Saturday, 14 March 2015

Cerber Mami Hayday & Papi Pokemon : KETIKA MERTUA BERTANDANG

Pagi telah tiba, mengintimidasi umat manusia untuk segera bangun, sebelum...ya sebelum rezekinya dipatok ayam. Katanya sih begitu.

Seperti biasa, Papi Pokemon tidurnya berantakan. Perasaan saat bareng-bareng berdoa sebelum bobok dalam posisi manis, anteng, sekasur berdua bareng Mami Hayday. Tapi...begitu bangun-bangun, kasurnya dimana, Maminya kemana. Nah loh? Saking berantakannya.

"Harusnya tuh Si Papi tidurnya dirantai, disegel pake Chakra kayak Kyubi di komik Naruto. Biar gak bikin rusuh!" Omel Mami Hayday sambil turun dari langit-langit. Rupanya dari tadi malam tertendang sampai ke plafon rumah, ditendang papi Pokemon, pfftttt.

Papi Pokemon memang begitu, siangnya hiperaktif dan suka agresif saat tidur.

"Mih.. Mami cantik deh kalo lagi kesel. Belom pernah Papi liat orang kesel secantik mami.." kata Papi mulai menggombal. Penuh harapan agar kesalnya mami luntur seketika.

"Mami kalo bersin keluar sprinkle-sprinkle.  Kalo keramas keluar pelangi. Terus kalo buang gas keluar aroma sate ayam…" gombal papi lebih lanjut.

"Idih... gombalannya penuh konspirasi!" Bentak mami senewen. 

Gombalan papi gagal total, kurang nancep. Melihat ekspresi mami Hayday yang sedikit berkerut di hidung dengan lubang melar kisut menunjukkan tanda bahwa gombalannya tak mempan. Bayangkan saja, setiap malam yang semestinya menjadi malam-malam dimana sepasnag suami istri tidur anteng dengan manisnya, malah menjadi ajang balet campur gulat dengan mami Hayday sebagai samsaknya. Istri mana yang mau bangun-bangun menyangkut di atap? atau di ventilasi udara, atau paling bagus di pojokan bersama cucian kotor yang belum dicuci. Sudah jelas malam ini akan ada yang tidur di kamar mandi bareng kecoak terbang (lagi). *DEGH*

"Udah ah! Mami mau nyiapin sarapan dulu.." mami pun ngelonyor pergi sambil salto depan menuju dapur.

"Yaudah! Papi juga mau mandi kok!" Papi tak mau kalah. 

Seraya beranjak bangkit dari peraduannya untuk sekedar mandi membasuh daki dan membuang dosa yang menyelimuti dirinya. Papi bersenandung dengan handuk motif Hello Kitty mengalungi lehernya. Handuk yang menurut papi adalah milik mami Hayday yang dibeli saat ia disantet Mr.Kuwait, jadi mami tak ingat keberadaan benda itu. Padahal handuk itu murni milik papi Pokemon, lihat saja ada inisial 'O-K' di salah satu sisi handuk. Ada yang bingung O-K itu singkatan dari apa? itu adalah nama manisnya papi Hayday, biar nanti saja dibahas lagi.

Tapi di kamar mandi papi terpaksa untuk menelan pil pahit. Ternyata, air kerannya mati, karena tunggakan PDAM belum lunas, terpaksa mandinya diganti tayammum. Bener bener syariah papi-papi yg satu ini.

Betewe, ngomongin soal masakan mami. Agar menjadi catatan bagi semua orang. Mami Hayday kadang suka ekstrim saat memasak. Kemarin saja saat masak bubur di rice  cooker eh yang keluar malah jadi rengginang. Hi! Kali ini mami memasak Sayur Sop untuk sarapan hanya saja....disantenin.

"Gimana pi? Enak?" Tanya mami penasaran dengan masakannya sendiri. 

Bertopang dagu menunggui papi menyuap sesendok demi sesendok sarapan paginya, tak ada satu sendok nasi pun yang luput dari perhatian mami. Mami Hayday selalu mengontrol jumlah kunyahan minimum sebelum ditelan, jarak antara menelan makanan dan minum air pun diperhitungkan dengan tepat. 

"Papi, jangan dulu ditelan! belum 32 kali!" ujar mami saat mulut papi bergerak seakan menelan. 

Papi Pokemon adalah tipikal suami baik hati yang penurut, apa kata mami iya saja lah! Yang paling penting mami Hayday happy dan tak ada wacana bobok di kamar mandi lagi. Namun sebenarnya yang membuat mami Hayday selalu mengawasi makannya papi Pokemon adalah karena percobaan resep masakannya. Papi selalu budak setia menjadi kelinci percobaannya. Walau beberapa resep percobaannya berujung rumah sakit--seperti saat resep modifikasi bakwan mercon dengan mercon sungguhan di dalamnya yang meleduk di dalam perut papi. 

"Pi, enak enggak?!"

"I.. i-ya mi" sahut Papi segera sambil menyuap sayur sop berkuah santan itu, atau sesungguhnya lebih familiar di masyarakat sebagai sayur lodeh.

Papi tak berani berkomentar apapun selain 'Enak' dan 'Enak banget' soal masakan mami. Jika  mami bilang sayur sop, ya sayur sop! walau rasa dan penampilannya adalah sayur lodeh. Berani taruhan juga, jikalau mami ikutan M@ster Chef, atau Kitchen Hell tentunynya beneran jadi Neraka. Neraka dalam artian sesungguhnya! Mengadzab para Juri komentatornya. Hii! 

"Ini mami masakinnya dengan penuh cinta loh Pi.." kata mami sambil menuangkan satu baskom sup disantenin ke  atas piring Papi. 

Papi melotot dan gemetaran, ngeri-ngeri sedap gitu deh! antara takut dislepet mami Hayday dengan mukena metalik yang didapat dari hasil menyepi empat puluh hari di pesantrennya aa Azraxx atau tak diperbolehkan poligami dengan alesan apapun. Kekuasaan mami mutlak. Mendominasi di Keluarga ini. Hi!

"Eh.. mi, Fathir kemana ya?" Papi membuka obrolan meja makan layaknya suami-istri pada umumnya.

"Ah, biasa pi... Fathir mah suka maen sembunyi-sembunyian. Entar kalo capek dia nongol sendiri..."

"Ta.. tapi mi..." seru papi dengan muka yang dibuat-buat drama.

"Tapi apa, pi?" Mami menghentikan kunyahan nasi di mulutnya, menunggu sambungan kalimat papi.

*TEGANG*

"Duh.."

"Kita kan udah genap seminggu gak liat Fathir, Mih..."

"Iya, pi... dari cerber episode tiga, Si Fathir gak ada kabarnya!" Mami mulai khawatir, naluri keibuannya mulai bangkit.

Sepasang suami-isteri yang baru belajar jadi orang tua itu, kini sibuk mencari anak semata wayang mereka yang sudah hilang seminggu lebih. Segala penjuru rumah sudah digeledah, tetapi nihil, mereka tetap tak tahu dimana  Fathir berada. Entahlah Fathir menyelip dimana. Papi yang mulai frustasi akhirnya minta bantuan Densus 88 untuk melacak keberadaan Fathir.

TOK TOK TOK!

"Punten, spadaaa!" ada yang mengetuk pintu, sepertinya tamu tak diundang.

Begitu pintu dibuka. Papi terbelalak. Rupa-rupanya Abah Mertua dan Ambu Mertua!

Duh. Bisa panjang urusannya ini.

"Abah ini lagi blusukan. Semacam sidak langsung, sejenis survey lapangan, gimana becus tidaknya kalian berumah tangga?!" seru Abah Mertua menohok kalbu. Lalu Abah mengeluarkan sepucuk kertas berupa blangko uji kelayakan berumahtangga.

Abah dan Ambu Mertua dalam bayangan Papi Pokemon


Papi gelisah, pikirannya mulai fokus. Si Fathir ilang di usia pernikahan yang baru jalan sebulan. Bisa bisa lisensi SIM (Suami Idaman Mertua) diblokir gara-gara ini. Duh, mati kutu.

"Eh. Anu...duh. Gini, itu lho Bah...anu-a-anu.." Papi saat grogi ngomongnya suka sepotong-sepotong. Anu siapa pula yang disebut-sebut?

"Anu? Anu anu apa?! Anu siapa?! Jangan mencla-mencle!" Hardik Abah mertua mulai curiga.

Naluri veteran COCnya mengatakan bahwa ada something yang gak beres. Sejurus kemudian Abah Mertua mengendus-ngendus ke udara. "Fathir ilang?" Kata Abah Mertua todepoin.

*DEGH*

Belum kelar papi beralasan agar tak disalahkan atas hilangnya Fathir, dari arah belakang rumah terdengar suara grasak-grusuk. Berisik, seakan ada satu batalyon berebutan masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. "Ya salam, tegoran dari Tuhan apa lagi kali ini..." batin Papi.

"Mi... coba periksa pintu belakang gih. Suara rusuh apa itu?!"

"Entaran ah, pi. Ini Clan Hayday Mami lagi War. Nanggung, pi.."

Ah elah, Si Mami malah rusuh sendiri sama game Haydaynya. Lagipula memangnya Hayday ada war? ah mami sudah mulai berhalusinasi lagi! jangan-jangan pelet cinta Mr. Kuwait sudah kembali?! Akhirnya Papi pun kebelakang, meninggalkan Abah mertua yang tengah merawat Ambu mertua yang semaput mendengar kabar Si Fathir hilang.

Alangkah terkejutnya papi. Di dapatinya pintu belakang tergeletak tak berdaya, dijebol tanpa perasan oleh sol-sol sepatu tebal. Didobrak beberapa orang aparat berseragam Polisi Anti Huru-hara kayak dipilem-pilem.

"Oh! DENSUS 88!" pekik Papi histeris.

dan KLIK! papi Pokemon sempet-sempetnya foto ini anggota Densus ganteng :3


"JANGAN BERGERAK! ANDA SUDAH DIKEPUNG! MENYERAHLAH!" Kata seseorang dari mereka sambil menodongkan senjata ke arah papi yang tak tahu apa-apa.

"Lah.. ini, ini apa apaan? Kita bisa omongin baik baik, secara kekeluargaan, sambil ngopi-ngopi?!" Kata papi berusaha sopan pada tamu-tamu yang baru saja menjebol pintu rumahnya itu.

"BEBASKAN PARA SANDERA! ATAU KEPALA ANDA KAMI DOR?!!"

Rupanya operator Densus 88 yang menerima telpon Papi tadi keliru. Salah memberi informasi. Kasus orang hilang disalahartikan dengan DPO (Daftar Pencarian Orang) Teroris yang kerap meresahkan warga. Tapi sebenarnya salah papi juga sih, cari orang ilang kok lapornya ke Densus 88. Berabe urusannya!

Papi pun diciduk, untuk diminta keterangan lebih lanjut atas kesalahannya nelpon-nelpon sembarangan markas Densus yang namanya mirip merek salep panu, kadas, kurap itu. Tapi Tuhan berkendak lain. Secara tiba-tiba saja muncul rombongan mobil pejabat. Keluarlah sesosok pria memakai baju safari, dengan model rambut belah tengah rapi dan wangi. Kalian tahu siapa dia?

HAJI LULUNG.

Haji Lulung


Sembari menggandeng seorang anak yang roman-roman mukanya mirip bocah yang hilang dari rumah, eh wait... itu memang Si Fathir. Haji Lulung mengantar Fathir pulang! Haji Lulung pun lantas bercerita. Tadi siang doi lagi OTW mau dines, ditengah perjalanan sarapan seblak ayam rica-ricanya mengakibatkan mulas, akhirnya numpang buang hajat di Alfamart. Eh pas mau bayar ke Kasir, Si Mbak-mbak Kasir Alfamartnya malah menitip Fathir buat diantar pulang. Katanya sudah seminggu itu anak ketinggalan di Alfamart.

Mami hayday sudah ceroboh meninggalkan Fathir di Rak susu kaleng, dan tak kembali lagi. Security Alfamart kesulitan mengidentifikasi itu bocah, soalnya tiap kali ditanya, Fathirnya malah balik nanya "Mau ke mana kita?" Begitu terus diulang-ulang, persis Dora The Explorer episode : Mau ke rumah Nenek Buyut malah kesasar di Hutan Amazon.

Akhirnya. Setelah satu minggu terpisahkan. Keluarga Masa Gini pun kini telah komplit kembali. Di tambah dengan kehadiran Abah Mertua dan Ambu Mertua yang bakalan menginap di satu atau dua episode cerber selanjutnya.

Ah.... satu lagi yang abadi. "KEGANJILAN KELUARGA INI." Pfff...

-SEKIAN DULU-


2 comments:

  1. WOY! ITU HANDUK HELLO KITTY PITNAH WOY! PITNAH! VITNAH IH!

    *org sunda gak bisa bilang fitnah*

    ReplyDelete

Prive Uri-Cran Itu Solusi Anyang-Anyangan yang Betul. Bukan Minum Air Soda!

Prive Uri-Cran Itu Solusi Anyang-Anyangan yang Betul. Bukan Minum Air Soda! - Pernah dengar enggak sih kalau lagi sakit anyang-anyangan i...