Wednesday, 25 February 2015

Cerber Mami Hayday & Papi Pokemon : Wacana Reuni Mantan

Pagi Minggu ceria.

Cuacanya cerah, secerah hati jomblo yang berhasil survive di malam Minggu. Mentarinya juga, tak terlalu terik dan tak mendung juga, sangat cocok untuk menjemur kerupuk kulit hasil ekstraksi sunatan massal minggu lalu. Ada yang mau? Gurih lho!

Seperti biasa layaknya orang-orang pada umumnya. Pasangan yang sering berkelakuan ganjil kesayangan kita ini sibuk dengan hobinya masing masing. Mami Hayday, sedari matahari masih perawan juga, sudah setia duduk manis di pojok ruang TV dengan tablet di tangannya. Telunjuk dan jempolnya lincah bergerak ke kanan dan ke kiri di atas layar tablet, sesekali telunjuk dan jempolnya itu bergerak bersamaan dengan gerakan keluar atau ke dalam, tengah meminimize dan memaximize tampilan gamenya. Kegiatan yang paling disukai mami Hayday adalah wheating, jadi itu adalah kegiatan menanam bibit gandum dan mengumpulkan exp poin, asyiknya wheating itu karena gandum cuma butuh waktu dua menit untuk panen di ladang, dan dapat bonus tools pula! 

Ada yang masih mengerutkan dahi mendengar Hayday? Hayday adalah game bercocok tanam yang membius mami sampai lupa mandi, lupa diri juga. Terkadang mami Hayday lupa anak dan suami, untung papi Hayday suami yang siaga, saat mami Hayday sudah mulai melupakan jati dirinya, menyogok mami dengan segepok kertas merah dengan logo BI adalah obat yang paling ampuh untuk mengembalikan ingatannya. Terkadang papi Pokemon bertanya-tanya, seandainya mami kecanduan game yang lebih bermanfaat, "Money-Game" bermotif MLM misalnya, jika sudah berhasil menjadi Member MLM yang berhasil sampai level Manager Golden Diamond bisa dapet kapal pesiar. Tapi masalahnya, setelah dapat reward kapal pesiar bukannya happy dan bangga yang ada malah susah kemana-mananya, boro-boro dipamerkan ke sanak-family, niat beli obat nyamuk di Alfabulanmart saja bingung parkirnya dimana! aaarghh! 

Mungkin mami Hayday memang lebih baik memainkan game bercocok tanam saja, setidaknya dia tidak kecanduan nongkrong di pos ronda bersama ibu-ibu sosialita, bergosip dan minum oplosan temulawak dengan teh manis.

Mantan everywhere, disitu kadang saya merasa sedih

Sementara di sudut pojokan rumah sisi lainnya,  papi Pokemon tengah sibuk melatih-tanding pokemon kesayangannya. Salah satu kesayangannya adalah Pikachu yang suka nyetrum saat bermanja-manja di badan itu.

"Wahai Pikachu! Serang dia dengan listrik 1 juta volt!" Seru papi Pokemon dengan gaya khas Ash.

Papi tak pernah lelah melatih pokemon-pokemonnya agar semakin jago dan siap jual, eh tanding maksudnya. Sekarang papi tengah mengarahkan Pikachu pada dinamo tamiya soak yang menjadi lawan latih tanding mereka pagi ini. Gila, papi ini memang sok-sokan memelihara Pokemon bertipe Listrik. Padahal rekening listrik sering nunggak gara-gara nge-charge si Pikachu semalam suntuk. Pfff..

Ah. Mami-papi yang baru menikah itu sekarang tengah sibuk dengan dunianya masing masing. Jika sudah pewe begini, sangat minim pertengkaran dan minim pertikaian antar pasangan. Benar benar contoh keluarga yang harmonis dan penuh barokah.

Tak berapa lama kemudian. Muncullah dua sosok pria dari kejauhan, keduanya melangkah pasti menghampiri rumah Mami-Papi tersebut. Yang satu, orangnya berperawakan kurus, kulitnya eksotis , gelap metalik, dengan poni tumpeh-tumpeh yang nampaknya menjadi trend rambut cowok tahun 2015. Sementara yang satunya lagi, orangnya agak semi-tambun dengan gingsul khas member Idol Group. Mungkin ia adalah salah satu WOTA yang ngidol pada salah satu Oshi dengan gingsul, maka dari itu ia sering menunjukkan gingsulnya dengan menyeringai. Memiliki aset tubuh yang mirip dengan Oshi itu sangat membanggakan! WOTA! WOTA! Oi! Oi! Oi! *acungin light stick

Sesungguhnya kedua pemuda yang menurut usianya sudah layak disebut pria ini  sempat menyasar, namun setelah bertanya pada bibi tetangga dari Hongkong yang doyan kuliner eksentrik macam Bakso Kalajengking dan Lemper Anakonda, akhirnya dua sosok tersebut sampailah pada lokasi check in via Path yang mereka maksud. Iya. Kediaman Papi Pokemon. Kedua pemuda eksentrik ini memang memiliki kebiasaan khas orang Indonesia banget, belum juga sampai di tempat tujuan sudah check in duluan di Path, biar dikata orang sibuk kerjanya jalan-jalan melulu.

"Pi...Papi! Ada dua orang ngaku temen Papi merangsek masuk nih!" teriak Mami Hayday yang refleks melempar-lemparkan benda yang ada di dekatnya sebagai bentuk pertahanan akan orang-orang yang tak dikenal.

Kebetulan yang ada di dekatnya adalah sepiring bakwan dan cireng, maka diserang dengan gorengan itu malah membuat kedua pemuda itu kegirangan, bahkan salah satunya malah minta dilempar bumbu rujaknya sekalian. Huft, tahu saja dia rujak cireng itu rasanya asoi binggow

"Astaga! Hariah! Hadije! Hentikan Mi.. hentikan. Cukup!" Papi melerai pertikaian gorengan tersebut, bukan karena iba, namun lebih kepada sayang jika cemilan sesajen mami dilempar-lempar tanpa perasaan.

"Ini loh mereka..jomblo-jomblo kesepian yang Papi sering ceritain itu!"

"Kenalin ini Hariah, Mi. Nama lengkapnya Hariah Carry, tinggalnya di Cileungsi, Banten. Bisa debus dan orangnya asik kok mi, coba saja Mi bacok dia!" Papi menyodorkan golok-yang entah didapat dari mana, pada mami seraya menyuruh Mami Hayday membuktikan ucapannya.

Persis seperti tukang obat keliling yang demonstrasi ramuan ajaib pada aneka penyakit manusia di sebuah Pasar Malam. Hariah dibacok pada setiap senti demi senti anggota tubuhnya dan memang benar, kulit eksotis metalik Hariah tak lecet sepersenpun. Badass!

"Nah. Kalo yang gingsulnya persis Nabilah JKT48 itu namanya Hadije. Penyanyi Cafe sekaligus DiJe yang hobi mengoleksi sabun Mi..." seru papi sambil menyodorkan sabun ke Hadije.  

Papi nampaknya memang sudah menyediakan properti untuk perkenalan kedua rekan sejawatnya ini, properti golok dan sabun memang bukan termasuk benda-benda yang normal digunakan saat perkenalan dan sabun? kenapa seorang Hadije begitu gemar mengoleksi sabun? seorang jomblo mengoleksi sabun? oke, skip.

Adegan pun berlanjut ke ruang tamu. Setelah menjamu tamu dengan Ale-Ale rasa kecubung ditambah seblak kerupuk ekstraksi sunatan massal tadi, mami Hayday kembali sibuk dengan gamenya lagi, meninggalkan papi Pokemon yang mulai bercengkrama dengan dua orang tamu tak diundang barusan.

Obrolan hangat pun tak terelakkan. Mulai dari membicarakan gosip prahara rumah tangga mantan suami Cita Citata, sampai mencibir kinerja kerja tukang mendoan strawberry di Majalengka. Akrab sekali, sesekali kata 'Cynt', 'Eike', 'Akikah' dan 'Rempong' terlontar dari mulut mereka bertiga, lengkap dengan suara tinggi melengking.

Hingga pada akhirnya, percakapan ketiganya mengarah pada topik yang tidak-tidak, yang tak selayaknya dibicarakan dan didiskusikan lagi. "Wacana Reunian Mantan."

"Eh.. seru kali yak kalo kita-kita ngadain reunian mantan?!" seru papi Pokemon sambil mengedipkan mata dengan nakal kepada lawan bicaranya.

"Njir. Boleh banget tuh, Bro.." Hariah Carry mengiyakan antusias, ia juga ketularan mengedip-ngedipkan matanya, lebih intens dan lebih menjiwai.

"Ayok! Kapan? Kita sekalian Sabun-Party yah? Tuker-tukeran sabun dengan aroma unik gitu, kapan lagi kita bisa dapet sabun aroma mantan...precious banget!" kata Hadije memanja.

"Ih.. coba bayangin deh kalo Lala Metalica, Putee sama Maz Git berkumpul dalam satu momentum. Pecah banget. Hahahahah!" tawa lepas papi Pokemon membuat mami Hayday menghentikan gamenya untuk sesaat. Rupanya sedari tadi Mami Hayday curi-curi dengar pembicaraan mereka.

"BRAAAKK!"

Meja digebrak, Papi Pokemon tersentak. Duh..

Gebrakan meja dimana mami Hayday tengah bermain game seakan jadi pertanda. Nanti malam akan ada seseorang yang dikurung di WC dan tidur disana beralaskan ubin semalam suntuk  ditemani laskar kecoak terbang. HORROR ABIS!

Serta wacana reuni mantan itu hanya akan menjadi wacana saja...selamanya...

*SEKIAN DULU*

3 comments:

  1. Aih. Malas aku komen ini. Masa aku koleksi sabun hahahaha
    #ngakak abis

    ReplyDelete

Walau Berbeda Beda Tapi Satu Cinta Jua

Saya memiliki dua adik, tapi yang paling deket itu sama adik yang pertama. Usia kami terpaut dua tahun, dan kata orang-orang sih kami ini k...