Friday, 20 February 2015

Cerber Mami Hayday & Papi Pokemon:The First Night

THE FIRST NIGHT 
(Malem Pertamaxxx)


Prosesi pernikan Papi Pokemon dengan Mami Hayday berlangsung meriah. Puncak acara diisi oleh Duo Serigala yang mengajak semua undangan dan para penonton bayaran Mamang Azrax goyang drible. Penontonnya pun muntah-muntah. Karena banyaknya ibu-ibu yang protes dan cemburu saat para suami terlalu menghayati peran sebagai 'Abang Goda', akhirnya konser dadakan tersebut dibubarkan paksa oleh Laskar Pemuda Mesjid yang bertugas jadi security keamananan tadi. Akhirnya keberadaan laskar ini di hajatan mami Hayday dan papi Pokemon tak dipertanyakan efektifitasnya. 

Hari berganti malam, babak selanjutnya mengambil setting kamar pengantin lengkap dengan bunga melati, kopi item dan kemenyan yang dibakar di pojok ruangan, eh...

"Pi... matiin lampunya dong, kita pake cahaya latar hengpon aja yah biar romantis.." Mami Hayday mulai bermain kode seperti anak Pramuka yang main semaphore.

"Duh Mi, hape Papi lowbet," kata papi acuh tak acuh, maklum ternak Pokemonnya minta ikut ke kamar pengantin, jadilah kamar yang seharusnya tenang dan damai menjadi riuh rendah layaknya PAUD di hari Senin.

"Pi, Pokemonnya suruh bobo dong..."

"Kenapa Mi?"

"Mami pengen main monopoli pi..." rengek mami Hayday, rupanya selain kecanduan game Hayday si mami juga gandrung monopoli.

"Ayok Mi!" dengan antusias papi Pokemon mengiyakan kemauan mami.

Tak disangka, di balik keantusiasannya mengikuti permainan monopoli yang ditawarkan mami Hayday, ada setumpuk kenangan yang tak sengaja terungkap kembali. Rupanya papi Pokemon teringat sang mantan gebetan, Lala Metalica yang telah menikah dan memproduksi baby unyu. Mami Hayday yang bete karena papi Pokemon main monopoli sambil berlinang air mata karena ingat masa lalu--main monopoli bareng Lala Metalica di bawah pohon cempedak (menurutnya romantis level cabe-cabean dikaretin dua), memilih untuk tidur lebih dulu dan membiarkan papi Pokemon merenungi kesalahannya di malam pertamaxx.

"Mi.. inikan malem pertamax kita. Gimana kalo kita liat situs Berniaga.com. Kita liat-liat jualan Anak online. Kalo ada yang sreg, harganya cocok, kita beli sepasang, Mi..." papi Pokemon merayu syahdu. 

Mami Hayday tak bergeming, ia tetap membelakangi papi sambil merekonstruksi ulang wajah Lala Metalica menurut bayangannya sendiri. Penasaran sekali dengan sosok si mantan gebetan yang katanya telah menikam jantung papi Pokemon dalam-dalam, dan mami Hayday berencana untuk men-stalk akun Lala Metalica besok sehabis Subuh. 

"Gimana?" tanya papi lagi dengan sangat antusias. Mami hanya batuk-batuk kecil, pura-pura tak menggubris omongan papi. Padahal jika diartikan menurut sandi Morse, artinya kurang lebih "Terserah Papi, yang penting diskon lima puluh persen, ambil!"

Akhirnya hingga pukul setengah tiga pagi, papi asyik-masyuk browsing sendiri. Sementara mami sudah tepar duluan dengan mulut setengah terbuka.

"Aih... lutunaa. Beli ah!" sorak Papi kegirangan sendiri. Matanya berbinar menatap layar laptop yang menyorot deskripsi seorang bocah bernama Fathir, anak PAUD angkatan 2014.

Semua terjadi begitu singkat. Beli, transfer, kirim. Ba'da subuh sepulang dari Masjid yang ada parkiran Helikopternya, papi lenggang kangkung sambil sesekali koprol. Pertanda hatinya sedang sprinkle-sprinkle berbahagia.

Eh didepan rumah telah menanti seorang Tukang Pos. Bawa paket dikarungin berpita biru. Alangkah teladannya tukang Pos yang satu ini, matahari belum muncul pun ia sudah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, sungguh lelaki yang sangat cocok dijadikan imam hidup. 

"Ini pesenan Saya itu pak? Wih.." papi Pokemon jingkrak-jingkrak.

"Iya, Pak... ini sertifikatnya sekalian. Tolong ditandatanganin." Tukang pos menyodorkan sepucuk surat berlogo Halal MUI pada papi. 

Usai serah-terima dan sungkem makasih serta tabur bunga tujuh rupa serta saweran dengan pak Pos tersebut. Papi segera berlari ke kamar membangunkan mami dengan menggulingkannya dari kasur. Sebelum mami Hayday murka papi Pokemon segera menunjukkan pada mami paket karung berpita biru sebagai hadiah anniversary satu malem pengantinan mereka.

Dengan mata yang masih minta dikucek-kucek, mami penasaran dan langsung membuka paket karung berpita birudari papi tersebut.

Dan.... "POOF!"

Fathir muncul dengan adegan cilukba ala-ala aa Azraxx untuk memperkenalkan dirinya pada Papi dan Mami barunya.  Maka, lengkaplah sudah kebahagian keluarga ini. Ada Papi Pokemon. Ada Mami Hayday. Dan ditambah lagi Fathir. Bakalan menorehkan kisah kisah semrawutnya kehidupan yang fana ini.

******

Cerita Malam Pertama Absurd


SEKIAN, TAPI MASIH BERSAMBUNG.


7 comments:

  1. Beuh. Anaknya boleh beli. Awas, nanti Mamang Azrax bertindak.

    ReplyDelete
  2. :v anaknya diskon 50% pulakk.. makasih udah mampir :D

    ReplyDelete
  3. Ini ngomongin Malam Pertamax, Saya kira bakalan ada "itu-itunya" eh kok ya pada gak ngapa-ngapain. Pfff...

    ReplyDelete
  4. Main Monopoli juga "itu-itunya" kali, :p

    ReplyDelete
  5. Ini mah seru bukannya saru. Ihik..

    ReplyDelete

Rekomendasi Tempat Kerja yang Cocok Buat Kamu yang Kreatif Tapi Bosenan

Rekomendasi Tempat Kerja yang Cocok Buat Kamu yang Kreatif Tapi Bosenan  - Kamu freshgraduate? Atau baru keluar dari perusahaan karena ribu...