Wednesday, 18 February 2015

Novel "Mencintai Apa Adanya"

Iseng-iseng Googling cover novel yang di sampul depannya ada namaku, eh ketemu ini nih..


Yang bikin senyum-senyum sendiri karena Novel ketigaku Mencintai Apa Adanya dijadiin materi buat tugas akhirnya...hihi, udah lama sih sejak tahun 2013.. Makasih yaaa :)

Nih cuplikannya :

Prasetya Ramadhani gadis berumur 17 tahun, yang biasanya akrab di sapa Dhani, berharap di usianya yang 17 tahun ini bisa merayakan pesta ulang tahun seperti teman-temannya, tetapi itu tidak mungkin terjadi karena Dhani menyadari bahwa kondisi ekonomi keluarganya tidak memungkinkan ia bisa sekolah saja sudah lega tanpa ditagih-tagih lagi biaya SPP yang selalu nunggak karena kedua orang tuanya belum bisa melunasi tepat pada waktunya, karena ibu Dhani hanya bekerja sebagai penjual sayur di pasar, sedangkan ayahnya hanya gemar dengan hobinya sebagai adu merpati.

Di rumah Dhani tinggal sama kedua orang tuanya dan kakaknya yang bernama Lisna serta keponakannya yang bernama Hasan. Keponakannya itu masih duduk di bangku SD tetapi anaknya cerewet dan suka ngresek pada Dhani apalagi kalau Dhani pulang dari sekolah sudah pasti Hasan selalu ngeledek Dhani dengan sebutan “Botol Cuka” karena Dhani memiliki bau keringat yang sangat tajam, oleh karena itu Dhani merasa hidupnya tidak sempurna karena memiliki alergi yang tidak sepantasnya ia miliki di saat usianya menginjak dewasa, karena kebanyakan gadis seumuran segitu adalah cewek yang mulai menyukai bau parfum yang menyegarkan tapi tidak untuk Dhani.

Di suatu hari pada waktu Dhani berangkat sekolah, Dhani terpaksa datang terlambat karena menunggu angkot yang datangnya terlambat, dan pada waktu tiba sekolah ulangan IPA sudah dimulai dan terpaksa Dhani tidak diijinkan untuk mengikuti ulangan tersebut melainkan Dhani harus menerima hukuman dari Gurunya yang bernama Bu Alia guru yang terkenal galak dan anggun. Dhani terpaksa menerima hukuman di jemur di lapangan sampai jam istirahat tiba, setelah hukuman selesai apa yang terjadi Dhani mengeluarkan keringat habis-habisan dan membuat baju seragamnya basah dengan keringat, setelah itu teman-temanya Dhani mengejek karena keringat Dhani baunya menyengat, tetapi itu semua tidak merubah perasaan Bela untuk menjauhi Dhani, karena Bela menganggap bahwa Dhani adalah sahabat yang paling baik. Berbeda dengan yang lainnya apalagi siswa yang bernama Fully Cassanova dia adalah kapten cherrs sekaligus cewek yang paling populer di sekolah.

Semua cowok di sekolah banyak yang naksir Fully tetapi banyak cowok pula yang sakit hati karena ditolak oleh kapten cherrs itu, di sekolah juga ada cowok yang bernama Wahyu. Cowok itu sempurna di mata Dhani karena tubuhnya tegap, putih, mancung dan kapten sepakbola pula, semua cewek menggagumi sosok wahyu yang tampan itu.

Sewaktu Dhani naik angkot pada waktu berangkat ke sekolah, di dalam angkot ada cowok yang mengajak Dhani mengobrol, dia bernama Husni, dia bilang bahwa dia belum tau daerah sini oleh karena itu Husni bertanya-tanya kepada Dhani siapa tau Dhani bisa menjelaskan tentang lingkungan daerah sini, dan ternyata yang lebih menggagetkan adalah ternyata Husni yang sekolah, tetapi anehnya kenapa batang hidungnya tidak pernah kelihatan dan ternyata Husni itu murid baru atau murid pindahan dari SMA X, oleh karena itu Dhani merasa asing terhadap teman barunya itu.

Setelah sampai di sekolah, Guru wali kelas Dhani Bu Ningsih mempersilahkan Husni untuk memperkenalkan diri kepada teman-temannya supaya bisa lebih akrab tampaknya Husni cowok yang mudah akrab meskipun dia baru di sekolah ini, tetapi kenapa Dhani tidak senang atas kehadiran Husni. Dhani menggangap husni itu cowok yang cerewet buktinya pas di angkot sampai di kelas masih saja bicara tidak ada henti-hentinya tetapi Bela dan Bowo senag karena memiliki teman baru apalagi Husni itu imut, baik, dan humoris cocok buat Bowo yang suka bercanda.

Penasaran lanjutannya? coba pesan disini aja.. PESAN ONLINE


No comments:

Post a Comment