Posts

Showing posts from September, 2015

Cerita Bersambung Remaja : Drops of Love (bagian 7)

Image

Lomba Menulis Cerpen UPI 2015 : Tema Lokalitas

Image
Lagi-lagi lomba nulis keren nih! Yang punya banyak ide melayang-layang dalam kepala mendingan dijadiin cerpen aja deh, mumpung ada lomba nulis cerpen, UPI pula! jadi no abal-abal yaa. Total hadiah Rp. 2.250.000.

Silahkan disimak >>>>
 Lomba Cerpen Lokalitas 2015 - UPI
Ketentuan Perlombaan:

    Naskah ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apabila terdapat kosakata daerah, harus menyertakan glosarium.
    Ketentuan penulisan naskah sebagai berikut: ukuran kertas A4, spasi 1,5 TNR 12, jumlah 4-8 halaman (glosarium, biodata penulis dan bukti transfer tidak termasuk ke dalam perhitungan halaman cerpen), batas (margin) standar atas-kiri-bawah-kanan 4cm-4cm-3cm-3cm, masing-masing diberi nomor halaman.
    Naskah diberi nama sesuai dengan judul cerpen.
    Menyertakan biodata penulis dan bukti transfer di halaman terakhir naskah.
    Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 25.000,- untuk satu naskah ke rekening BNI 0387197755 a.n. Tita Agustina ATAU mendatangi…

Cara Bikin Mie Kuah Susu

Image
Mi kuah susu sempet booming beberapa waktu lalu, aku agak telat sih bikinnya karena baru dapet hidayah belakangan ini masak beginian. Hehe.
Sempet ragu sama rasa mi kuah susu, apa enggak enek gitu ya mi instan pake kuah susu? aku sih pertama bayanginnya enek, campuran manis sama aroma ayam bawang. Yucks. Tapi...baca testimoni temen-temen yang udah nyobain nyicip mi instan kuah susu itu, aku malah makin penasaran. Akhirnya bermodal penasaran dan nekat, aku beli bahan-bahannya dan siap praktek.
Bahan-bahan mie instan kuah susu :
- Mi instan (aku pake rasa ayam bawang, biar bumbunya enggak tajam aromanya) - Keju - Susu plain alias enggak ada rasanya - Telur - Tomat
Cara buat :
- Masak mi dengan cara yang lazim dilakukan sama masyarakat Indonesia, cuma bumbunya jangan dulu dicampur. Nah buang air godokan minya dan ganti pakai susu. Inget, pakai api kecil ya? perhatiin terus sambil diaduk-aduk pelan, jangan sampai pecah susunya nanti enggak enak. - Masukin bumbu dan bubuk cabe, jangan di…

Ketika Magrib Ngidam Rujak

Image
Magrib-magrib adalah masa yang paling horor di masa kecil, soalnya menurut isu yang disebar orangtua zaman baheula, magrib itu adalah jam hangout-nya aneka macem jejadian. Dari mulai Aden-aden (hantu yang serupa laki-laki dan bersuara hidung karena hidung mereka kebalik ke atas), kunti-kunti yang lagi diospek (yang udah senior keluarnya tengah malem Bro), sampai Kelong Wewe yang demen banget nyulik anak-anak dan mereka jepit di bawah nen**nnya yang super besar. Magrib juga punya aura mistis yang bikin bulu kuduk merinding, konon melamun di teras rumah jam enam sore bisa bikin kerasukan....
iya, kerasukan angin. Alias masuk angin. *Krikkrik
Ada yang tak lazim dengan magribku pada senja itu, entah kenapa tiba-tiba saja mulutku terasa asin dan liur menetes secara brutal, sampai-sampai tak ada ember yang bisa menampung liurku sendiri, *lebay. Enggak deh, jadi begini...tiba-tiba aja aku pengen banget makan rujak. Beneran, pengen rujak buah yang asem-asem gitu deh. 
Cewek model apa yang ma…

Cerita Bersambung Remaja : Drops of Love (bagian 7)

Image
_7_ Mundur teratur

*** Sampai keesokan harinya Raihan masih merasa sakit. Salah tafsir akan perasaan seseorang itu ternyata efeknya luar biasa. Ia jadi malas melakukan semua hal. Malas bertemu orang lain, malas mengerjakan tugas, malas keluar kamar, malas semua-muanya. Bahkan untuk bangkit dari atas tempat tidur dan ke kamar mandi pun Raihan sangat malas. Hidupnya seakan berakhir dan dunia pasti akan kiamat besok. Bagi Raihan yang baru pertama kali memiliki rasa spesial pada lawan jenis dan langsung mendapatkan kenyataan seperti ini benar-benar telah menghancurkan hatinya. “Mamang lagi broken heart?” celetuk Husen. Entah Hasan. Yang jelas keduanya ada di dalam kamar Raihan. Entah kapan mereka masuk ke dalam kamar pamannya ini, entah kapan juga mereka mempelajari kata rumit seperti broken heart. Raihan yang membelakangi pintu masuk tak menjawab. Ia hanya segera menghapus cairan bening yang masih meleleh dari sudut matanya.  Bagaimanapun ia tak mau terlihat lemah di depan kedua keponakannya y…