Wednesday, 17 August 2016

Beli Sepatu yang Harganya Lebih Murah? Cek Harga Dulu di Priceza.co.id



Jadi begini, tanggal 27 Agustus nanti adikku diwisuda dan selain si sarjana yang dibikin pusing cari outfit yang pas dengan kebaya dia nanti, seluruh keluarga juga dibikin heboh mencari outfit kembaran. Untuk menghindari pengeluaran yang bengkak, maka mufakat lah kami sekeluarga untuk pakai sarimbit saat Ied Fitri saja. Tetapi, walau untuk busana sudah beres, tetap saja ada masalah yang bikin aku kleyengan sendiri. Apa itu? Sepatu.

Maklum lah, terakhir kali beli sepatu itu setahun yang lalu, itu pun sepatu yang harganya di bawah gocap, wajar banget kalau sekarang bentuknya sudah tak beraturan dan tak layak diajak kondangan. Setelah diem-diem menyisihkan uang belanja, akhirnya terkumpul juga sejumlah Rupiah untuk beli sepatu baru (emak-emak pasti paham deh kenapa harus diem-diem ngumpulin recehan untuk beli sesuatu, hihi). Tapi ternyata masalah tak berhenti sampai disitu, saat cuzz ke toko sepatu, ternyata si model idaman harganya back to normal! Sementara Rupiah yang aku kumpulin itu sesuai harga pas diskon Lebaran dulu. Hicks sedih banget deh.

Tapi the show must go on, aku harus bisa move on dari sepatu yang kece itu dan cari sepatu yang lain. Berat, yang ada malah kebayang-bayang terus dan galau total. Mau kumpulin lagi, sudah enggak ada waktu, mau dipaksa beli, kan enggak cukup. 

Tapi eh tapi, ada angin segar yang tiba-tiba datang. Kenapa enggak beli online saja? Kan biasanya suka lebih murah tuh! Tanpa banyak pikir lagi, langsung deh seliweran di dunia maya, loncat olshop satu ke olshop lainnya, cari sepatu yang kuidamkan. Memang sih ada, tapi kok harganya beda-beda sih? Jadi galau nih, gimana kalau harga yang ditawarkan masih kelewat mahal? Gimana kalau ada yang lebih murah?

Ternyata nih ya, ada satu website sahabat online shopper, yaitu Priceza.co.id. Nah Priceza ini  berperan untuk membandingkan harga dari satu olshop/pusat belanja online, dengan olshop yang lain. Nah, yang paling murah muncul di baris yang teratas, calon konsumen tinggal klik dan belanja, deh! Hmm, cocok buat emak-emak irit kayak aku, ya kan?

Karena sudah kebelet pengen beli itu sepatu, tanpa banyak ritual lagi langsung meluncur deh ke Priceza dan disuguhi tampilan begini nih. 

Tampilan home Priceza.co.id

Ada ikon yang bisa kita pilih sesuai dengan barang yang kita cari, kalau aku sih mau cari sepatu, kan? Jadi aku pilih fashion. Disana kita bisa cari banyak produk, dari mulai printilan busana sampai alas kaki beraneka jenis. 

Nah, disini tuh lengkap banget, beneran deh! Ada lebih dari 30 merk sepatu lengkap dengan type-typenya. Kita bisa sortir produk apa yang akan kita cari, detail sampai ke merk, jenis/tipe sampai ke warna. Nanti muncul deh, tinggal dipilih mana yang paling pas. Kalau aku kebetulan cari sepatu dari B*ta, tipenya lupa, yang jelas modelnya itu dockside dengan anyaman-anyaman unyu warna kontras. Pokoknya bikin kebayang-bayang terus modelnya!

Karena enggak tau tipenya apa, ya sudah nekat kusortir produk B*ta dan eng-ing-eng ada shay! Ini diaaaaaa, wah girang banget aku!



Cari tipe yang diidamkan


Lihat deh harganya, ternyata dibanding toko-toko yang ada di daerahku (Banjar) harganya lebih hemat 30%. Untuk emak ngirits dan senang menabung kayak aku, 30% saving itu really worth it! Apalagi ada bebas ongkir juga lho! Waaahh dimanjain banget ini! Pilih produknya, dan kita akan diarahkan langsung ke toko yang membanderol harga paling murah. Nih, lihat deh...

Dapat yang pualiiing murah

Jadi rupanya, Priceza yang aslinya dari negeri Gajah Putih alias Thailand ini disponsori sama Indonesia Top Retailer Online Shop, semacam Zalora, Bukalapak, Lazada, Tokopedia dan lainnya. Jadi produk-produk yang dibandingkan harganya disini itu ya dari website-website itu.

Akhirnya, aku bisa dapat ini sepatu dengan harga yang jauuuh lebih hemat! Plus free ongkir. Tinggal nunggu sepatunya datang aja nih. Hihi. Pokoknya kalau sudah kenal pusatnya perbandingan harga produk online ini, aku bakalan nongkrong disini dulu sebelum belanja-belenji. Supaya enggak kepleset harga, cek dulu deh di Priceza.co.id yuk!!

Thursday, 11 August 2016

Yuk Cobain Rasanya Nu Teh Tarik dan Nu Milk Tea!

Hola-hola!

Buset dah, sebulan lebih enggak isi blog. Bener-bener capek badan, habis pikiran buat kerjaan dan sampingan nulis artikel, jadilah blog terbengkalai *maafkan emak*

Tapi ya sudahlah, menjelang tengah malam ini sudah bertekad bulat untuk bikin satu postingan. Postingan tentang sesuatu yang udah bikin aku jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Iyaa jatuh cinta sama rasanya, maklum lah tukang ngemil mah begini. Ada makanan enak, jatuh cinta. Ada minuman enak, jatuh cinta juga!

Seperti kali ini, pulang kerja mampir dulu ke Indomaret untuk beli sesuatu *you know lah perkakas tamu bulanan perempuan*. Karena tukang ngemil, niat belanja apapun pasti harus dibarengi dengan beli sesuatu kriuk atau sesuatu nggleser di tenggorokan. Pas lirik manja ke showcase, lho-lho...apakah itu gerangan? dua botol bantet-bantet dengan warna ceria menarik mata.

Sunday, 10 July 2016

Gimana sih Cara Main Pokemon Go?

Belakangan ini santer banget topik tentang Pokemon Go, terutama di kalangan anak cowok dan bapak-bapak muda yang masa kecilnya ditemani animasi Pokemon. Gimana enggak? Adanya game realistik ini seakan jadi mimpi yang jadi nyata. Hal-hal yang hanya bisa dilihat dan dilakukan dalam animasi atau game, seperti menangkap Pokemon, bertarung, atau tuker-tukeran koleksi Pokemon, sekarang bisa dilakukan di dunia nyata! *papi Pokemon girang, mimpinya jadi Pokemon trainer pro akhirnya terwujud juga*

Tapi sayangnya game augmented-reality ini belom bisa kita donlot di PlayStore, katanya sih masih dalam tahap pengembangan. Kalau mau coba download APK Pokemon Go, boleh coba di link yang ini nih, klik aja enggak apa, bukan jebakan Betmen kok! Ini link buat HP android yaak (minimal versi 4.4 Kitkat, targetnya sih buat versi 6.0 Marshmallow), aku juga sudah coba download tuh. Kalo nanti yang officialnya resmi rilis, tinggal uninstall yang APK dan donlot yang officialnya, hehe. Hitung-hitung latihan curi start  Tapi buat temen-temen yang sudah main game ini di Nintendo DS atau Gameboy Advance, pasti gak akan asing deh, soalnya sama persis kayak versi 2D-nya katanya sihhh aku sendiri gak pernah pegang keduanya huhu, bedanya yang ini kita harus aktif keluar rumah buat berburu.

Monday, 27 June 2016

5 Trik Rahasia Agar Terlihat Langsing di Foto



5 Trik Rahasia Agar Terlihat Langsing di Foto
5 Trik Rahasia Agar Terlihat Langsing di Foto


Dunia fotografi menjadi belahan jiwa wanita masa kini, terutama swafoto atau selfie. Ditambah lagi makin banyak perangkat canggih yang menanamkan kamera resolusi tinggi sebagai fitur utama, wanita seakan makin dimanjakan untuk mengeksplorasi kecantikan mereka melalui fotografi. Tetapi, bukannya tak ada masalah, sebab muncul masalah utama perempuan dalam berfoto, yaitu terlihat gemuk. Apalagi Lebaran tinggal hitungan hari, di hari raya kelak pasti banyak sesi foto-foto dan tak ada yang mau merusak foto hari istimewa dengan pose yang gemuk, kan?
Tapi tenang saja, hal itu bisa diatasi dengan beberapa trik rahasia yang digunakan oleh fotografer profesional, dan tak perlu membayar mahal demi trik tersebut, sebab disini akan dibahas tuntas 5 trik agar terlihat langsing di foto. Yuk disimak!
1.                        Perhatikan posisi berdiri : Ini hal pertama yang harus diperhatikan, jangan berdiri dengan posisi yang menghadap kamera. Usahakan memiringkan/memutar badan sekitar 45 derajat dan posisi tangan di pinggang yang menghadap ke kamera. Hal ini berfungsi untuk membuat pinggang terlihat lebih langsing dan menonjolkan bagian bokong.

2.                        Sembunyikan ‘double chin’ : Setiap perempuan pasti punya double chin, yaitu lemak yang menggantung di antara dagu dan leher. Cara menyembunyikannya (terutama saat selfie) adalah dengan menempelkan seluruh permukaan lidah ke langit-langit mulut kita. Kemudian pastikan kita sedikit menekuk wajah, untuk menimbulkan kesan tirus. Hal ini efektif sekali menyembunyikan lipatan dagu dan membuat selfie terlihat lebih sempurna.

3.                        Posisi kaki bersilang : Posisi ini digabungkan dengan trik yang pertama, pastikan kaki terdalam (yang paling jauh dari kamera) berada di belakang kaki yang menghadap kamera. Bisa juga mencoba pose kaki yang ditekuk, caranya menekuk kaki bagian dalam sementara kaki bagian luar diluruskan. Hasilnya? Tubuh terlihat lebih langsing dan siluetnya cantik sekali.

4.                        Tarik bahu : Ingat, jangan membungkukkan badan! Hal itu akan membuat tubuh terlihat gemuk. Caranya adalah menarik bahu ke belakang. Tak usah terlalu over menariknya, biasa saja, yang penting punggung lurus.

5.                        Pakaian yang tepat : trik terakhir adalah dengan selalu mengenakan pakaian yang bisa menyamarkan lemak di tubuh. Misalnya adalah pakaian yang tak terlalu longgar/terlalu sempit, bermotif kecil-kecil atau vertikal, dan mengenakan outer (misalnya rompi panjang atau cardigan).

Bagaimana? Siap untuk mengambil foto terbaik? Ayo ikuti tips rahasianya dan dapatkan foto tercantik dan bisa menarik perhatian dunia.


""Resmi banget yak? Huhu, ini aslinya artikel pesanan. Cuma karena tema-nya enggak tepat, jadilah menganggur. Daripada menganggur ya mendingan diposting dong ya~~
Boleh nih dipraktekin pas foto-foto, yuk ah cuz!""

Tuesday, 31 May 2016

Cerpen Remaja : Seminggu Menuju Tahun Baru



Senin, 25 Desember.
Malam Natal, saat teman-teman Kristianiku tengah berkumpul penuh kebahagiaan dengan semua sanak keluarga, biasanya aku akan menyelinap keluar pada tengah malam. Untuk apa? Untuk melihat apakah ada setangkai bunga di depan gerbang rumah.
Sejak aku tahu ada mitos cinta sejati yang akan memberikan setangkai bunga tiap tengah malam selama satu minggu, menuju tahun baru. Dimulai dari malam Natal dan berakhir di malam tahun baru. Mitosnya, seseorang yang memberikan bunga itu berarti seseorang yang bersungguh-sungguh dengan perasaannya dan hubungan yang terjalin setelah tahun baru itu akan menjadi hubungan yang kekal hingga kakek nenek.
Tapi tak pernah ada setangkai bunga pun yang kudapati di depan gerbang, bahkan selama bertahun-tahun sejak kudengar mitos itu. Jika kupikir-pikir lagi betapa bodohnya aku, menunggu hingga lewat tengah malam untuk seseorang yang tak pernah ada. Kupikir aku cukup manis untuk ditaksir seorang anak cowok, tapi nyatanya tidak. Aku tak punya siapapun yang menyukai atau bahkan menaksirku sama sekali. Aku ini jomblo. Sejak lahir hingga aku berusia 17 tahun.
Malam beranjak larut dan pukul 12 sebentar lagi tiba, aku masih terjaga entah untuk alasan apa, padahal aku sudah tak mengharapkan setangkai bunga di depan gerbang atau apapun. Karena aku tahu itu semua sia-sia. Aku tidak secantik yang ayah dan bunda katakan, aku tidak seelok pujian paman dan bibi, aku juga tidak sejelita Tiffani atau Amanda, yang terlihat seperti boneka Barbie hidup, idola SMAku.
“Srek!”
“Hah!”
Segera kuluruskan punggung dan kutajamkan pendengaran saat kudengar bunyi aneh dari semak-semak di depan rumah, tanaman hias yang digunakan sebagai pemanis pagar itu seperti bersentuhan dengan seseorang yang bergerak menempel ke pagar. Penerangan lampu sepuluh watt di atas gerbang tak cukup membantu, aku jadi ketakutan sendiri mengingat bahwa sekarang sudah tengah malam dan tak pernah ada siapapun yang datang ke rumah pada jam-jam seperti ini.
Jangan-jangan...pencuri!
“Ah! Ada orang!” pekikku tertahan saat melihat sesosok tubuh terbungkuk-bungkuk berjalan perlahan melewati gerbang, ia membawa sesuatu di belakang tubuhnya.
Bunga, orang itu membawa bunga dan bunga itu...mawar langka milik bunda!
Orang itu benar-benar pencuri rupanya, ia mengambil bunga mawar yang sangat disayangi bunda seperti ia menyayangi aku. Mawar yang ia dapatkan dari ayah saat pulang dinas dari pelosok, bunga mawar indah dengan kelopak yang besar-besar dan hanya satu tahun sekali berbunga. Tak heran jika mawar yang cukup sulit untuk dibudidayakan itu jadi incaran banyak orang, terutama tangan jahil yang ingin gratisan. Seperti orang itu!
Tanpa pikir panjang, aku segera keluar dari dalam rumah dan meraih sapu lidi bergagang panjang yang biasa digunakan untuk menyapu halaman, berjingkat-jingkat kulangkahkan kaki menuju gerbang, menguatkan hati untuk berteriak maling keras-keras agar tak ada lagi yang berani mencuri mawar milik bunda. Sesaat kupikir orang itu sudah kabur, tapi ternyata dia masih mondar-mandir di depan gerbang seperti orang bingung.
Jarak antara aku dengan orang itu sekarang hanya sekitar dua meter dan aku tersembunyi di balik bayangan pohon mangga yang ditanam dekat gerbang, disini aku berdiri siaga dengan sapu lidi di tangan, mata menatap awas ke sosok itu yang sekarang terlihat jelas di bawah lampu. Dia...
“Bruno?” desisku tak percaya.
Jadi pencuri mawar bunda itu Bruno? Dia teman sekelasku dan anak paling cuek sedunia. Kami sering sekali satu meja saat ujian karena nama kami begitu berdekatan. Brenda dan Bruno. Sejak SMP kami sekelas, SELALU! Tapi tak pernah ada satu patah kata pun yang terucap dari bibirnya, iya untuk mengobrol denganku atau sekedar untuk bersapa saja.
Bruno berkulit gelap yang eksotis, tubuhnya tinggi dengan bahu yang lebar dan punggung yang bagus, maklum lah dia anak klub taekwondo dan kudengar-dengar sudah beberapa kali juara daerah, wajar saja dia punya penampilan fisik yang begitu gagah. Psst, Bruno ini pandai main gitar juga loh! Lengkap sudah, cakep, atletis dan pandai main gitar. Tak heran kalau Tiffani dan Amanda, juga cewek-cewek cantik lainnya saling baku hantam demi perhatian dan cintanya.
Bruno mungkin membenciku, entah karena apa. Itulah kenapa ia tak pernah menyapaku walau selalu sekelas selama lima tahun. Aneh sekali, saking bencinya padaku sampai-sampai mencuri bunga mawar milik bunda? Ada apa ini?
“Bruno...” kuberanikan diri menyapanya dan sosok itu mendongak, ia memang Bruno dan terlihat sangat kaget melihatku di hadapannya.
Sekitar dua detik ia tergagap tak jelas dan ia menjatuhkan bunga yang dipegang lantas berlalu kabur. Aku terdiam, masih terheran-heran tapi tak mau banyak menduga lagi. Bunga yang dibawa Bruno memang mawar langka, sejenis milik bunda tapi bukan. Bunga mawar ini dibungkus plastik dan dililit pita cantik berwarna pink.
“Apa-apaan ini?” gumamku sambil memungut bunga yang dicampakkan Bruno.
Bunganya masih segar dan aromanya begitu memabukkan, aku tiba-tiba teringat bahwa bunga milik bunda belum mekar sesempurna mawar ini. Apa Bruno membawa mawar ini dari suatu tempat dan berniat memberikannya pada seseorang? Seperti layaknya mitos seminggu menuju tahun baru.
Tapi untuk siapa? Ada dua orang gadis sebayaku disini, Maya anaknya pak RT dan putrinya dokter gigi yang tinggal di ujung gang, entahlah. Aku malah berpikir bahwa mawar ini untukku, saking jomblonya aku...padahal Bruno pasti kebetulan saja lewat disini, mungkin ia tengah menimbang-nimbang kalau bunga ini lebih baik diserahkan diam-diam atau langsung saja. Bukan untukku loh, bukan.
Hatiku pedih mengingat tahun-tahun sebelumnya aku selalu berharap ada setangkai bunga di depan gerbang, dan tak pernah ada. Sekalinya muncul seseorang yang membawa bunga, ternyata bukan untukku dan aku membohongi diri dengan menyangka bahwa bunga ini untukku. Akhirnya kuputuskan untuk meletakkan bunga mawar ini di tempat ia dicampakkan oleh Bruno, lebih baik aku kembali masuk kamar dan tidur. Lupakan khayalan bodoh tentang mitor seminggu menuju tahun baru ini. Mustahil.
“Ambillah, itu untukmu...” suara Bruno mengagetkanku.
“E-eh, a-aku...aku enggak mau dikasihani. Aku cuma kasihan lihat bunga ini dibuang, padahal cantik sekali. Aku tahu kok ini bukan untukku, i-ini...ambil dan berikan sama cewek yang kamu suka...” cerocosku menahan malu.
“Enggak Brenda, aku enggak kasihani kamu...aku, aku emang udah niat mau kasih bunga itu untuk kamu, kayak tahun-tahun yang lalu...” suara Bruno merendah di akhir kalimat, seperti sangat malu untuk mengucapkan hal itu.
“Apa?”
Bruno diam, ia menunduk dan terlihat seperti kebingungan dan ingin mengatakan hal lain. Tapi sepertinya aku yang harus lebih banyak bicara, aku penasaran kenapa dia tak pernah mengajakku bicara di sekolah?
“Maaf selama ini aku enggak pernah ngomong sama kamu, maaf aku cuek banget sama kamu. Jangan pikir aku benci kamu, enggak. Aku cuma...”
“Cuma apa?” selaku tak sabar. Bruno mendongak dan menghela napas, ia kembali menunduk saat bertemu tatap denganku. Aku malu sendiri jadinya.
“Aku suka kamu sejak kita SMP Brenda, aku bela-belain minta tukar kelas demi bisa sekelas terus sama kamu...”
“Bohong!” tukasku segera, ucapan Bruno terdengar semacam bualan saja.
“Enggak Brenda, serius! Aku terlalu pengecut untuk bilang kalau aku suka kamu...untuk bicara sama kamu saja aku enggak bisa, aku...” ia tak melanjutkan ucapannya dan aku jadi bingung harus bicara apa.
“Tadi kamu bilang, seperti tahun-tahun yang lalu? Maksudnya?”
“Tiap tanggal 25 Desember aku selalu datang kesini, sampai tanggal satu Januari. Aku selalu bawa bunga tapi aku enggak berani simpan bunganya agar kamu liat...”
“...aku selalu berdiri disana...” Bruno menunjuk tiang listrik, gelap dan memang cocok untuk bersembunyi. “...aku selalu liat kamu keluar tengah malam dan kecewa karena enggak ada apapun yang kamu harapakan ada disini,”
“Iya, aku pikir aku bisa dapat setangkai bunga setiap hari sampai tahun baru dari orang yang benar-benar suka padaku, tapi ternyata enggak ada.”
“Ada Brenda! Aku orangnya yang mau berikan bunga tiap malam untuk kamu, hanya saja aku terlalu pengecut, kalau saja sejak dulu aku nekat mungkin perasaanku enggak akan sepedih ini selama bertahun-tahun...”
Kami berdua terdiam, asyik dengan pikiran masing-masing dan menebak-nebak. Kemudian Bruno terdengar mendengus, ia meraih tanganku dan menggenggamnya erat-erat.
“Brenda, aku tahu ini kedengerannya gila tapi aku suka banget sama kamu sejak SMP dan aku pengen banget jadi pacar kamu, aku...aku pengen jadi seseorang yang selalu jagain kamu, yang selalu perhatiin kamu, sayangin kamu,”
“Tapi kamu enggak pernah ngomong sama aku, mana mungkin aku percaya sama kamu?”
“Lima tahun aku suka sama kamu, diam-diam dan enggak pernah sekali pun aku suka cewek lain...aku memang pengecut, cuma bisa berdiri awasi kamu dari jauh tiap malam Natal sampai tahun baru, padahal aku punya sesuatu yang kamu inginkan, bunga dan...cinta.”
Tak terasa air mataku menitik, aku memang tak mengenal si cowok populer ini tapi aku merasa ia tulus. Kupeluk ia lembut dan Bruno membalas pelukanku dengan erat.
“Jangan dulu dijawab, izinkan tiap malam aku datang lagi kesini dengan membawa bunga dan tahun baru nanti, semoga kamu sudah punya jawaban tentang perasaanku ini,” tutur Bruno.
Aku tersenyum dalam pelukannya, aku sudah punya jawaban untuk kamu Bruno. Lelaki yang selama bertahun-tahun membawa bunga seminggu menuju tahun baru, walau belum sempat ia sampaikan hingga saat ini. Tak perlu meminta bukti apapun, toh Bruno sudah selama ini memendam perasaannya, ia juga anak yang baik juga berprestasi.
Ternyata impianku jadi kenyataan, bunga-bunga indah hingga tahun baru tiba. Bruno, si cuek bebek yang tak pernah menyapaku sama sekali, ternyata menaruh hati padaku. Ah, unbelievable but this is cute!
Banjar 041015

*Cerpen ini ada dalam buku antologi terbitan AE Publishing (terbit 2015)

*Silahkan copast, tapi mohon sertakan sumber.

Punya akun Wattpad? Suka baca cerita romens? Yuk follow Rosalien90 Insyaallah tiap hari Minggu update cerita pendek/cerita bersambung teenlit romance. Sekarang -> Endless Blue