Friday, 27 February 2015

Cerber Mami Hayday & Papi Pokemon : "PRAHARA RUMAH TANGGA"

Di suatu hari yang default.

Papi Pokemon tengah khusyuk mendengarkan ceramah di padepokan silat milik mang Azrax. Padepokan silat? Iya, berhubungan mang Azrax diskorsing selama setahun dari KUA gara-gara tertangkap basah tengah mendownload Fake Taxi dan Fake Hospital menggunakan fasilitas internet  gratis kantor KUA. Tak habis pikir dengan om-om berambut gondrong klimis ini, makin janggal saja kisah hidupnya. Karena karirnya di bidang kawin-mengawinkan anak manusia dihentikan sementara, sekarang dirinya berkecimpung di bidang padepokan silat, sesekali juga membuka pengajian akbar di halaman padepokan yang memang sangat luas. Tak lupa berbagai stasiun televisi swasta pun turut diundang untuk meliput kegiatan pengajian ini. Rupanya mang Azrax memiliki rencana komplek di belakang undangan pada stasiun TV, ia ingin terkenal dan dijadikan bintang iklan larutan penyegar cap Kaki Tiga atau bintang iklan Sosis So Nice seperti para pendahulunya.

Aa Azrax

"Wahai Umat Manusia! Bila Dajjal bangkit. KIAMAT SUDAH DEKAT !!!"

Itulah sepotong kalimat tausyiah andalan mang Azrax yang sanggup membuncah jiwa bagi siapa pun yang mendengarkannya.

Sepulang dari pengajian Mang Azrax yang membahas bab favorit kaum lelaki, yakni poligami. Papi pulang-pulang langsung memantapkan hati untuk meminta ijin poligami pada mami. Padahal nikah saja baru seperempat bulan. Idih. Pfff...

Begitu sampai di rumah, tak tahunya rumah penuh cinta milik pasangan ganjil ini berantakan layaknya hati seorang jomblo yang gebetannya disambar orang. Bangkai anaconda dimana-mana, entah darimana ular-ular raksasa yang menjadi judul single kontroversial Nicki Minaj itu datang, dan entah kenapa mereka bergelimpangan tak bernyawa di dalam rumah. Belum habis rasa kagetnya, papi  Pokemon melihat Fathir tersangkut di ventilasi jendela kamar, sementara itu mami Hayday nampak acuh tak acuh hanya menatap layar laptop. Pandangannya kosong.

"Mi...Mami, Papi kawin lagi ya Mi, boleh yah boleh??" Mami tak bergeming. Mukanya ngeblur.

"Duh.. Mami kenapa yah?"

Papi menjulurkan sebelah tangannya untuk meraba dahi mami, sebelah tangannya lagi digunakan untuk membandingkan suhu kepala mami dengan mendoan yang masih hangat. Umm.. normal kok. 37° Fahrenheit.

Duh. Memang beberapa hari ini mami Hayday terlihat uring-uringan. Hari-harinya dihabiskan dengan bengong sendiri di pojokan, juga belakangan sering shalat Istikharoh tiap malam, dan yang paling membuat papi curiga, sekarang mami itu suka kaget-kagetan jika ditanya "Kamu selingkuh ya?!" secara tiba-tiba sama Papi. 

Entah karena cemburu campur curiga atau karena penasaran juga, akhirnya papi yang mulai was-was dengan metamorfosa kelakuan mami yang makin tak tercofidentkan itu, papi memutuskan untuk "membagi dua" keluh kesahnya dengan bibi tetangga sebelah. Curhat gitu lah ceritanya. Ciyyee. Persis sekali dengan kisah di sinetron "Catatan Hati Seorang Suami Masa Kini Yang Pengen Naik Haji Mengendarai Manusia Harimau."

Bibi perawan beranak delapan belas ini, adalah seorang Cenayang Sakti Mandraguna, ia mengaku sebagai titisan dari Mama Laurens. Selain itu bibi Cenayang ini juga memiliki usaha lain yang tengah berkembang di Hongkong, yakni cuci Laundry kiloan dengan logo jangka dan mistar. Logo yang sangat mirip dengan logo Freemasonry itu membuat bibi ragu untuk membuka cabangnya disini, soalnya pasti akan repot nanti, usaha halal ini pasti akan disweeping  oleh Laskar FPI (Front Pemuda Insyaf) gara-gara disangka salah satu anggota pendukung Konspirasi Yahudi. Padahal bibi Cenayang sangat tak sengaja menggunakan lambang itu karena hobi pertukangan yang memang mendarah daging padanya. Jadi bibi Cenayang ini selain mempunyai kemampuan menerawang masa depan, juga ahli di bidang pertukangan, *pffttt apa ini?

Bibi Cenayang yang suka kesurupan


"Tak perlu kau katakan, aku sudah tahu apa niat kedatanganmu kemari, Anak Muda!" seru bibi dengan aksen Tiongkok yang medhok banget itu.

"....."

Wih. Sakti bener ini orang, bisik papi dalem hati. Walaupun tak diminta, papi pun segera menceritakan dengan gamblang kronologis prahara rumah tangga yang tengah meresahkan hatinya saat ini.

"Errr...Istriii...kamuu...err...disanteeet...samaa...oraang...Kuuwaittt...errr..." seru bibi segera setelah papi Pokemon selesai menceritakan kisah pilunya. 

Bibi bicara setengah kesurupan, sepotong-sepotong dan sesekali ada bunyi grusuk-grususk layaknya mengobrol roaming via telepon dengan sinyal buruk.

"Santet? Orang Kuwait?" papi Pokemon bertanya-tanya. "Eh bentar bentar.." papi berusaha mengingat-ingat sesuatu. 

"Oh!" Akhirnya Papi tau siapa dalang dibalik ini semua. 

Mami Hayday pernah bercerita pada papi, dahulu kala ada seorang duda kesepian berkebangsaan Kuwait yang telah mencoba melamarnya via inbok facebook. Awalnya tak ditanggapi, tapi lama kelamaan tingkah polah duda tersebut makin pervert, mulai berani panggil de-darling-an, hingga nekat mengancam bunuh diri loncat dari Satelit Palapa bila cintanya ditolak. Duh, syerem gilak. 

Hingga akhirnya mami yang tak ingin dibelenggu dalam paranoid tak berujung itu pun menikah dengan papi Pokemon, dan lost kontak dengan mister Kuwait tersebut.

"Lantas, aku kudu piye, Bi?" tanya papi Pokemon nelangsa.

Bibi yang masih setengah sadar setengah kesurupan itu pun memberikan solusinya. Papi Pokemon harus mencarikan jodoh untuk mister Kuwait agar tak menyantet maminya lagi. Duh.. sulit. Papi pun pulang meninggalkan Bibi tetangga sebelah yang kesurupannya makin menjadi-jadi dan mulai meracau angka-angka togel itu.

Dengan perasaan penuh kedongkolan papi pun memberanikan diri untuk chating via Whatsapp heart to heart dengan Mister Kuwait tersebut, tadinya papi Pokemon mau ajak itu mister buat Skype, tapi takut jatuh cinta akhirnya papi mengurungkan niatnya itu. *PP=Papi Pokemon *MK=Mister Kuwait

Papi Pokemon
VS

Mr.Kuwait



PP: Punten, Good Welcome, Mister..
Are you Kuwait enough, Sir?

MK: Sorry. Who are you?

PP: Umm.. Me? I'm Pokemon Trainer, Mister. Hehe

MK: Well. Your number remembering me to someone who broke my heart..

PP: Oh, punten, pardon me Mister. How do you do? Fine? Thank you.. (Papi Pokemon memang belajar bahasa Inggris dari tante Dijah Yellow)

MK: Yeah. For me there is not good from that day, that day, my beloved women was denied my love. Until now, my night always cold like winter in the desert. Oh my.... (tiba-tiba suasana jadi mellow)

PP: Duh. Sorry Mister, I making you cry-cry, pardon me, and pardon entire human.

Umm.. Do you know Mami Hayday?

MK: YES. That Mami Hayday destroyed my heart! I called her few days ago. I miss her so much, but She tell me that she was choosed other men and has been married. I HAVE NO GAME!

PP: Wow. Did you know who that guy, Mister? If You Know What I Mean.

MK: Yeah. She said Papi Pokemon or something like that..

Hening melanda.

PP: Hey, Mister. You didnt see my nickname? That wrote my name was "PAPI POKEMON. Im that guy who you talking about by the way. Hehe

Hening lagi, nampaknya di seberang lautan sana si mister memelototkan matanya dengan garang dan kamera men-zoom in dan men-zoom out mukanya berkali-kali layaknya adegan tegang di sinetron striping.
MK: How dare you! I even dont know you are my  competitor.

PP: EAZY MEN.. EAZY!

MK: What do you mean?

PP: Pardon me. But, Mami Hayday is mine now. We're couple. But dont worry, I know a good nice kind women as the charge. What do you think?

MK: Umm.. *sign out*

PP: Wait.. waiting tresno mister!

*skip*

Usai membelievekan mister Kuwait menjadi beliebers dan sedikit beradu argumen dari hati ke hati. Akhirnya mister Kuwait bisa merelakan mami Hayday, sebagai gantinya, Papi Pokemon pun mencomblangkan mister Kuwait dengan bibi tetangga si cenayang sakti yang suka kesurupan itu. 

Mister Kuwait sangat antusias, mungkin karena terlalu lama kesepian, akan tetapi bibi Cenayang menolak mentah-mentah tawaran perjodohan sepihak yang dicanangkan papi Pokemon itu. Hati wanita tak ada yang tahu, bisa juga hanya butuh waktu dan musim yang baru buat Bibi tetangga agar bisa dengan lapang dada menerima Mister berkepala potato asal Kuwait tersebut. Uhuk.

Entahlah...jodoh siapa yang tahu bukan?

Akhir kata, mami Hayday kembali sehat seperti sedia kala dan kegiatannya pun sudah kembali normal, wheating dan memberi makan sapi-sapi dua dimensinya di peternakan level 57-nya lagi, mengoleksi diamonds gratis dari peternakan tetangga yang didapat dari peti rahasia, serta barter aneka tools perluasan lahan dengan tools BEM dan SEM. Mereka berdua pun kembali hidup aman dan damai.

-SELESAI-

Wednesday, 25 February 2015

Cerber Mami Hayday & Papi Pokemon : Wacana Reuni Mantan

Pagi Minggu ceria.

Cuacanya cerah, secerah hati jomblo yang berhasil survive di malam Minggu. Mentarinya juga, tak terlalu terik dan tak mendung juga, sangat cocok untuk menjemur kerupuk kulit hasil ekstraksi sunatan massal minggu lalu. Ada yang mau? Gurih lho!

Seperti biasa layaknya orang-orang pada umumnya. Pasangan yang sering berkelakuan ganjil kesayangan kita ini sibuk dengan hobinya masing masing. Mami Hayday, sedari matahari masih perawan juga, sudah setia duduk manis di pojok ruang TV dengan tablet di tangannya. Telunjuk dan jempolnya lincah bergerak ke kanan dan ke kiri di atas layar tablet, sesekali telunjuk dan jempolnya itu bergerak bersamaan dengan gerakan keluar atau ke dalam, tengah meminimize dan memaximize tampilan gamenya. Kegiatan yang paling disukai mami Hayday adalah wheating, jadi itu adalah kegiatan menanam bibit gandum dan mengumpulkan exp poin, asyiknya wheating itu karena gandum cuma butuh waktu dua menit untuk panen di ladang, dan dapat bonus tools pula! 

Ada yang masih mengerutkan dahi mendengar Hayday? Hayday adalah game bercocok tanam yang membius mami sampai lupa mandi, lupa diri juga. Terkadang mami Hayday lupa anak dan suami, untung papi Hayday suami yang siaga, saat mami Hayday sudah mulai melupakan jati dirinya, menyogok mami dengan segepok kertas merah dengan logo BI adalah obat yang paling ampuh untuk mengembalikan ingatannya. Terkadang papi Pokemon bertanya-tanya, seandainya mami kecanduan game yang lebih bermanfaat, "Money-Game" bermotif MLM misalnya, jika sudah berhasil menjadi Member MLM yang berhasil sampai level Manager Golden Diamond bisa dapet kapal pesiar. Tapi masalahnya, setelah dapat reward kapal pesiar bukannya happy dan bangga yang ada malah susah kemana-mananya, boro-boro dipamerkan ke sanak-family, niat beli obat nyamuk di Alfabulanmart saja bingung parkirnya dimana! aaarghh! 

Mungkin mami Hayday memang lebih baik memainkan game bercocok tanam saja, setidaknya dia tidak kecanduan nongkrong di pos ronda bersama ibu-ibu sosialita, bergosip dan minum oplosan temulawak dengan teh manis.

Mantan everywhere, disitu kadang saya merasa sedih

Sementara di sudut pojokan rumah sisi lainnya,  papi Pokemon tengah sibuk melatih-tanding pokemon kesayangannya. Salah satu kesayangannya adalah Pikachu yang suka nyetrum saat bermanja-manja di badan itu.

"Wahai Pikachu! Serang dia dengan listrik 1 juta volt!" Seru papi Pokemon dengan gaya khas Ash.

Papi tak pernah lelah melatih pokemon-pokemonnya agar semakin jago dan siap jual, eh tanding maksudnya. Sekarang papi tengah mengarahkan Pikachu pada dinamo tamiya soak yang menjadi lawan latih tanding mereka pagi ini. Gila, papi ini memang sok-sokan memelihara Pokemon bertipe Listrik. Padahal rekening listrik sering nunggak gara-gara nge-charge si Pikachu semalam suntuk. Pfff..

Ah. Mami-papi yang baru menikah itu sekarang tengah sibuk dengan dunianya masing masing. Jika sudah pewe begini, sangat minim pertengkaran dan minim pertikaian antar pasangan. Benar benar contoh keluarga yang harmonis dan penuh barokah.

Tak berapa lama kemudian. Muncullah dua sosok pria dari kejauhan, keduanya melangkah pasti menghampiri rumah Mami-Papi tersebut. Yang satu, orangnya berperawakan kurus, kulitnya eksotis , gelap metalik, dengan poni tumpeh-tumpeh yang nampaknya menjadi trend rambut cowok tahun 2015. Sementara yang satunya lagi, orangnya agak semi-tambun dengan gingsul khas member Idol Group. Mungkin ia adalah salah satu WOTA yang ngidol pada salah satu Oshi dengan gingsul, maka dari itu ia sering menunjukkan gingsulnya dengan menyeringai. Memiliki aset tubuh yang mirip dengan Oshi itu sangat membanggakan! WOTA! WOTA! Oi! Oi! Oi! *acungin light stick

Sesungguhnya kedua pemuda yang menurut usianya sudah layak disebut pria ini  sempat menyasar, namun setelah bertanya pada bibi tetangga dari Hongkong yang doyan kuliner eksentrik macam Bakso Kalajengking dan Lemper Anakonda, akhirnya dua sosok tersebut sampailah pada lokasi check in via Path yang mereka maksud. Iya. Kediaman Papi Pokemon. Kedua pemuda eksentrik ini memang memiliki kebiasaan khas orang Indonesia banget, belum juga sampai di tempat tujuan sudah check in duluan di Path, biar dikata orang sibuk kerjanya jalan-jalan melulu.

"Pi...Papi! Ada dua orang ngaku temen Papi merangsek masuk nih!" teriak Mami Hayday yang refleks melempar-lemparkan benda yang ada di dekatnya sebagai bentuk pertahanan akan orang-orang yang tak dikenal.

Kebetulan yang ada di dekatnya adalah sepiring bakwan dan cireng, maka diserang dengan gorengan itu malah membuat kedua pemuda itu kegirangan, bahkan salah satunya malah minta dilempar bumbu rujaknya sekalian. Huft, tahu saja dia rujak cireng itu rasanya asoi binggow

"Astaga! Hariah! Hadije! Hentikan Mi.. hentikan. Cukup!" Papi melerai pertikaian gorengan tersebut, bukan karena iba, namun lebih kepada sayang jika cemilan sesajen mami dilempar-lempar tanpa perasaan.

"Ini loh mereka..jomblo-jomblo kesepian yang Papi sering ceritain itu!"

"Kenalin ini Hariah, Mi. Nama lengkapnya Hariah Carry, tinggalnya di Cileungsi, Banten. Bisa debus dan orangnya asik kok mi, coba saja Mi bacok dia!" Papi menyodorkan golok-yang entah didapat dari mana, pada mami seraya menyuruh Mami Hayday membuktikan ucapannya.

Persis seperti tukang obat keliling yang demonstrasi ramuan ajaib pada aneka penyakit manusia di sebuah Pasar Malam. Hariah dibacok pada setiap senti demi senti anggota tubuhnya dan memang benar, kulit eksotis metalik Hariah tak lecet sepersenpun. Badass!

"Nah. Kalo yang gingsulnya persis Nabilah JKT48 itu namanya Hadije. Penyanyi Cafe sekaligus DiJe yang hobi mengoleksi sabun Mi..." seru papi sambil menyodorkan sabun ke Hadije.  

Papi nampaknya memang sudah menyediakan properti untuk perkenalan kedua rekan sejawatnya ini, properti golok dan sabun memang bukan termasuk benda-benda yang normal digunakan saat perkenalan dan sabun? kenapa seorang Hadije begitu gemar mengoleksi sabun? seorang jomblo mengoleksi sabun? oke, skip.

Adegan pun berlanjut ke ruang tamu. Setelah menjamu tamu dengan Ale-Ale rasa kecubung ditambah seblak kerupuk ekstraksi sunatan massal tadi, mami Hayday kembali sibuk dengan gamenya lagi, meninggalkan papi Pokemon yang mulai bercengkrama dengan dua orang tamu tak diundang barusan.

Obrolan hangat pun tak terelakkan. Mulai dari membicarakan gosip prahara rumah tangga mantan suami Cita Citata, sampai mencibir kinerja kerja tukang mendoan strawberry di Majalengka. Akrab sekali, sesekali kata 'Cynt', 'Eike', 'Akikah' dan 'Rempong' terlontar dari mulut mereka bertiga, lengkap dengan suara tinggi melengking.

Hingga pada akhirnya, percakapan ketiganya mengarah pada topik yang tidak-tidak, yang tak selayaknya dibicarakan dan didiskusikan lagi. "Wacana Reunian Mantan."

"Eh.. seru kali yak kalo kita-kita ngadain reunian mantan?!" seru papi Pokemon sambil mengedipkan mata dengan nakal kepada lawan bicaranya.

"Njir. Boleh banget tuh, Bro.." Hariah Carry mengiyakan antusias, ia juga ketularan mengedip-ngedipkan matanya, lebih intens dan lebih menjiwai.

"Ayok! Kapan? Kita sekalian Sabun-Party yah? Tuker-tukeran sabun dengan aroma unik gitu, kapan lagi kita bisa dapet sabun aroma mantan...precious banget!" kata Hadije memanja.

"Ih.. coba bayangin deh kalo Lala Metalica, Putee sama Maz Git berkumpul dalam satu momentum. Pecah banget. Hahahahah!" tawa lepas papi Pokemon membuat mami Hayday menghentikan gamenya untuk sesaat. Rupanya sedari tadi Mami Hayday curi-curi dengar pembicaraan mereka.

"BRAAAKK!"

Meja digebrak, Papi Pokemon tersentak. Duh..

Gebrakan meja dimana mami Hayday tengah bermain game seakan jadi pertanda. Nanti malam akan ada seseorang yang dikurung di WC dan tidur disana beralaskan ubin semalam suntuk  ditemani laskar kecoak terbang. HORROR ABIS!

Serta wacana reuni mantan itu hanya akan menjadi wacana saja...selamanya...

*SEKIAN DULU*

Sunday, 22 February 2015

Cerber Mami Hayday dan Papi Pokemon : Ketika Si Buah Hati Kesurupan

anak kesurupan jadi kece

Kesurupan Dengan Gaya


******

Malam jumat. Mami terlihat rebahan santai di kasurnya. Mami menatap langit2 kamar dg mata berkaca, rupanya ada sesuatu yg mengganggu pikirannya, mungkin ia masih teringat akan barter alat silo dengan alat perluasan yang ia lakukan tadi sore, satu bilah kayu dapat tiga alat perluasan itu sesuatu banget. Namun rupanya bukan hanya karena rasio barter yang cukup wah, namun karena pemilik farm yang mengajak barter memiliki paras sebelas dua belas dengan Adam Levine. Hanya saja yang satu ini versi lokal, tapi tak lama mami Hayday mengucap istigfar, ia sudah bersuamikan papi Pokemon, 

Sekian lama bengong sendiri akhirnya mami teringat akan sesuatu. Fathir mana, Fathir mana, Fathir mana? Dimana? Dimana?

Oh rupanya fathir sudah terlelap dalam tidurnya.

"Tok-tok-tok" terdengar ketukan di daun jendela. Mami bangkit dan bertanya-tanya, siapa gerangan orang kurang kerjaan yang bertamu lewat jendela? 

Rupanya bukan. Ternyata sales yakult yg tadi sore menumpang teduh di samping kamar mami. Badannya menggigil dan bibirnya biru, ia juga cegukan karena terlalu lama menunggu di bawah hujan. Huft. mami kecewa total. Dengan langkah gontai menutup kembali jendela kamarnya. Ia kembali melamun.

"Uh.. bosan" keluh mami, sambil sesekali mengurut jakunnya.

Mami sempat kaget karena jakunnya menghilang, namun kemudian ia tersadar..jika mami adalah perempuan dan memang tak berjakun. Mami Hayday ini memang sedikit diragukan kewanitaannya, terkadang masuk toilet perempuan saja diteriaki mesum, ya ampun...sulit memang memiliki wajah sangar.

Mami tiba tiba menggebrak kasur, ia teringat papi yang tengah gandrung demam pokemon. Baru menikah beberapa hari saja sudah mulai nampak sifat menggemaskannya, itu dia, demam ngadu pokemon sambil pamer batu akik. Uang amplop dari undangan habis semua untuk beli batu Bacan dan Pancawarna yang katanya didapat langsung dari Ciangel.

Meanwhile, papi lagi ngadu pokemon di gardu siskamling. Asyik mengadu pokemon hasil silang Pikachu dan belut dengan pokemon milik pak RT, tiba-tiba bersin dengan birama 4/4. Ini firasat. Ada seseorang di belahan dunia sana yg sedang menggebrak kasur.

Ya sudah, sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan, papi pamit pulang sama Laskar FPI (Front Pemuda Insyaf) yang dari tadi asyik memainkan pokemon masing-masing di saung.

"Ah malem jumat!" Papi tersenyum mesum. Ia segera menstarter helikopternya dan segera menuju kamar mami.

Sayup sayup mami mendengar suara helikopter papi yang sebenarnya bukan helikopter, melainkan motor roda tiga yg memang suaranya menggetarkan jiwa. Suara papi pun menyapa telinga..

"Aahh pulang juga dia." Mami geram

Diambilnya pecut dari dalam lemari, lalu membukakan pintu. Mami memang membukakan pintu buat papi, tapi papi malah nerobos lewat jendela kamar mami. Maklum kebiasaan bolos pas SMA dulu.

Didapati papi mami yang lagi murka-murkanya. "Bentar..bentar Mi, Papi bisa jelaskan ini semua!" Papi tercekat. Mami melongo total melihat papi yg meloncat masuk lewat jendela, digenggamnya pecut dg geram.

"Papi!!" Teriaknya. Papi yg tengah mengaduk-aduk koleksi batu akiknya untuk mencari batu akik yang memiliki kesaktian sirep emosi mendongak, "I-iya mi?"

Mami menghampiri papi, lalu berbisik lembut,"Pi, jangan jongkok di situ, disana ada arwah penasaran.. "Papi terhenyak, lalu menatap mami dalam...

Dipegangnya ke dua pundak mami. Lalu didekatkan mulutnya ke telinga mami, kemudian berbisik, 

"Ish. Pamali Mi ngomongin orang yang udah jadi arwah..."

Papi berusaha mencairkan suasana. Tapi gagal total karena sejurus kemudian. Fathir mengigau. Suaranya parau, berat, mukanya ngeblur. "Grrr.. grrrr" Fathir menggeram kesurupan.

Kedua pasang suami-istri gagal berantem ini lantas menujukan perhatiannya pada Fathir yang mulai kayang di langit-langit kamar. "Mi.. papi curiga, kayaknya ada yang gak beres sama rumah ini.." Duh. Si papi malah menyalahkan letak pondasi rumah yang tidak menghadap kiblat itu.

Khawatir dengan Fathir. Akhirnya mereka putusin untuk tidur berdua di sofa. Sementara Fathir dikurung di kamar agar tak bisa lari kemana mana.

 **** 

Embun pagi mulai bergelambir. Dingin subuh menusuk qolbu. Tiba-tiba jendela kamar mami ada yang menggedor. Misterius memang. Dari siluetnya di balik kaca jendela yang menafsirkan keremangan malam yang mulai berakhir dan pagi yang mulai menyeruak..

Rupanya, Sales Yakult. Masih setia frustasi menunggu mami beli. Masih setia dengan sisa Promo Yakult Bulan Sya'ban, beli sekardus berhadiah uang receh buat kerokan. 

"Ini mumpung promonya belum kadaluarsa, Mbak!" Kata sales cewek itu dengan memelas, sambil sesekali cegukan karena kelamaan sembunyi di semak-semak balik jendela kamar mami.

Tiba-tiba, Fathir tebangun. Matanya melek. Keluar sinar laser warna merah menyala. Semerbak aroma kacang goreng yang disangrai memenuhi kamar mami. Mami berteriak, 
"PAPI! TOLONG!." 

Papi yang sejak semalam urung tidur di sofa dan memilih tidur di lantai beralaskan koran bekas tahun 1973 itupun sontak terjaga. Usai beristighfar, papi pegi ke kamar mami sembari merapikan sarungnya. 

"Mami... apa yang terjadi?" tanya papi. 

Standar pertanyaan sinetron indosiar pun terlontar dari mulut papi yang masih belepotan iler. Disaksikannya Fathir dan Mami saling kayang di langit-langit kamar. Rupanya kesurupannya menular.

"Tuh benerkan ini rumah madepnya salah! Apa papi bilang.." kata Papi yang masih saja menyalahkan letak geografis rumah yang dibangun oleh Budak Bani Isroil itu. 

Dan karena adzan subuh telah berkumandang. Papi segera mensucikan diri dan pegi ke Mesjid yang ada Spanduk Dedi Mizwarnya. Berdoa dengan khusyuk dan meminta perlindungan kepada Allah SWT. Alhamdulillah, mami Hayday dan Fathir sadar kembali. Akhirnya mereka semua pun kembali hidup rukun selama-lama-lama-lamanya.

TAMAT

Friday, 20 February 2015

Cerber Mami Hayday & Papi Pokemon:The First Night

THE FIRST NIGHT 
(Malem Pertamaxxx)


Prosesi pernikan Papi Pokemon dengan Mami Hayday berlangsung meriah. Puncak acara diisi oleh Duo Serigala yang mengajak semua undangan dan para penonton bayaran Mamang Azrax goyang drible. Penontonnya pun muntah-muntah. Karena banyaknya ibu-ibu yang protes dan cemburu saat para suami terlalu menghayati peran sebagai 'Abang Goda', akhirnya konser dadakan tersebut dibubarkan paksa oleh Laskar Pemuda Mesjid yang bertugas jadi security keamananan tadi. Akhirnya keberadaan laskar ini di hajatan mami Hayday dan papi Pokemon tak dipertanyakan efektifitasnya. 

Hari berganti malam, babak selanjutnya mengambil setting kamar pengantin lengkap dengan bunga melati, kopi item dan kemenyan yang dibakar di pojok ruangan, eh...

"Pi... matiin lampunya dong, kita pake cahaya latar hengpon aja yah biar romantis.." Mami Hayday mulai bermain kode seperti anak Pramuka yang main semaphore.

"Duh Mi, hape Papi lowbet," kata papi acuh tak acuh, maklum ternak Pokemonnya minta ikut ke kamar pengantin, jadilah kamar yang seharusnya tenang dan damai menjadi riuh rendah layaknya PAUD di hari Senin.

"Pi, Pokemonnya suruh bobo dong..."

"Kenapa Mi?"

"Mami pengen main monopoli pi..." rengek mami Hayday, rupanya selain kecanduan game Hayday si mami juga gandrung monopoli.

"Ayok Mi!" dengan antusias papi Pokemon mengiyakan kemauan mami.

Tak disangka, di balik keantusiasannya mengikuti permainan monopoli yang ditawarkan mami Hayday, ada setumpuk kenangan yang tak sengaja terungkap kembali. Rupanya papi Pokemon teringat sang mantan gebetan, Lala Metalica yang telah menikah dan memproduksi baby unyu. Mami Hayday yang bete karena papi Pokemon main monopoli sambil berlinang air mata karena ingat masa lalu--main monopoli bareng Lala Metalica di bawah pohon cempedak (menurutnya romantis level cabe-cabean dikaretin dua), memilih untuk tidur lebih dulu dan membiarkan papi Pokemon merenungi kesalahannya di malam pertamaxx.

"Mi.. inikan malem pertamax kita. Gimana kalo kita liat situs Berniaga.com. Kita liat-liat jualan Anak online. Kalo ada yang sreg, harganya cocok, kita beli sepasang, Mi..." papi Pokemon merayu syahdu. 

Mami Hayday tak bergeming, ia tetap membelakangi papi sambil merekonstruksi ulang wajah Lala Metalica menurut bayangannya sendiri. Penasaran sekali dengan sosok si mantan gebetan yang katanya telah menikam jantung papi Pokemon dalam-dalam, dan mami Hayday berencana untuk men-stalk akun Lala Metalica besok sehabis Subuh. 

"Gimana?" tanya papi lagi dengan sangat antusias. Mami hanya batuk-batuk kecil, pura-pura tak menggubris omongan papi. Padahal jika diartikan menurut sandi Morse, artinya kurang lebih "Terserah Papi, yang penting diskon lima puluh persen, ambil!"

Akhirnya hingga pukul setengah tiga pagi, papi asyik-masyuk browsing sendiri. Sementara mami sudah tepar duluan dengan mulut setengah terbuka.

"Aih... lutunaa. Beli ah!" sorak Papi kegirangan sendiri. Matanya berbinar menatap layar laptop yang menyorot deskripsi seorang bocah bernama Fathir, anak PAUD angkatan 2014.

Semua terjadi begitu singkat. Beli, transfer, kirim. Ba'da subuh sepulang dari Masjid yang ada parkiran Helikopternya, papi lenggang kangkung sambil sesekali koprol. Pertanda hatinya sedang sprinkle-sprinkle berbahagia.

Eh didepan rumah telah menanti seorang Tukang Pos. Bawa paket dikarungin berpita biru. Alangkah teladannya tukang Pos yang satu ini, matahari belum muncul pun ia sudah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, sungguh lelaki yang sangat cocok dijadikan imam hidup. 

"Ini pesenan Saya itu pak? Wih.." papi Pokemon jingkrak-jingkrak.

"Iya, Pak... ini sertifikatnya sekalian. Tolong ditandatanganin." Tukang pos menyodorkan sepucuk surat berlogo Halal MUI pada papi. 

Usai serah-terima dan sungkem makasih serta tabur bunga tujuh rupa serta saweran dengan pak Pos tersebut. Papi segera berlari ke kamar membangunkan mami dengan menggulingkannya dari kasur. Sebelum mami Hayday murka papi Pokemon segera menunjukkan pada mami paket karung berpita biru sebagai hadiah anniversary satu malem pengantinan mereka.

Dengan mata yang masih minta dikucek-kucek, mami penasaran dan langsung membuka paket karung berpita birudari papi tersebut.

Dan.... "POOF!"

Fathir muncul dengan adegan cilukba ala-ala aa Azraxx untuk memperkenalkan dirinya pada Papi dan Mami barunya.  Maka, lengkaplah sudah kebahagian keluarga ini. Ada Papi Pokemon. Ada Mami Hayday. Dan ditambah lagi Fathir. Bakalan menorehkan kisah kisah semrawutnya kehidupan yang fana ini.

******

Cerita Malam Pertama Absurd


SEKIAN, TAPI MASIH BERSAMBUNG.


Cerita Perdana Mami Hayday & Papi Pokemon

Jadi ceritanya aku ketemu rekan duet--panggil saja dia Pokemon Tamer, dan entah gimana awalnya tiba-tiba aja aku dan dia menciptakan tokoh fiksi MAMI HAYDAY dan PAPI POKEMON. Mulai dari tanggal 19 Februari 2015 kami berdua punya niat bikin cerita bersambung tentang dua tokoh fiktif ini. 

Jadi cerita bersambung ini akan dimulai dari saat Mami Hayday dan Papi Pokemon menyatukan ikatan tali kasih mereka dalam naungan ikatan suci, pernikahan. Eaaaakkkk! yuk cekidottt!

Ah ya, sebelum baca cerita perdana Mami Hayday dan Papi Pokemon, mendingan baca dulu link-link di bawah ini, soalnya cerita bersambung mereka terkontaminasi alur cerita Azrax..kyaaaaa!!!


STARTING THE HOUSE LADDER 
(Mulai berumahtangga)

"Sah? Sah? Sah?" Kata Mamang Azrax sambil melihat ke arah penonton majelis Ijab-Qabul pernikahan Papi pokemon dan Mami Hayday. 

Rambut gondrong Mang Azrax tampak gak mecing dengan peci item yang dikenakannya. Miring pula pecinya. Rupanya Penghulu Honorer itu masih canggung, gara-gara ini perdana kalinya dia jadi Penghulu beneran. Iya, beneran nikahin manusia maksudnya. Sebelumnya Mang Azrax mah apa atuh, cuman jualan Ikan Cupang lima rebuan di SDN Pasar Rebo. Alhamdulillah, berkat doa-doa TKW ilegal terdzolimi yang dulu pernah di selamatkannya dari sindikat perdagangan jual-beli organ tubuh seken di Hongkong, akhirnya Mang Azrax kini bersolo karir sebagai Penghulu Honorer. Terhitung sampe hari ini, fix tiga hari Mang Azrax ngantor jadi Penghulu.

Apa mungkin entah karena sibuk "Enjoy" atau emang karena Mang Azrax terlalu "Eazy-Men"Going, sehingga baru kali ini pasangan yang akan dipandu dirinya baru bisa terlaksana sejadi-jadinya. Pasangan Calon Nikah sebelum-belumnya pada Gatot Brajamusti semua. Gagal Total.

"SAH? SAH? SAH?!" Kata Mang Azrax mengulang-ulang dialognya yg akan diucapkannya nanti, sembari ber-gladi-resik menunggu Calon Manten yang belom nongol batang-idungnya. 

Padahal penonton sudah membludak. Secara gitu loh, Mang Azrax sengaja minta reporter Terans TV buat dishoot secara live, tajam dan terpercaya. Soalnya ini momen paling bersejarah dalam hidup Mang Azrax. Pertamakalinya jadi Host Inti acara pernikahan. Berasa jadi orang penting euy!

*****

"Brmm.. brrm.. ngeeeeeng"

Tukang ojek kambuhan bernama Carlos Yama pun ngebut membabi buta membelah lautan kemacetan Ibu Kota Kabupaten.

"Bang eazy bang! Eazy!"

"Saya gak pengen mati dihari pernikahan ini bang.." ucap Papi Pokemon sambil menepuk pundak Bang Carlos. Merespon pundaknya ditepuk mesra dari belakang, spontan Bang Carlos mengerem mendadak. 

"Ciiiiitt!"

Kemudian dia membuka helm SNI nya dan menoleh ke belakang. Dengan wajah binal penuh kepastian, dia berujar... "Udah deh, ENJOY!" Sungguh. Sepenggal dialog yang gak penting banget antara costumer dan tukang ojek ini. Pffft.

Meanwhile, di kamar Mami Hayday.

Usai dandan 72 jam nonstop secara bergantian, akhirnya Duo Serigala selesai juga merias pengantin wanitanya. Kemudian mereka merayakannya denga Goyang Dribel bareng.

"Heh, hayu atuh, eta malah gogoyangan ih kalian! Terlambat ieu teh. Terlambat!" Bapak Mertua mulai meradang.

Lantas rombongan pengantin wanitanya berangkat menuju TKP ijab-qabul pernikahan. Pakai helikopter yang sebenarnya bukan helikopter, melainkan motor roda tiga dengan suara yang membahana menggetarkan jiwa.

*****

PRANGGGGG!!!!

Sebuah motor terbang menerobos masuk jendela KUA, slow motion dengan elegannya melintasi kepala Mang Azrax yang refleks terkaget-kaget karenanya. Sementara kedua pengendara motor tadi terlempar berantakan. Penonton malah girang tepuk tangan. Dikiranya memang bagian settingan prosesi pernikahan.

Tak berselang lama, tepatnya dua menit lebih tiga detik kemudian. Kantor KUA Mang Azrax kembali dihebohkan dengan mendaratnya sebuah Helikopter dari arah genteng. "Fix, ini pernikahan paling brutal di muka bumi..." gumam Mang Azrax terkesima.

Ya sudah. Pengantin prianya sudah siuman. Pengantin wanitanya juga sudah dateng. Maka diberlangsungkanlah prosesi pernikahan maha ganjil tersebut.

"SAH? SAH? SAH?" Tanya Mang Azrax pada penonton. "SAAAAAAAAAAH!" Penonton bayarannya berbarengan menyahut.

"Alhamdulillah.." seru Mang Azrax lega, diiringi dengan gema takbir bersahutan Laskar Pemuda Masjid yang memang sengaja diundang untuk meramaikan acara sekaligus merangkap sebagai security pada pernikahan tersebut.

*****

Bersambung.

Huftttt, berat lho ini nulisnya...hehe..
Eniweiiiii, nanti malem dilanjut yah... semoga terhibur, :) :D

 ini dia Aa Azrax :3



Wednesday, 18 February 2015

Novel "Mencintai Apa Adanya"

Iseng-iseng Googling cover novel yang di sampul depannya ada namaku, eh ketemu ini nih..


Yang bikin senyum-senyum sendiri karena Novel ketigaku Mencintai Apa Adanya dijadiin materi buat tugas akhirnya...hihi, udah lama sih sejak tahun 2013.. Makasih yaaa :)

Nih cuplikannya :

Prasetya Ramadhani gadis berumur 17 tahun, yang biasanya akrab di sapa Dhani, berharap di usianya yang 17 tahun ini bisa merayakan pesta ulang tahun seperti teman-temannya, tetapi itu tidak mungkin terjadi karena Dhani menyadari bahwa kondisi ekonomi keluarganya tidak memungkinkan ia bisa sekolah saja sudah lega tanpa ditagih-tagih lagi biaya SPP yang selalu nunggak karena kedua orang tuanya belum bisa melunasi tepat pada waktunya, karena ibu Dhani hanya bekerja sebagai penjual sayur di pasar, sedangkan ayahnya hanya gemar dengan hobinya sebagai adu merpati.

Di rumah Dhani tinggal sama kedua orang tuanya dan kakaknya yang bernama Lisna serta keponakannya yang bernama Hasan. Keponakannya itu masih duduk di bangku SD tetapi anaknya cerewet dan suka ngresek pada Dhani apalagi kalau Dhani pulang dari sekolah sudah pasti Hasan selalu ngeledek Dhani dengan sebutan “Botol Cuka” karena Dhani memiliki bau keringat yang sangat tajam, oleh karena itu Dhani merasa hidupnya tidak sempurna karena memiliki alergi yang tidak sepantasnya ia miliki di saat usianya menginjak dewasa, karena kebanyakan gadis seumuran segitu adalah cewek yang mulai menyukai bau parfum yang menyegarkan tapi tidak untuk Dhani.

Di suatu hari pada waktu Dhani berangkat sekolah, Dhani terpaksa datang terlambat karena menunggu angkot yang datangnya terlambat, dan pada waktu tiba sekolah ulangan IPA sudah dimulai dan terpaksa Dhani tidak diijinkan untuk mengikuti ulangan tersebut melainkan Dhani harus menerima hukuman dari Gurunya yang bernama Bu Alia guru yang terkenal galak dan anggun. Dhani terpaksa menerima hukuman di jemur di lapangan sampai jam istirahat tiba, setelah hukuman selesai apa yang terjadi Dhani mengeluarkan keringat habis-habisan dan membuat baju seragamnya basah dengan keringat, setelah itu teman-temanya Dhani mengejek karena keringat Dhani baunya menyengat, tetapi itu semua tidak merubah perasaan Bela untuk menjauhi Dhani, karena Bela menganggap bahwa Dhani adalah sahabat yang paling baik. Berbeda dengan yang lainnya apalagi siswa yang bernama Fully Cassanova dia adalah kapten cherrs sekaligus cewek yang paling populer di sekolah.

Semua cowok di sekolah banyak yang naksir Fully tetapi banyak cowok pula yang sakit hati karena ditolak oleh kapten cherrs itu, di sekolah juga ada cowok yang bernama Wahyu. Cowok itu sempurna di mata Dhani karena tubuhnya tegap, putih, mancung dan kapten sepakbola pula, semua cewek menggagumi sosok wahyu yang tampan itu.

Sewaktu Dhani naik angkot pada waktu berangkat ke sekolah, di dalam angkot ada cowok yang mengajak Dhani mengobrol, dia bernama Husni, dia bilang bahwa dia belum tau daerah sini oleh karena itu Husni bertanya-tanya kepada Dhani siapa tau Dhani bisa menjelaskan tentang lingkungan daerah sini, dan ternyata yang lebih menggagetkan adalah ternyata Husni yang sekolah, tetapi anehnya kenapa batang hidungnya tidak pernah kelihatan dan ternyata Husni itu murid baru atau murid pindahan dari SMA X, oleh karena itu Dhani merasa asing terhadap teman barunya itu.

Setelah sampai di sekolah, Guru wali kelas Dhani Bu Ningsih mempersilahkan Husni untuk memperkenalkan diri kepada teman-temannya supaya bisa lebih akrab tampaknya Husni cowok yang mudah akrab meskipun dia baru di sekolah ini, tetapi kenapa Dhani tidak senang atas kehadiran Husni. Dhani menggangap husni itu cowok yang cerewet buktinya pas di angkot sampai di kelas masih saja bicara tidak ada henti-hentinya tetapi Bela dan Bowo senag karena memiliki teman baru apalagi Husni itu imut, baik, dan humoris cocok buat Bowo yang suka bercanda.

Penasaran lanjutannya? coba pesan disini aja.. PESAN ONLINE


Thursday, 12 February 2015

Cerpen : Ssshh!



Pukul dua dini hari.

Langit diluar sana masih gelap, bintang-bintang yang setia berkelip di langit sana masih terlihat elok, walau sebagian sudah mundur dari pertunjukan semesta. Aku suka berada disini, duduk manis menghadap jendela yang gordennya selalu terbuka, menikmati pemandangan malam sambil ongkang-ongkang kaki, terkadang tumpang kaki juga, tapi tak jarang juga aku hanya berbaring saja. Tapi beberapa kali aku menonton pertunjukan langit malam dengan kepala di bawah, tak begitu buruk walau membuat kepalaku pusing, melihat langit terbalik cukup indah ternyata.

"Kuk-kuuuuk! Kuk-kuuuk!" 

Oh, dengarlah suara burung hantu yang merdu itu. Itu suara Uhu, burung hantu kecil peliharaan teman sekamarku. Dia seekor burung hantu lucu dengan bulu coklat terang, bola mata bulat dan hitam serta gaya uniknya saat memutar kepala 270 derajat, aku kadang menikmati sekali momen itu. Kadang Uhu akan bersuara saat melihat gerakan-gerakan aneh di kebun, saat ada kucing yang lewat diantara pot-pot Jenmanii, atau juga saat ada orang-orang yang melompati pagar pembatas antara kebun bunga di samping kamarku ini dengan halaman tetangga. Uh! mereka iseng sekali, masa main lompat-lompatan dini hari? tak ada waktu yang lain memangnya?

Hei! itu mereka datang lagi! pantas saja Uhu begitu gelisah. Tak punya sopan santun mereka  itu, seenaknya saja menginjak tanaman Sutra Bombay kesayangan Lucia--teman sekamarku, sudah tentu besok Lucia akan marah-marah lagi melihat bunga-bunga yang merambat itu lecek terinjak. Aku sesungguhnya tak tahan mendengar sumpah serapah temanku itu saat mendapati hal-hal yang ia sukai rusak, atau berada di tempat yang tak seharusnya berada. Misalnya saat orang-orang itu tak sengaja salah meletakkan botol obat sakit kepalanya, Lucia sampai membanting-bantingkan benda yang paling dekat dengan tangannya ke sembarang arah, aku juga sampai terkena asbak di dahi. Sakit, aku menangis tapi tak bersuara. 

Saat itu aku benci pada Lucia karena menyakiti aku, tapi setelah sakit kepalanya reda Lucia memelukku dengan penuh kasih, ia bahkan menangis di pundakku dan mengatakan bahwa ia lelah hidup seperti ini. Lucia ingin menghentikan kebiasaannya marah-marah, ia ingin hidup normal seperti wanita muda lainnya, memiliki seorang suami dan punya anak. Ah Lucia, andai aku bisa mencarikanmu lelaki yang baik, yang tak selalu membawamu pergi malam-malam, yang tak selalu membuatmu pulang dengan bau alkohol...

"Lewat sini saja Jon, kita kan biasa lewat sini!" salah satu dari kedua orang asing itu bicara di depan jendela.

"Tapi pintu belakangnya enggak dikunci Mon," sahut yang lain, suaranya lebih kecil. Mungkin karena ia berada di belakang.

Aku memicingkan mata, mencoba mengamati wajah lelaki yang dipanggil 'Mon' itu, kebetulan posisiku duduk berhadapan dengannya. Kami sangat dekat, hanya sekitar satu meter saja, hanya terhalang jarak antara jendela dengan tempat dudukku. Aku bisa melihat kutil di ujung-ujung jari tangannya yang memegangi kisi jendela, jemarinya bulat-bulat seperti pisang Ambon. Kemudian saat aku melihat mukanya ternyata tak jauh berbeda dari perkiraanku sebelumnya, mukanya terlihat tak terurus dengan pori-pori besar yang berminyak, mengkilat tertimpa sinar neon redup dekat jendela. 

"Krek," pintu kamar Lucia terbuka, aku hanya bisa menahan napas dan berdoa.

Orang yang dipanggil 'Jon' sudah berhasil masuk melalui pintu belakang, sekarang sudah masuk di dalam kamar bersamaan dengan Mon, ia masuk dengan mudahnya melalui jendela yang memang tak pernah Lucia kunci. Aku sudah bosan mengingatkannya agar mengunci pintu dan jendela, namun Lucia tak pernah mendengarkan aku, mungkin pengaruh alkohol yang ia tenggak berbotol-botol tiap malam membuat kesadarannya terganggu sepanjang hari, seluruh inderanya juga sekarang tak berfungsi baik. Buktinya ia selalu sempoyongan saat naik tangga, keliru memilih warna pakaian yang akan ia kenakan, tangannya gemetaran hebat, dan juga telinganya sedikit tuli sepertinya. 

Ah Lucia yang cantik, Barbie hidup kesayangan yang selalu memanjakan aku. Walaupun ia adalah gadis manis yang suka clubbing dan doyan mengenakan pakaian seksi yang membuat istri-istri tetangga benci padanya, aku tetap menyayangi dia. Lucia sering mengatakan bahwa aku ini kembarannya, kami sama-sama memiliki manik mata hitam berkilau, kulit yang lembut dan juga nyaman dipeluk. Kalimat terakhir aku yang menerka sendiri,  karena Lucia senang mendekapku erat-erat dan begitulah yang sering dikatakan oleh mereka, om-om nakal yang sering datang kesini dan betah berlama-lama bersama Lucia di atas tempat tidur.

Ini kali pertama aku merasa begitu khawatir dengan keberadaan dua orang ini di dalam kamar, padahal di hari-hari sebelumnya aku tak pernah merasa terganggu. Mungkin karena akhir-akhir ini Lucia jadi semakin tempramen padaku, biasanya dia hampir tak pernah membentakku, sekarang dia sering memaki-maki aku, mengata-ngatai aku dan menghajarku. Lucia beringas, tak manis lagi dan aku curiga ini pasti ada hubungannya dengan kedatangan kedua orang tak tahu sopan santun ini.

Lihat? Jon mengambil botol obat sakit kepala Lucia, lalu mengecek isinya. Aku bisa melihat lelaki berjambang berantakan itu tersenyum aneh sambil menunjukkan isi botol kepada Mon, lelaki itu lantas mengeluarkan bungkusan kecil dari dalam saku, tablet-tablet dengan bentuk dan ukuran yang sama dengan obat milik Lucia.

"Bagus, dia minum obatnya terus...gadis pintar," Mon terkekeh.

"Dia tak curiga kenapa obatnya selalu penuh?"

"Namanya sudah teler, siapa yang peduli?" tawa Mon terdengar seperti kuda yang meringkik. Menakutkan.

"Ini dosis terakhir untuk dia kan?"

"Iya, jika semua berjalan sesuai rencana maka besok sore dia bisa tumbang..."

Tumbang? apa maksudnya tumbang?apakah seperti pohon yang ditebang dan jatuh menghantam tanah? ah, kenapa Lucia harus jatuh menghantam tanah? dia memang agak tak sehat belakangan ini, tapi tak berarti ia harus tidur di tanah.

Aku ingin mereka berdua cepat pergi, aku tak suka melihat tingkah kedua orang ini di dalam kamar. Mereka seenaknya membuka-buka lemari, melihat-lihat barang pribadi Lucia. Mon bahkan berani mengeluarkan isi laci terbawah dari lemari kecil di dekat meja rias, lemari dengan laci-laci bergagang sepuhan emas itu berisi pakaian dalam Lucia, brokat, berenda, dan mahal-mahal. Beberapa dibelikan oleh lelaki-lelaki yang sering bersamanya di dalam kamar ini. 

Tapi yang paling banyak adalah pakaian dalam berenda yang diberikan lelaki berdagu lancip dengan hidung bengkok, menurut cerita Lucia dia itu seorang petinggi di perusahaan tekstil, uangnya banyak dan sangat royal. Dia berkali-kali mengajak Lucia untuk menikah, namun Lucia terus menolak dengan tegas, ia tak mau jadi istrinya yang ke empat, ia lebih suka hidup bebas dan mencari lelaki yang paling pas dengan keinginannya. Ah, sebenarnya aku tak suka cara Lucia mencari calon suami, mengizinkan siapapun memeluk tubuhnya saat malam dan membiarkannya pergi saat fajar tiba. 

"Ya sudah, ayo pergi Jon!"

"Kasihan ya? padahal dia cantik..."

"Salah sendiri jual mahal! Padahal bos akan berikan separuh saham pabrik tekstilnya untuk dia. Bodoh! perempuan bodoh!"

"Padahal bos tak perlu lama-lama begini ya? tinggal sewa pembunuh bayaran...beres! Aku juga bersedia untuk jasa itu, asal boleh menikmatinya sebentar..."

"Gila. Itu cara kuno! Bisa cepat ditangkap polisi, tahu!" 

"...dan urusan menikmati, nikmati saja celana renda-renda itu...bawa pulang dan pasang pigura! Haha!" Mon tertawa terbahak. Jon kemudian ikut tertawa sambil memasukkan beberapa buah pakaian dalam Lucia kedalam saku jaket.

Keduanya lantas bergantian keluar melalui jendela yang terbuka lebar, melewati tubuhku yang kaku ketakutan. Aku menahan napas agar tak ada yang curiga dengan keberadaanku, rasanya aku akan mengompol jika terlalu lama dalam situasi seperti ini. Ngompol? 

Tiba-tiba saja Jon menoleh ke belakang, ke arahku! ya Tuhan dia melihatku! dia melihatku!!

Tangannya yang kurus kering dan keriput menjulur, semakin dekat dengan kulitku yang kecoklatan. Ujung telunjuknya yang kasar mulai meraba perutku, melakukan gerakan memutar lembut dan rasanya nyaman--jika Lucia yang melakukannya. Kurang ajar! dia sekarang menusuk-nusukkan telunjuknya di perutku, lalu bergerak ke dada, ke muka dan mengusap-usap wajahku dengan punggung tangan. Menjijikan! Jauhkan tanganmu dari mukaku!

"Hmm, Teddy Bear yang manis..."



*** 

Cerpen ini aku buat setelah baca novel salah satu novel kece milik Kak Ari Keling, ciee Kakak :3 Terinspirasi gitu deeeeh...

Memang belum sebagus tulisan dia sih, cuma kan katanya juga harus mau banyak nulis, banyak belajar...jadi cerita pendek yang aku buat ini salah satu pembelajaran pertama aku, nulis yang lebih dewasa dan enggak kebocah-bocahan lagi. Gimana sudah sedikit dewasa belum? apa maksa? ah...yang penting belajar yaaa, mau usaha. \^^/


Friday, 6 February 2015

PMS : Kamus Cewek 4 (Didedikasikan khusus bagi kamu cowok, iyaa kamu!)


PMS, pre menstruation syndrom.

PMS adalah masa-masa dimana seorang yang memiliki uterus akan berubah 180 derajat jadi berlebihan alias lebay. Lebay dalam segala-galanya lho ya! Jadi jangan heran jika suatu saat kamu lihat cewek yang biasanya makan cuma sesendok dua sendok aja (apalagi di depan cowok keren kayak kamu, iyaa KAMU!) tiba-tiba saja makan banyak kayak abis mindahin Tangkuban Perahu ke Suramadu. Bisa juga kamu mergokin seorang cewek yang kesehariannya pake make up lengkap ala-ala kondangan, tiba-tiba saja tampil super apa adanya bahkan tanpa peduli jika belek di ujung mata masih nongkrong dan garis iler khatulistiwa membentang dari ujung bibir menuju telinga *yucks!

Tapi yang paling sering dipergokin sama orang banyak-terutama cowok nih yaaa, cewek yang tiba-tiba jutek gak jelas dan kesinggungan. Dibecandain dikit, ngambek. Dikencengin dikit pas lagi ngomong, nangis. Dicuekin, nangisnya makin kenceng. Dicup-cup-cup, ngebentak karena dia pikir usaha buat menghibur dia karena lagi gundah gulana yang entah-karena-apa itu malah lagi ngejekin dia. Terus? Cowok harus gimanaaaaaa?!!

Sesama cewek sih biasanya paham ya harus gimana, secaraaaa sama-sama punya uterus dan paham betul gimana rasanya di masa-masa sebelum tamu bulanan bertandang itu. Sementara kaum cowok nih ya, yang emang enggak punya wadah ajaib model uterus dalam body pasti enggak paham! Kalian para cowok juga pasti suka mati gaya kalo pacar kalian lagi PMS jadi ngambekan, atau bagi para jomblowan yang tengah giat PDKT, tak tahunya si gebetan lagi PMS dan bingung entah harus berbuat apa? Yuk disimak saudara-saudara :

  • PMS itu ada jadwal 'mood'nya. (Percaya deh, aku ini cewek dan aku ngalamin PMS tiap bulan!) Jadi gini, dalam seminggu PMS itu cewek pasti ngalamin masa-masa kelaperan yang teramat sangat, baru makan nasi sepiring plus telor ceplok sama capcay sama perkedel dua plus teh manis dua gelas, selang lima belas menit kemudian ini perut udah kruyuk-kruyuk lagi aja. Terus makanan apapun yang ada pasti dimakan! Misalnya nih ya, dalam hari normal enggak doyan tuh sama yang namanya bakwan toge, tapi pas PMS entah setan toge darimana yang merasuk tiba-tiba aja itu bakwan terlihat sangat menggoda! walau sudah dingin dan agak alot pun....nomnomnom!! PMS=NO DIET. Kelar masa kelaperan, datanglah masa lebay....ini adalah masa-masa dimana setiap hal yang cewek liat jadi hal yang dramatis dan patut mendapatkan apresiasi berupa cucuran air mata. Hal-hal sepele macam cucian piring yang menumpuk dan belum digarap bisa jadi lebih menguras air mata daripada telenovela Fernando Jose yang ditinggal kawin lari sama Esmeralda Lemoz. Cewek PMS itu liat suatu kerjaan dia yang menumpuk karena malas bukannya dikerjain malah ditangisin! biasanya sambil nangis itu langsung nyumpahin orang-orang di sekitarnya, karena enggak ada yang tanggap bantuin dia nyelesein semua kerjaan. Pacar, nah pacar juga jadi alasan paling kuat bagi kaum cewek PMS untuk nangis sepuasnya. ibaratnya liat pacar napas aja cewek PMS bisa pake buat nangis! mustahil? enggak. Aku sering kayak gitu soalnya... :3 Kelar air terjun mata perawan, muncullah masa-masa dimana mata melotot dan nada tinggi jadi sahabat yang paling setia, ditanya apa kabar aja jawabnya sambil melotot, padahal enggak niat sama sekali lho bentak-bentak kayak begitu. SERIUS!
  • PMS bikin seseorang cuek setengah mati, cewek yaa bukan cowok! Cewek PMS (dan berlaku sampai kelar jadwal mens-nya), paling malas buat dandan dan ribet-ribet. Walaupun di hari biasa ia mampu bertahan lama di depan cermin hanya demi eyeliner wings yang sempurna, maka disaat dia PMS dan mens maka muka berminyak tanpa polesan bedak adalah dandanan tercantik hari ini. 
  • PMS bikin cewek kutubuku yang rajin baca dan rajin beres-beres rumah jadi cewek paling males di seantero jagad raya. Beresin barang-barang yang keliatan sama orang aja males luar biasa, ngerjain tugas kampus, tugas rumahan, jadwal deadline naskah pun ditabrak, pokonya "PMS=CUTI".
PMS kedengeran menyeramkan ya? memang, buat yang kena imbasnya. Tapi yakinlah, kami para cewek pun bahkan enggak tau apa alasannya, kenapa masa-masa sebelum siklus bulanan ini bisa mengubah kami yang demikian lemah lembut jadi monster prasejarah! Kami juga enggak mau tiap bulan disiksa kram perut yang naudzubillah rasanya...gamau pegel-pegel enggak jelas...gamau berasa lembab dan perih...gamau juga sakit kepala dan meriang karena kurang darah...

Cewek saat PMS itu enggak nyaman sama tubuh kami sendiri, perut berasa begah, apalagi kalau pakai jeans. Jadi kadang kalo berangkat kuliah itu terpaksa banget pake jeans, padahal kalo boleh sih pengen pakai daster aja... T.T Sebadan-badan pegel sampai ke tulang, diurut gak enak, maunya dipijit-pijit manja gitu deh...tapi mana ada tukang urut yang mau mijit-mijit manja? dikata play doh kali ah dipijit manja!

Cewek PMS maunya makan yang manis-manis, kayak coklat, es krim, permen, atau yang pedas sekalian. Kalo mau nyogok cewek PMS, sodorin aja coklat...atau kasih susu. Keduanya katanya bisa bantu memperbaiki mood gara-gara perubahan hormon dalam tubuh. Jangan protes liat cewek PMS makan melulu, biarkanlah mereka makan makanan yang mereka inginkan, kalopun nanti mereka nangis sampai termehek-mehek karena menyadari banyaknya kalori yang udah mereka makan, hibur aja seadanya, atau bilang "Kita olahraga bareng Beb nanti ya,  tenang aja..." sambil mengecup kening dengan mesra *ahayyy

Atau yang paling gampang bilang aja begini "Gak apa bebiku, kamu enggak keliatan gendut kok...malah makin bohay!". Sungguh, cewek senang dibilang bohay :3

Jangan maki-maki cewek yang PMS dengan umpatan tempramen atau apalah itu, karena kami juga enggak sadar udah ketus, galak, bentak-bentak. Semuanya itu bener-bener diluar kesadaran lho! Lagian abis marah-marahin orang kaum cewek juga bakalan nangis-nangis sendiri karena nyesel, karena enggak ngerti kenapa kami jadi tempramen.

Jadi mengertilah...

Kami, kaum cewek yang masih subur dan normal tak selamanya jadi monster prasejarah yang kanibal dan kejam. Hanya seminggu...yaa paling ada bonusnya seminggu lagi, enggak apa-apa ya? kan sebulan ada empat minggu, imbang lah sama sisi manis kami. :) :p





Cerpen Remaja : Birthday (no) Surprise

Broken Heart


Februari, hanya tinggal hitungan jam menuju ulang tahunku. 
Ini masa-masa paling menegangkan dalam hidupku, bagaimana tidak? setiap tahun selama lima tahun ini seseorang selalu memberikan kejutan menjelang tanggal empat belas. Ah, harusnya jangan dulu kukatakan tanggal empat belas itu ulang tahunku ya? kan jadi tak surprise.

Tapi tak apa, agar kita semua bisa bersama menanti kejutan berikutnya yang akan dia berikan padaku, aku harap sebuah cincin cantik dalam kotak beludru merah. Semoga juga cincin itu ia sematkan di jariku setelah memintaku menjadi pendamping hidupnya. Ahhh, ini akan jadi pencapaian terindah di dalam hubungan kami, setelah berjuang sekian lama mempertahankan cinta LDR serta berbagai problem yang ada, menikah dengannya menjadi mimpiku yang maha besar saat ini. 

Dia pun tentu demikian! dia mencintaiku tentu saja...walau akhir-akhir ini dia sibuk dengan pekerjaannya, juga beberapa pekerjaan sampingan lainnya demi mengumpulkan lebih banyak Rupiah. Aku tak pernah berkeberatan dengan kesibukannya bekerja, aku juga tak pernah mengkhawatirkan apapun tentang rekan-rekan kerjanya yang berparas ayu...karena menurut kekasihku aku jauh lebih cantik daripada mereka. Hanya saja, entah kenapa...aku merasakan ada yang tak beres disini. Yang jelas bukan karena dia berpacaran lagi dengan gadis lain, tak mungkin itu!

Dua jam lagi menuju pukul dua belas malam, lima tahun sebelumnya dia selalu sudah siap sedia bersamaku, baik itu menemaniku begadang melalui skype ataupun chatting, tapi sekarang tumben dia tak ada...apa dia tengah menyiapkan kejutan terbesarnya sampai-sampai lupa menghubungiku? ah, sejak tadi pagi juga dia sudah susah kuhubungi, dia sukses membuat aku kesal dan menunggu di hari ulang tahunku kali ini...

Satu jam lagi...
Setengah jam lagi...
Lima belas menit...
Sepuluh...
Lima...

Lewat sudah pukul dua belas malam, tanggal empat belas sudah menginjak jam kesatu, kedua dan seterusnya sampai matahari muncul di ufuk Timur. Hatiku sedikit nyeri mengingat tak ada kejutan ulang tahun dalam kotak beludru merah dari kekasihku. Jangankan hadiah, berita pun tak ada...

Ah, nyalakan TV saja. Biar aku melihat berita lain dari dunia. Siapa tahu kekecewaanku bisa berkurang.

"Penggerebekan dilakukan tengah malam tepat di pergantian malam Valentine, pasangan-pasangan kekasih didapati tengah asyik masyuk di dalam kamar-kamar hotel melati. Beberapa diantaranya adalah..." dan aku tak bisa mendengar apapun lagi.

Salah satu pasangan yang disorot kamera begitu kukenal, terlebih karena lelakinya tak menutup muka saat kamera menyorot wajahnya. Aku hanya bisa tercekat dengan jantung yang terasa berhenti berdetak, lelaki itu...a-aku sangat mengenalnya...

Haruskah aku menangis?

Haruskah aku kecewa?

Tak perlu, sedikit kaget memang....tapi no drama disini. Aku hanya sedikit kaget karena biasanya satpam kantorku terlihat cukup alim, namun rupanya dia sama saja seperti lelaki yang mengalami puber kedua. Berkencan dengan wanita panggilan, hotel melati jadi rumah singgah yang jadi favorit. Sial-sialnya ya digerebek seperti itu...Istrinya bagaimana ya?

Apa? kenapa protes? 

Kalian menyangka kekasihku yang digrebek semalam? OMG hello! 

Dia memang tak menghubungiku semalam, tapi tak apa...aku yakin dia tak menghubungiku karena ada alasan penting dan bukan karena ngamar di hotel murahan. Aha! ada telpon darinya, ia bicara dengan nada yang sangat ceria dan dia memintaku keluar rumah! cincin dalam kotak beludru merah, kekasihku yang berlutut memintaku menjadi istrinya...oh! Tunggu aku!

Tamat.



*Ini kisah paling gak jelas yang aku buat, haha! tau lah...ini niat bikin cerita sedih kan, lagi galau gitu...eh moodnya berubah jadi happy-happy gitu...ya sudah plot twist! kelar deh... :p

Thursday, 5 February 2015

Fiksimini 15 menit

Aku mau coba nantangin diriku sendiri buat fiksimini dalam 15 menit, kira-kiranya dapat berapa yah?
Hasilnya kayak gimana juga aku enggak tahu sih...

Ayo kita mulaaaaaai!!



__Istri Muda__

Ini hari ke tujuh belas pernikahanku dengan Sylvia, dia cantik dan sangat imut. Tak salah kupilih dia jadi istriku yang berikutnya, setelah Rani si Ratu Dangdut dan Jamilah anaknya mantan Lurah. Tapi aku tak tahan menunggu ia matang, tangisnya tiap kusentuh buat aku kesal dan gemas. Ah Sylvia, istri mudaku, dia baru 12 tahun.

__Tetangga Baru__

Aku ini penyendiri, aku itu tak suka diganggu dan tak suka mengganggu. Lu asik gue santai, lu usik gue bantai! seminggu ini penghuni baru di lantai atas membuat aku tak bisa tidur nyenyak, mereka berisik sekali siang dan malam. Ah aku benci, apalagi suara bayi mereka yang menangis! Sepertinya aku harus turun tangan lagi, mereka harus 'pergi'.

__Jam Tangan__

Jam tangan kulit sapi muda impor, bertahtakan berlian dan sangat elegan. Begitu elok di tangan gadis cantik dengan kulit sebening porselen sepertimu. Aku begitu memuja penampilan jam tangan itu di pergelangan tanganmu, cantik. Karena itu kuawetkan tanganmu bersama jam itu dalam toples.

Ok...
selesai!
Hey, kenapa fiksimininya sedikit berbau...ah sudahlah, yang penting tantangannya udah kelar. Cuma dapat tiga sih,,,tapi next time aku bikin lebih banyak lagi deh. :p

Apartemen Dijual Di Jakarta Selatan Harga Bisa Nego

Apartemen Dijual Di Jakarta Selatan Harga Bisa Nego - Ingin membeli apartemen dengan harga terbaik? Jangan khawatir karena saat ini ...