Sunday, 22 February 2015

Cerber Mami Hayday dan Papi Pokemon : Ketika Si Buah Hati Kesurupan

anak kesurupan jadi kece

Kesurupan Dengan Gaya


******

Malam jumat. Mami terlihat rebahan santai di kasurnya. Mami menatap langit2 kamar dg mata berkaca, rupanya ada sesuatu yg mengganggu pikirannya, mungkin ia masih teringat akan barter alat silo dengan alat perluasan yang ia lakukan tadi sore, satu bilah kayu dapat tiga alat perluasan itu sesuatu banget. Namun rupanya bukan hanya karena rasio barter yang cukup wah, namun karena pemilik farm yang mengajak barter memiliki paras sebelas dua belas dengan Adam Levine. Hanya saja yang satu ini versi lokal, tapi tak lama mami Hayday mengucap istigfar, ia sudah bersuamikan papi Pokemon, 

Sekian lama bengong sendiri akhirnya mami teringat akan sesuatu. Fathir mana, Fathir mana, Fathir mana? Dimana? Dimana?

Oh rupanya fathir sudah terlelap dalam tidurnya.

"Tok-tok-tok" terdengar ketukan di daun jendela. Mami bangkit dan bertanya-tanya, siapa gerangan orang kurang kerjaan yang bertamu lewat jendela? 

Rupanya bukan. Ternyata sales yakult yg tadi sore menumpang teduh di samping kamar mami. Badannya menggigil dan bibirnya biru, ia juga cegukan karena terlalu lama menunggu di bawah hujan. Huft. mami kecewa total. Dengan langkah gontai menutup kembali jendela kamarnya. Ia kembali melamun.

"Uh.. bosan" keluh mami, sambil sesekali mengurut jakunnya.

Mami sempat kaget karena jakunnya menghilang, namun kemudian ia tersadar..jika mami adalah perempuan dan memang tak berjakun. Mami Hayday ini memang sedikit diragukan kewanitaannya, terkadang masuk toilet perempuan saja diteriaki mesum, ya ampun...sulit memang memiliki wajah sangar.

Mami tiba tiba menggebrak kasur, ia teringat papi yang tengah gandrung demam pokemon. Baru menikah beberapa hari saja sudah mulai nampak sifat menggemaskannya, itu dia, demam ngadu pokemon sambil pamer batu akik. Uang amplop dari undangan habis semua untuk beli batu Bacan dan Pancawarna yang katanya didapat langsung dari Ciangel.

Meanwhile, papi lagi ngadu pokemon di gardu siskamling. Asyik mengadu pokemon hasil silang Pikachu dan belut dengan pokemon milik pak RT, tiba-tiba bersin dengan birama 4/4. Ini firasat. Ada seseorang di belahan dunia sana yg sedang menggebrak kasur.

Ya sudah, sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan, papi pamit pulang sama Laskar FPI (Front Pemuda Insyaf) yang dari tadi asyik memainkan pokemon masing-masing di saung.

"Ah malem jumat!" Papi tersenyum mesum. Ia segera menstarter helikopternya dan segera menuju kamar mami.

Sayup sayup mami mendengar suara helikopter papi yang sebenarnya bukan helikopter, melainkan motor roda tiga yg memang suaranya menggetarkan jiwa. Suara papi pun menyapa telinga..

"Aahh pulang juga dia." Mami geram

Diambilnya pecut dari dalam lemari, lalu membukakan pintu. Mami memang membukakan pintu buat papi, tapi papi malah nerobos lewat jendela kamar mami. Maklum kebiasaan bolos pas SMA dulu.

Didapati papi mami yang lagi murka-murkanya. "Bentar..bentar Mi, Papi bisa jelaskan ini semua!" Papi tercekat. Mami melongo total melihat papi yg meloncat masuk lewat jendela, digenggamnya pecut dg geram.

"Papi!!" Teriaknya. Papi yg tengah mengaduk-aduk koleksi batu akiknya untuk mencari batu akik yang memiliki kesaktian sirep emosi mendongak, "I-iya mi?"

Mami menghampiri papi, lalu berbisik lembut,"Pi, jangan jongkok di situ, disana ada arwah penasaran.. "Papi terhenyak, lalu menatap mami dalam...

Dipegangnya ke dua pundak mami. Lalu didekatkan mulutnya ke telinga mami, kemudian berbisik, 

"Ish. Pamali Mi ngomongin orang yang udah jadi arwah..."

Papi berusaha mencairkan suasana. Tapi gagal total karena sejurus kemudian. Fathir mengigau. Suaranya parau, berat, mukanya ngeblur. "Grrr.. grrrr" Fathir menggeram kesurupan.

Kedua pasang suami-istri gagal berantem ini lantas menujukan perhatiannya pada Fathir yang mulai kayang di langit-langit kamar. "Mi.. papi curiga, kayaknya ada yang gak beres sama rumah ini.." Duh. Si papi malah menyalahkan letak pondasi rumah yang tidak menghadap kiblat itu.

Khawatir dengan Fathir. Akhirnya mereka putusin untuk tidur berdua di sofa. Sementara Fathir dikurung di kamar agar tak bisa lari kemana mana.

 **** 

Embun pagi mulai bergelambir. Dingin subuh menusuk qolbu. Tiba-tiba jendela kamar mami ada yang menggedor. Misterius memang. Dari siluetnya di balik kaca jendela yang menafsirkan keremangan malam yang mulai berakhir dan pagi yang mulai menyeruak..

Rupanya, Sales Yakult. Masih setia frustasi menunggu mami beli. Masih setia dengan sisa Promo Yakult Bulan Sya'ban, beli sekardus berhadiah uang receh buat kerokan. 

"Ini mumpung promonya belum kadaluarsa, Mbak!" Kata sales cewek itu dengan memelas, sambil sesekali cegukan karena kelamaan sembunyi di semak-semak balik jendela kamar mami.

Tiba-tiba, Fathir tebangun. Matanya melek. Keluar sinar laser warna merah menyala. Semerbak aroma kacang goreng yang disangrai memenuhi kamar mami. Mami berteriak, 
"PAPI! TOLONG!." 

Papi yang sejak semalam urung tidur di sofa dan memilih tidur di lantai beralaskan koran bekas tahun 1973 itupun sontak terjaga. Usai beristighfar, papi pegi ke kamar mami sembari merapikan sarungnya. 

"Mami... apa yang terjadi?" tanya papi. 

Standar pertanyaan sinetron indosiar pun terlontar dari mulut papi yang masih belepotan iler. Disaksikannya Fathir dan Mami saling kayang di langit-langit kamar. Rupanya kesurupannya menular.

"Tuh benerkan ini rumah madepnya salah! Apa papi bilang.." kata Papi yang masih saja menyalahkan letak geografis rumah yang dibangun oleh Budak Bani Isroil itu. 

Dan karena adzan subuh telah berkumandang. Papi segera mensucikan diri dan pegi ke Mesjid yang ada Spanduk Dedi Mizwarnya. Berdoa dengan khusyuk dan meminta perlindungan kepada Allah SWT. Alhamdulillah, mami Hayday dan Fathir sadar kembali. Akhirnya mereka semua pun kembali hidup rukun selama-lama-lama-lamanya.

TAMAT

2 comments:

Rekomendasi Tempat Kerja yang Cocok Buat Kamu yang Kreatif Tapi Bosenan

Rekomendasi Tempat Kerja yang Cocok Buat Kamu yang Kreatif Tapi Bosenan  - Kamu freshgraduate? Atau baru keluar dari perusahaan karena ribu...