Monday, 21 September 2015

Susahnya Untuk Ikhlas But It's Fun

Ikhlas itu sulit.

Sudah berharap, belajar mati-matian, mencoba sampai berdarah-darah, sudah berjuang keras dan menunggu cemas, tak tahunya gagal.
Bisa ikhlas? lalu mengatakan bahwa, "Ah, enggak apa. Coba lagi saja!" dengan senyum dan hati yang lapang?

Pasti enggak bisa lah!

Sesak, merasa tak dihargai, merasa sia-sia dan yang paling besar terasa tentu adalah rasa bahwa diri sendiri itu yang paling SIAL. Iya, sial karena sudah banyak berkorban dan susah berusaha, tak tahunya gagal. 

Terus kita lihat orang lain yang bahkan tak perlu melakukan perjuangan berat, eh dia langsung berhasil dan sukses! ADIL? Entah ya, karena dia diajari langsung oleh seseorang yang sudah expert di bidang yang tengah kita perjuangkan itu. 



IRI? iya.

Secara kita berjuang sendiri, belajar sendiri, cari info via Google dengan rujukan sana-sini terus dicoba diterapkan dan dilihat hasilnya. Saat sudah merasa siap, lalu memberanikan diri dicoba dan JRENG.Gagal.

Hancurlah semua harapan. Sedih, down, ngenes, nelangsa, merasa sial.

Sampai batas ini masih sangat wajar dan diperbolehkan, yang tak boleh itu terlalu lama berkubang dalam perasaan gagal. Move on saja lah. Kuatkan hati, orang yang sekarang sukses juga pasti pernah mengalami hal-ha menyedihkan seperti sekarang ini. Bukannya untuk berhasil itu harus mengalami kegagalan dulu biar kesuksesan nanti terasa manis?

Ya iya sih, terus bagaimana dengan orang yang pas pertama coba langsung berhasil? ah itu sih  mungkin dia beruntung, mungkin juga persiapannya sudah matang betul. Ya sudah sih, dilihat positifnya saja. Berhenti buat mengira-ngira diri sendiri itu gagal, tak beruntung atau apalah.

Selalu ada hikmahnya deh pasti.

Apapun itu, seperti apapun bentuk kebaikan yang tersembunyi di balik kegagalan itu. Jangan kalah sama rasa kecewa. berjuang terus dan terus. Iya...sebelum napas berhenti pasti ada kesempatan untuk berhasil dan sukses, dalam bidang apapun itu.

Susah untuk ikhlas, tapi sekalinya kita coba untuk ikhlas ternyata rasanya menyenangkan. Seberat apapun kesedihan, seperih apapun rasa kecewa atau sebesar apapun pengkhianatan yang menimpa kita, dengan ikhlas jadi tak terasa. Selain itu mata kita jadi lebih bening untuk melihat hikmahnya.

Yuk ah mulai lagi dari awal!
Semangat!



*Postingan ini kubuat untuk nyemangatin diriku sendiri.
*Iya, karena ikhlas itu sulit dan iri terus menggerogoti
*Tapi ya...aku kan manusia, punya akal. Kalau enggak direm rasa irinya, habis dong hatiku. Buntu akalku. Mati deh.

SEMANGAT!!!!

6 comments:

  1. ikhlas memang sulit sih... :)
    mau msa bodoh kok ya gak bisa juga. Hehhee kita hanya tinggal melewatinya. Mintanya sih jangan ikhlas Mbak Uniek.. mintanya supaya kuat. Kuat melewati ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kuat dan ikhlas biar makin mantep hatinya. Hohoho

      Delete
  2. Semangat... Apa perlu saya panggil pemandu sorak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, yang mukanya setipe sama Adam Levine boleh dah..

      Delete

Prive Uri-Cran Itu Solusi Anyang-Anyangan yang Betul. Bukan Minum Air Soda!

Prive Uri-Cran Itu Solusi Anyang-Anyangan yang Betul. Bukan Minum Air Soda! - Pernah dengar enggak sih kalau lagi sakit anyang-anyangan i...