku temui.. juga satu-satunya yang pernah kusukai.”
“Hey! Enggak ada kalimat itu dulu!!”
“Iya, karena kamu keburu pergi sambil menangis.”
“Suruh siapa ngomongnya kayak begitu? Siapapun pasti akan terhina dan nangis! Termasuk aku yang antisosial ini. Apalagi coklatnya kamu buang begitu!”
“Eh, aku enggak buang! Coklatnya jatuh!”
“Bohong!!” Andra menarik tanganku dan meletakkannya tepat di jantungnya. Kuraskan sesuatu di balik kemeja juga kulitnya berdegup-degup dengan kencang.
“Emangnya kamu enggak lihat waktu itu aku gemetar sepeti ini? Enggak lihat wajahku pucat seperti sekarang? Itu adalah pertama kalinya seseorang ngasih coklat valentine buat aku dan aku merasa sangat bahagia! Apalagi orang itu orang yang aku suka.” Aku diam,
“.. dan ini kali pertama aku bilang suka sama seseorang..” pungkas Andra, nadanya pelan dan lembut. Namun tegas. Aku menelan ludah dan kehabisan kata-kata. Aku tak yakin apa yang ia katakan itu benar atau hanya mempermainkanku. Jika memang dulu ia benar-benar menyukaiku, dia akan menjelaskan semuanya padaku dan tidak pindah.
“Aku enggak percaya. Kamu pasti bohong..”
“Kamu enggak percaya Dinda? Apa yang harus aku berikan agar kamu percaya sama aku?” aku tak menjawab.
“Kamu mau coklat? Aku akan berikan coklat apapun yang kamu mau Dinda! Atau kamu mau..”
“Jangan beri aku cokelat! Beri aku cinta!!!” selaku cepat, dan sambil menangis. Air mata lagi-lagi melengkapi suasana hatiku yang tak karuan. Melihatku menangis dengan tiba-tiba Andra bangkit dari duduknya dan berlutut di sebelahku, menarik tanganku agar menghadap kepadanya dan kuturuti keinginannya.
Andra mengusap air mataku dengan lembut dan meletakkan tangannya itu di pipiku,
“Aku akan memberikannya. Berikan aku kesempatan..” bukannya reda air mataku malah semakin deras. Andra menjadi salah tingkah dan tak tahu harus berbuat apa. Apalagi pengunjung restoran kini memperhatikan kami berdua.
“Jangan nangis Dinda.. ada yang salah? Maaf.. aku-aku enggak bermaksud..”
“Enggak! Aku cuma takut kalau ini bohong. Aku bahagia sekarang dan aku takut nanti semuanya berakhir!” Andra memeluk tubuhku. Dengan posisinya yang berlutut pun ia bisa merengkuhku, ia sangat tinggi, lengannya kokoh dan sangat hangat.
“Aku enggak akan bohong Dinda. Aku janji.. setiap hari kamu akan menjadi seindah valentine..” kutatap matanya dan kutemukan ketulusan.
“Makasih.. by the way.. ini ulang tahunku lho..“ Andra meraih tanganku dan mengecup punggung tanganku dengan lembut,
“Happy birthday princess..” ucapnya dan seisi ruangan bertepuk tangan untuk kami. Persis seperti saat menonton drama romantis di teater. Kutangkap sosok ibu di sudut ruangan, ikut bertepuk tangan sambil menghapus air matanya. Sepertinya ibu dan Andra bersekongkol untuk semua ini.
Nanti saja aku protesnya, sekarang aku ingin menikmati saat romantis pertamaku bersama Andra. Cinta lamaku. My handsome alien..
Tamat.

Simak cerber ini dari bagian satu disini ya --> Cerita Bersambung 
Eh terus numpang nupang ya tolong di like, share, subscribe book trailer novel BELAHAN JIWA:

Saturday, 24 October 2015

Cerber Romantis : Broken Hearted Chocolate (bagian 5)





Tanggal dua belas Februari berlalu begitu saja. Penuh kesunyian. Ibu sama sekali tidak berbicara padaku. Di kampus pun Andra tak menunjukkan bahwa ia akan membalas perlakuanku kepadanya kemarin siang.
Tanggal tiga belas aku mendapatkan surat tanpa nama lagi. Kali ini isinya resep kue coklat lengkap dengan fotonya yang sangat menggiurkan.
“Aku baru mencoba kue ini, valentine nanti aku akan membuatkannya lagi untukmu.. “ valentine nanti akan membuatkan kue ini lagi untukku? Lalu mengirimkan fotonya kepadaku? Huh. Bodoh sekali.
Siapa sih yang mengirimkan surat ini? orang yang menyinggung valentine di sekitarku hanya Kania dan Andra. Tak mungkin Kania mengirimiku surat seperti ini, setahuku dia gadis yang normal. Kalaupun Andra yang mengirimkan surat ini, untuk apa? Memangnya dia menyukaiku? Kalau ingin mempermalukanku di malam valentine sih mungkin iya.
“Dinda, ibu ingin bicara sama kamu..” ujar ibu yang tiba-tiba muncul di belakangku dengan wajah yang muram.
“Kalau tentang om Iwan lagi, silahkan saja kalau ibu mau menikah. Enggak usah minta persetujuan aku. Tokh ibu menikah lagi atau enggak aku tetap saja enggak bisa mendapatkan ibu lagi seperti dulu..” jawabku sambil berjalan melewati tubuh ibu. Namun ibu menarik tanganku dan memelukku dengan erat.
Ia menangis.
“Maafin ibu Dinda. Ibu egois. Ibu enggak sadar kalau ibu sudah terlalu jauh ninggalin kamu.. ibu enggak akan menikah Dinda. Ibu ingin kembali seperti sebelum semua masalah datang ke keluarga kita. Ibu janji ibu akan jadi ibu yang baik untuk Dinda! Beri ibu kesempatan sekali lagi Dinda!” kata-kata ibu sangat emosional, ia menangis tersedu-sedu dan menularkannya kepadaku. Aku pun menangis dengan hati yang seakan pecah.
“Ibu sungguh-sungguh? Ibu enggak marah?”
“Ibu enggak marah Dinda. Ibu terlalu egois. Ibu fikir dengan semua limpahan materi itu kamu akan bahagia.. tapi ternyata enggak. Ibu pun begitu Dinda.. maaf..” kubalas pelukan ibu dengan lebih erat.
“Aku juga minta maaf bu, aku.. aku udah ngomong keterlaluan sama ibu.. aku cuma pengen ibu kembali kayak dulu.. ” ibu tidak menjawab, ia tetap menangis sesegukan di bahuku, menciumi rambutku dan berkali-kali mengatakan maaf kepadaku.
Aku tak percaya dengan apa yang telah terjadi saat ini. Ibu akan kembali menjadi ibuku yang dulu?
Ini kado ulang tahun paling indah untukku. Sekalipun besok adalah tanggal resminya, tapi aku tak terlalu memikirkan itu. Setidaknya ulang tahunku menjadi sangat bermakna tahun ini.
Tahun-tahun setelah ini pasti akan menjadi tahun-tahun yang penuh warna!
Biarlah valentineku tetap kelabu. Yang penting aku punya ibu.
*** 

Bersambung.

Simak cerita sebelumnya : Bagian empat

Apartemen Dijual Di Jakarta Selatan Harga Bisa Nego

Apartemen Dijual Di Jakarta Selatan Harga Bisa Nego - Ingin membeli apartemen dengan harga terbaik? Jangan khawatir karena saat ini ...