Friday, 6 February 2015

Cerpen Remaja : Birthday (no) Surprise

Broken Heart


Februari, hanya tinggal hitungan jam menuju ulang tahunku. 
Ini masa-masa paling menegangkan dalam hidupku, bagaimana tidak? setiap tahun selama lima tahun ini seseorang selalu memberikan kejutan menjelang tanggal empat belas. Ah, harusnya jangan dulu kukatakan tanggal empat belas itu ulang tahunku ya? kan jadi tak surprise.

Tapi tak apa, agar kita semua bisa bersama menanti kejutan berikutnya yang akan dia berikan padaku, aku harap sebuah cincin cantik dalam kotak beludru merah. Semoga juga cincin itu ia sematkan di jariku setelah memintaku menjadi pendamping hidupnya. Ahhh, ini akan jadi pencapaian terindah di dalam hubungan kami, setelah berjuang sekian lama mempertahankan cinta LDR serta berbagai problem yang ada, menikah dengannya menjadi mimpiku yang maha besar saat ini. 

Dia pun tentu demikian! dia mencintaiku tentu saja...walau akhir-akhir ini dia sibuk dengan pekerjaannya, juga beberapa pekerjaan sampingan lainnya demi mengumpulkan lebih banyak Rupiah. Aku tak pernah berkeberatan dengan kesibukannya bekerja, aku juga tak pernah mengkhawatirkan apapun tentang rekan-rekan kerjanya yang berparas ayu...karena menurut kekasihku aku jauh lebih cantik daripada mereka. Hanya saja, entah kenapa...aku merasakan ada yang tak beres disini. Yang jelas bukan karena dia berpacaran lagi dengan gadis lain, tak mungkin itu!

Dua jam lagi menuju pukul dua belas malam, lima tahun sebelumnya dia selalu sudah siap sedia bersamaku, baik itu menemaniku begadang melalui skype ataupun chatting, tapi sekarang tumben dia tak ada...apa dia tengah menyiapkan kejutan terbesarnya sampai-sampai lupa menghubungiku? ah, sejak tadi pagi juga dia sudah susah kuhubungi, dia sukses membuat aku kesal dan menunggu di hari ulang tahunku kali ini...

Satu jam lagi...
Setengah jam lagi...
Lima belas menit...
Sepuluh...
Lima...

Lewat sudah pukul dua belas malam, tanggal empat belas sudah menginjak jam kesatu, kedua dan seterusnya sampai matahari muncul di ufuk Timur. Hatiku sedikit nyeri mengingat tak ada kejutan ulang tahun dalam kotak beludru merah dari kekasihku. Jangankan hadiah, berita pun tak ada...

Ah, nyalakan TV saja. Biar aku melihat berita lain dari dunia. Siapa tahu kekecewaanku bisa berkurang.

"Penggerebekan dilakukan tengah malam tepat di pergantian malam Valentine, pasangan-pasangan kekasih didapati tengah asyik masyuk di dalam kamar-kamar hotel melati. Beberapa diantaranya adalah..." dan aku tak bisa mendengar apapun lagi.

Salah satu pasangan yang disorot kamera begitu kukenal, terlebih karena lelakinya tak menutup muka saat kamera menyorot wajahnya. Aku hanya bisa tercekat dengan jantung yang terasa berhenti berdetak, lelaki itu...a-aku sangat mengenalnya...

Haruskah aku menangis?

Haruskah aku kecewa?

Tak perlu, sedikit kaget memang....tapi no drama disini. Aku hanya sedikit kaget karena biasanya satpam kantorku terlihat cukup alim, namun rupanya dia sama saja seperti lelaki yang mengalami puber kedua. Berkencan dengan wanita panggilan, hotel melati jadi rumah singgah yang jadi favorit. Sial-sialnya ya digerebek seperti itu...Istrinya bagaimana ya?

Apa? kenapa protes? 

Kalian menyangka kekasihku yang digrebek semalam? OMG hello! 

Dia memang tak menghubungiku semalam, tapi tak apa...aku yakin dia tak menghubungiku karena ada alasan penting dan bukan karena ngamar di hotel murahan. Aha! ada telpon darinya, ia bicara dengan nada yang sangat ceria dan dia memintaku keluar rumah! cincin dalam kotak beludru merah, kekasihku yang berlutut memintaku menjadi istrinya...oh! Tunggu aku!

Tamat.



*Ini kisah paling gak jelas yang aku buat, haha! tau lah...ini niat bikin cerita sedih kan, lagi galau gitu...eh moodnya berubah jadi happy-happy gitu...ya sudah plot twist! kelar deh... :p

No comments:

Post a Comment

Walau Berbeda Beda Tapi Satu Cinta Jua

Saya memiliki dua adik, tapi yang paling deket itu sama adik yang pertama. Usia kami terpaut dua tahun, dan kata orang-orang sih kami ini k...